TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Istana: Presiden Prabowo Prihatin Luar Biasa terkait Kasus Penyadapan

Istana: Presiden Prabowo Prihatin Luar Biasa terkait Kasus Penyadapan

By Johan Arif
4 November 2026
0
0
Istana: Presiden Prabowo Prihatin Luar Biasa terkait Kasus Penyadapan

Istana: Presiden Prabowo Prihatin Luar Biasa terkait Kasus Penyadapan

Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto dikabarkan menaruh perhatian besar — bahkan disebut prihatin luar biasa — menyusul terungkapnya dugaan penyadapan terhadap dirinya serta sejumlah tokoh nasional. Kasus tersebut diduga melibatkan tiga jenderal berbintang Polri, salah satunya mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Keprihatinan itu disampaikan langsung oleh Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/11).

Prabowo Menyebut Kasus Ini Sangat Mengkhawatirkan

Dalam keterangannya, Prasetyo mengutip langsung sikap Presiden soal dinamika hukum yang tengah berjalan.

“Bapak Presiden menyampaikan keprihatinan yang luar biasa atas terjadinya dinamika tersebut,” kata Prasetyo.

Ia menambahkan bahwa kejadian ini semakin bermakna serius karena menyangkut figur tertinggi di negara ini. Menurutnya, adanya institusi yang secara hierarki berada di bawah presiden namun diduga terlibat dalam upaya semacam itu patut jadi sorotan.

“Bapak Presiden sangat prihatin, seorang kepala negara saja, ada institusi yang berada di bawah presiden, kemudian melakukan upaya sedemikian. Tentunya itu sangat memprihatinkan dan sekali lagi sangat mengkhawatirkan untuk kepentingan kita semua,” ujar Prasetyo.

Listyo Sigit Resmi Jadi Tersangka

Sebelumnya, Bareskrim Polri menetapkan Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana penyadapan tanpa prosedural (illegal tapping), penghapusan data elektronik, serta illegal access.

Listyo Sigit tidak berdiri sendiri. Dua jenderal lainnya turun dijerat status yang sama, yakni Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution yang menjabat Kadivkum Polri, dan Irjen Pol Eko Hadi Santoso.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena menyentuh ranah keamanan negara dan privasi pejabat tertinggi. Baca juga: dugaan illegal tapping yang melibatkan petinggi Polri.

Konsekuensi: Listyo Sigit Diberhentikan dari KSP

Sorotan pun tertuju pada posisi Listyo Sigit di pemerintahan. Perlu dicatat, Prabowo melantiknya sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menggantikan Dudung Abdurachman pada 1 Oktober lalu.

Setelah status tersangka melekat, kekosongan jabatan itu akhirnya diputuskan lewat jalur formal.

“Ada konsekuensi logis yang harus diputuskan, karena salah satu tersangka adalah menjabat KSP, oleh karena itu bisa kami sampaikan pada pagi hari ini Presiden sudah mengambil keputusan dan menandatangani Keputusan Presiden berkenaan dengan pemberhentian saudara Listyo Sigit Prabowo dalam kapasitas sebagai KSP,” jelas Prasetyo.

Ariyo Windutomo Jadi Plt KSP

Pemerintah bergerak cepat mengisi kekosongan tersebut. Presiden menunjuk Letnan Jenderal TNI Ariyo Windutomo sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Staf Kepresidenan.

“Selanjutnya Pak Presiden menunjuk pelaksana tugas untuk mengisi kekosongan tersebut, untuk sementara beliau menunjuk Letnan Jenderal TNI Ariyo Windutomo untuk menjalankan tugas sebagai pelaksana tugas Kepala Staf Kepresidenan,” tambah Prasetyo.

Langkah ini menegaskan bahwa pemerintahan Prabowo berupaya menjaga stabilitas birokrasi di tengah kasus hukum yang menimpa pejabat strategisnya. Simak pula: susunan kabinet dan jajaran pejabat istana terbaru.

Nilai Penting di Balik Kasus

Kasus penyadapan ini bukan sekadar perkara hukum biasa. Ada tiga lapis persoalan yang membuatnya begitu sensitif:

  1. Korban adalah presiden — menyentuh kedaulatan dan keamanan negara.
  2. Pelaku diduga dari internal Polri — institusi yang justru bertugas menegakkan hukum.
  3. Dampak kebijakan langsung — pemberhentian KSP dan penunjukan Plt dilakukan dalam hitungan hari.

