TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Fraksi NasDem: Intelijen Sibuk Redam Suara Kritis daripada Cegah Teroris

Fraksi NasDem: Intelijen Sibuk Redam Suara Kritis daripada Cegah Teroris

By Joni Sitohang
18 Desember 2022
276
0
Fraksi NasDem: Intelijen Sibuk Redam Suara Kritis daripada Cegah Teroris

TIKTAK.ID – Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai NasDem, Taufik Basari mengatakan bahwa personel di bidang intelijen saat ini banyak ikut campur dengan meredam suara kritis warga, demi menjaga kekuasaan.

Padahal, pria yang akrab disapa Tobas tersebut menyatakan salah satu tugas utama intelijen yakni memantau dan mencegah tindak pidana terorisme yang mengancam kehidupan masyarakat.

“Kalangan masyarakat menilai intelijen kita lebih fokus untuk meredam gerakan kritis dan kebebasan berpendapat demi menjaga kekuasaan, ketimbang mencegah terjadinya tindak terorisme,” ujar Tobas dalam keterangan pers, pada Jumat (16/12/22), seperti dilansir CNN Indonesia.

Baca juga : Grace PSI Tuding Banyak Kader Partainya yang Hengkang ‘Tak Punya Daya Tahan’

Oleh sebab itu, Tobas mengusulkan revisi UU Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara. Tobas menyampaikan hal itu menyusul terjadinya ledakan bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung, pada pekan lalu.

Tobas pun mengaku banyak menerima masukan dari masyarakat mengenai hal tersebut. Dia juga berharap masukan dan kritik masyarakat mendapat perhatian serius. Dia lantas mengingatkan peran intelijen yaitu sebagai pelindung masyarakat, bukan kekuasaan.

Untuk diketahui, berdasarkan hasil penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada 2022, model pengawasan intelijen merujuk UU Intelijen Negara selama ini tidak memadai dalam mendorong intelijen bekerja profesional dan demokratis.

Baca juga : PDIP Tegas Tolak Presiden 3 Periode Maupun Penundaan Pemilu

Oleh sebab itu, Tobas menegaskan revisi UU Intelejen agar masuk program legislasi nasional (prolegnas) perlu dipertimbangkan.

“Tentu masukan dari masyarakat juga diperlukan dalam mengkaji hal ini, sekaligus untuk memberikan pandangan kritis dan evaluatif terhadap kerja intelijen negara,” tutur Tobas.

Tobas melanjutkan bahwa sebagai Ketua Kelompok Fraksi NasDem di Badan Legislasi DPR, dirinya bakal menyampaikan usulan kepada pimpinan Fraksi NasDem dan anggota Fraksi NasDem, terutama di Komisi I DPR.

Baca juga : Anis Matta Minta Nomor Urut Parpol Dihapus Saat Pemilu 2029, Kenapa?

Sebelumnya, terjadi ledakan akibat bom bunuh diri di Kantor Polsek Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (7/12/22), sekitar pukul 08.20 WIB. Menurut Kapolrestabes Bandung, Aswin Sipayung, kejadian itu berlangsung saat para anggota Polsek Astana Anyar tengah melaksanakan apel pagi. Ketika itu, seorang laki-laki tiba-tiba masuk ke Mapolsek sambil mengacungkan senjata tajam dan menerobos barisan apel pagi.

TagsAstana AnyarBandungNasDemTerorisme

Related articles More from author

  • Bantah Tudingan ‘Cawapres Anies Jadi Transaksi Politik’, NasDem Sebut Rocky Gerung Kebanyakan Berasumsi
    Nasional

    Bantah Tudingan ‘Cawapres Anies Jadi Transaksi Politik’, NasDem Sebut Rocky Gerung Kebanyakan Berasumsi

    16 November 2022
    By Joni Sitohang
  • Nasional

    Dukung Kasus Johnny Plate Dibuka Transparan, NasDem Ingatkan Kejagung Tak Tebang Pilih

    19 Mei 2023
    By Joni Sitohang
  • Didepak dari PDIP, Jokowi Sebut Biar Waktu yang Menguji
    Nasional

    Didepak dari PDIP, Jokowi Sebut Biar Waktu yang Menguji

    19 Desember 2024
    By Joni Sitohang
  • Sandiaga Disebut Ikhlaskan Utang Anies 50 Miliar, NasDem: Dua Orang itu Bersahabat
    Nasional

    Sandiaga Disebut Ikhlaskan Utang Anies 50 Miliar, NasDem: Dua Orang itu Bersahabat

    9 Februari 2023
    By Joni Sitohang
  • TIKTAK.ID - Persoalkan Nepotisme dan Inkonsistensi Jokowi, PKS: Ipar Dilarang Nyalon Pilkada, Tapi Gibran Boleh
    Nasional

    Persoalkan Nepotisme dan Inkonsistensi Jokowi, PKS: Ipar Dilarang Nyalon Pilkada, Tapi Gibran Boleh

    2 Agustus 2020
    By Adam Humain
  • Surya Paloh Ngaku Belum Izin PDIP Soal Masuknya Ganjar di Bursa Capres Nasdem
    Nasional

    Surya Paloh Ngaku Belum Izin PDIP Soal Masuknya Ganjar di Bursa Capres Nasdem

    28 Juni 2022
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Zaskia Adya Mecca Ungkap Putrinya Diincar 2 Klub Sepak Bola di London dan Portugal
    Selebriti

    Zaskia Adya Mecca Ungkap Putrinya Diincar 2 Klub Sepak Bola di London dan Portugal

  • Ronaldo Adakan Pertemuan dengan MU, Ini Hasilnya
    Olahraga

    Ronaldo Adakan Pertemuan dengan MU, Ini Hasilnya

  • Usai Koordinasi dengan FIFA, Erick Thohir: Tak Ada Larangan Pengibaran Bendera Palestina di Stadion
    Nasional

    Usai Koordinasi dengan FIFA, Erick Thohir: Tak Ada Larangan Pengibaran Bendera Palestina di Stadion

  • Samsung Rilis Bespoke Refrigerator di Indonesia, Kulkas Pintar dan Stylish
    Teknologi

    Samsung Rilis Bespoke Refrigerator di Indonesia, Kulkas Pintar dan Stylish

  • Grace Natalie Ungkap Pesan Jokowi ke PSI: Netral Saja Dulu, Masih Banyak Drama Jelang Pilpres
    Nasional

    Grace Natalie Ungkap Pesan Jokowi ke PSI: Netral Saja Dulu, Masih Banyak Drama Jelang Pilpres

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.