TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Eks Kasubdit Kemenag Akui Beli Rumah Rp3 M dari Fee Haji Khusus

Eks Kasubdit Kemenag Akui Beli Rumah Rp3 M dari Fee Haji Khusus

By Johan Arif
18 September 2026
0
0
Eks Kasubdit Kemenag Akui Beli Rumah Rp3 M dari Fee Haji Khusus

Rizky Fisa Abadi, mantan Kepala Sub Direktorat Perizinan, Akreditasi, dan Bina Penyelenggaraan Haji Khusus Kementerian Agama (Kemenag) periode 2025-2026, mengakui membeli rumah senilai lebih dari Rp3 miliar. Menurut pengakuannya, dana pembelian aset tersebut berasal dari fee percepatan haji khusus.

Pengakuan itu disampaikan Rizky ketika tampil sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan tahun 2023-2024. Persidangan berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (17/9). Ia memberikan keterangan untuk terdakwa Yaqut Cholil Qoumas, mantan Menteri Agama RI periode 2019-2024, serta tiga terdakwa lainnya.

Rumah Rp3 Miliar Hingga Ruko Rp1 Miliar

Urutan pengakuan Rizky bermula saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menampilkan barang bukti berupa rumah di hadapannya. Menanggapi hal itu, Rizky menjelaskan bahwa rumah tersebut dibelinya pada 2023. Dalam sidang itu, jaksa menggali keterangan seputar aset yang dimiliki saksi beserta sumber dananya.

“Nilainya berapa saat itu?” tanya jaksa di muka persidangan, Kamis (17/9).

“Untuk rumah ini sekitar Rp3 miliar lebih, Pak,” jawab Rizky.

Tidak berhenti pada rumah, Rizky juga mengungkap kepemilikan sebuah ruko senilai Rp1 miliar. Ketika jaksa memastikan asal-usul dananya, ia mengonfirmasi bahwa pembelian itu turut dibiayai fee percepatan.

“(Ruko) Rp1 miliar, sumber keuangannya berasal dari fee percepatan?” tanya jaksa.

“Iya, Pak,” jawabnya.

Rizky lantas menyebut dirinya pernah membeli sebidang tanah pada 2015. Meski begitu, ia memastikan seluruh aset yang disebutkannya kini sudah disita oleh penyidik KPK.

Fortuner Rp550 Juta dan Rumah di Yogyakarta

Keterangan senada juga dilontarkan saksi lain bernama Agus Syafi’i. Ia menjabat sebagai Kasubdit Perizinan, Akreditasi, dan Bina Penyelenggaraan Haji Khusus periode 2023-2024. Syafi’i mengakui telah membeli mobil Fortuner sekaligus rumah menggunakan uang fee percepatan haji khusus.

Jaksa membuka sesi tanya jawab dengan menyoroti mobil Fortuner yang dibeli Syafi’i pada 2024 seharga Rp550 juta.

“Ya, itu mobil hasil dari uang fee percepatan,” ujarnya.

Pembahasan kemudian bergeser ke rumah milik Syafi’i di daerah Yogyakarta yang bernilai sekitar Rp1 miliar. Ia menuturkan bahwa rumah itu dibelinya pada 2024.

“Sekitar Rp1 miliar kalau enggak salah,” katanya.

“Uang berasal dari mana pembelian rumah ini?” tanya jaksa.

“Dari percepatan, (fee) percepatan 2024,” jelasnya.

Konteks Perkara Kuota Haji Tambahan 2023-2024

Sidang Kamis (17/9) tersebut merupakan rangkaian pemeriksaan perkara dugaan korupsi kuota haji tambahan tahun 2023-2024. Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Agama RI periode 2019-2024, menjadi terdakwa bersama tiga orang lainnya dalam perkara ini.

Dari kesaksian dua pejabat Kemenag itu, terungkap bahwa sejumlah aset mulai dari rumah, ruko, tanah, hingga mobil dibiayai memakai uang fee percepatan haji khusus. Sebagian dari aset tersebut kini telah disita penyidik KPK.

Johan Arif
Johan Arif

Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.

Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.

Related articles More from author

  • Calon Panglima TNI Baru Harus Punya Chemistry dengan Prabowo
    Nasional

    Calon Panglima TNI Baru Harus Punya Chemistry dengan Prabowo

    8 Juli 2021
    By Joni Sitohang
  • Menguak Misi Sebenarnya Wacana Amendemen UUD 1945 yang Tuai Polemik
    Nasional

    Menguak Misi Sebenarnya Wacana Amendemen UUD 1945 yang Tuai Polemik

    23 Agustus 2021
    By Joni Sitohang
  • Usulan PDIP Agar Polri Kembali Dibawahi Kemendagri Panen Penolakan
    Nasional

    Usulan PDIP Agar Polri Kembali Dibawahi Kemendagri Panen Penolakan

    4 Desember 2024
    By Joni Sitohang
  • Demokrat AHY Gaungkan Perlawanan Hadapi 'Si Pengganggu' Bernama Yusril
    Nasional

    Demokrat AHY Gaungkan Perlawanan Hadapi ‘Si Pengganggu’ Bernama Yusril

    30 September 2021
    By Joni Sitohang
  • Gibran Buka Suara Usai Luhut Minta Prabowo Tak Bawa Orang Toxic Masuk Pemerintahan
    Nasional

    Gibran Buka Suara Usai Luhut Minta Prabowo Tak Bawa Orang Toxic Masuk Pemerintahan

    11 Mei 2024
    By Joni Sitohang
  • TIKTAK.ID - Luhut Bilang Tak Ada Prosedur yang Ilegal, Info Status 49 TKA China Kian Simpang Siur
    Nasional

    Luhut Bicara Strategi Dunia Industri Tanggapi Instruksi Jokowi Soal Penyiapan Skema New Normal

    25 Mei 2020
    By Joni Sitohang

Berita Menarik Lainnya

  • Bakalan makin panas nih DPR sama tanggapan demokrat sama aksi puan di rapat Omnibus Law, coba deh baca.. https://www.tiktak.id/puan-matikan-mikrofon-legislator-demokrat-saat-bahas-omnibus-law-pengamat-kekanak-kanakan.html
    Nasional

    Demokrat Ungkap Kejanggalan Rapat Pengesahan Omnibus Law, Digelar Mendadak dan Super Cepat

  • Kapolda dan Forkopimda Jateng Dapat Giliran Pertama Vaksinasi Corona
    Nasional

    Kapolda dan Forkopimda Jateng Dapat Giliran Pertama Vaksinasi Corona

  • Gilbert Simanjuntak
    Nasional

    Makna Tugu Sepeda yang Dibangun Anies Dipertanyakan Anggota DPRD DKI

  • Nasional

    Dicap Koalisi Orang Kalah di Pilpres 2019, KAMI: Yang Kalah itu Prabowo Subianto

  • Anies Unjuk Fakta Pencapaian DKI di Forum Internasional
    Nasional

    Anies Unjuk Fakta Pencapaian DKI di Forum Internasional

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.