Ke depan, publik menantikan proses hukum yang transparan atas kasus illegal tapping ini, termasuk nasib ketiga jenderal Polri tersebut.

Johan Arif
Johan Arif

Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.

Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.

Related articles More from author

  • Tanggapi Pernyataan Megawati Soal Milenial, AMAN: Tak Cerminkan Sosok Negarawan
    Nasional

    Megawati Cerita Ajari Puan Salaman Hingga Minta Jokowi Blusukan

    15 Agustus 2021
    By Joni Sitohang
  • Kabar Heboh Pasien Corona Ditelantarkan RSUD Tangerang, Dibantah Gubernur Banten
    Nasional

    Kabar Heboh Pasien Corona Ditelantarkan RSUD Tangerang, Dibantah Gubernur Banten

    29 Maret 2020
    By Joni Sitohang
  • Tolak Dipanggil MK Gerindra, Arief Poyuono: Hari Gini Kok Percaya Isu PKI yang Dibuat 'Kadrun' dan Pengacau Negara
    Nasional

    Tolak Dipanggil MK Gerindra, Arief Poyuono: Hari Gini Kok Percaya Isu PKI yang Dibuat ‘Kadrun’ dan Pengacau Negara

    22 Juni 2020
    By Joni Sitohang
  • Respons Hasil Quick Count, Hasto ke Kader PDIP: Tak Ada Perjuangan yang Sia-sia
    Nasional

    Respons Hasil Quick Count, Hasto ke Kader PDIP: Tak Ada Perjuangan yang Sia-sia

    19 Februari 2024
    By Joni Sitohang
  • Pengamat Tanggapi Tingkah Jokowi Jalan Bareng Puan Lalu Makan Bareng Ganjar
    Nasional

    Pengamat Tanggapi Tingkah Jokowi Jalan Bareng Puan Lalu Makan Bareng Ganjar

    28 September 2021
    By Joni Sitohang
  • Risma Soal Masuk Bursa Cagub DKI: Saya Terus Terang Takut
    Nasional

    Risma Soal Masuk Bursa Cagub DKI: Saya Terus Terang Takut

    1 Mei 2024
    By Joni Sitohang

Berita Menarik Lainnya

  • Penyebab Gigi Retak
    Tips & Tutorial

    Tak Diduga, Ternyata Makanan ini Bisa Bikin Gigi Jadi Retak

  • Kubu AMIN Yakin MK Kabulkan Permohonan Paslon 01
    Nasional

    Kubu AMIN Yakin MK Kabulkan Permohonan Paslon 01

  • Ridwan Kamil Masuk Radar PAN, Waketum: Sudah Dianggap Kader Sendiri
    Nasional

    Ridwan Kamil Masuk Radar PAN, Waketum: Sudah Dianggap Kader Sendiri

  • Di Sidang MK, Romo Magnis Samakan Jokowi dengan Pemimpin Mafia
    Nasional

    Di Sidang MK, Romo Magnis Samakan Jokowi dengan Pemimpin Mafia

  • PM Singapura Kunjungi Istana, Prabowo Serukan Setop Kejahatan Israel atas Palestina dan Lebanon
    Nasional

    PM Singapura Kunjungi Istana, Prabowo Serukan Setop Kejahatan Israel atas Palestina dan Lebanon

Artikel Terbaru

  • Istana: Presiden Prabowo Prihatin Luar Biasa terkait Kasus Penyadapan 4 November 2026
  • Cara Kompres Ukuran File PDF di HP Agar Kecil dan Mudah Dikirim 4 November 2026
  • 10 Hal tentang Eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Presiden 4 November 2026
  • Cara menggunakan Git untuk Pemula: Panduan Lengkap Praktis 4 November 2026
  • Cara Menghemat Gas saat Memasak dengan Kompor agar Lebih Irit 4 November 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (101)
  • Keuangan (24)
  • Kuliner (1,070)
  • Nasional (8,041)
  • Olahraga (1,148)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,311)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.