
TIKTAK.ID – Pemerintah kembali memperbarui data pasien positif virus Corona (COVID-19) serta data penunjang lainnya. Diketahui total kasus positif saat ini sebanyak 227 orang, dengan rincian 11 orang negatif dan 19 orang meninggal dunia.
Juru bicara Pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, mengatakan saat ini Pemerintah tengah mengkaji tentang pemeriksaan cepat untuk masyarakat terkait COVID-19. Pria yang akrab disapa Yuri itu juga menyebutkan adanya peran sektor rumah sakit swasta dalam penanganan COVID-19.
“Ini yang menggembirakan buat kita, sehingga dengan cara ini diharapkan deteksi dini penemuan cepat kasus dapat dilakukan dengan maksimal,” ujar Yuri seperti disiarkan langsung dalam akun resmi YouTube BNPB, dilansir Detik.com, Rabu (18/3/20).
Yuri juga meminta masyarakat tetap tidak panik tetapi waspada, karena menurutnya Pemerintah telah mempersiapkan segala sarana yang dibutuhkan untuk penanganan kasus ini.
Baca juga: Bisa Deteksi Corona dalam 15 Menit, Alat dari China ini Akan Dibeli RI
“Kami sudah bertemu dengan Persatuan Rumah Sakit Indonesia atau Persi dan kita mendiskusikan beberapa hal di antaranya adalah peran sektor swasta. Ada 3 rumah sakit swasta yang sudah mendedikasikan seluruh kapasitas tempat tidurnya dengan total sekitar 300 tempat tidur untuk penanganan kasus COVID-19, yaitu RS Siloam Kelapa Dua, RS Mitra Keluarga Jatiasih, dan RS Hermina Karawang,” jelas Yuri.
Untuk kasus-kasus yang lain akan dipindahkan ke rumah sakit lain.
Sementara jejaring laboratorium yang dapat digunakan untuk melakukan pemeriksaan virus COVID-19 ini adalah jejaring laboratorium Siloam, jejaring laboratorium Kalbe, dan jejaring laboratorium Bunda Group. Yuri pun berharap deteksi dini penemuan cepat kasus dapat dilakukan dengan maksimal.
Kemudian, asosiasi rumah sakit swasta dan perhimpunan seluruh rumah sakit Indonesia memiliki komitmen tinggi untuk mendedikasikan seluruh sarana prasarananya agar masyarakat mendapatkan layanan, perawatan, pemeriksaan COVID-19. Hal itu dengan cara menyiapkan sarana prasarana yang ada, termasuk laboratorium untuk pengambilan sampel sehingga tidak lagi terpaku pada rumah sakit-rumah sakit rujukan yang ditentukan.
Baca juga: Catat, Berikut ini Menteri Jokowi yang Positif dan Negatif Corona
Halaman selanjutnya…










