
TIKTAK.ID – Musisi muda Melanie Subono yang merupakan cucu Presiden ke-3 RI BJ Habibie, mengkritisi pemerintahan Jokowi yang belum berani secara tegas memberlakukan lockdown untuk antisipasi penyebaran Corona di Indonesia.
Padahal, menurut Melanie negara-negara yang cepat berkurang penyebarannya adalah yang berani lockdown.
“Selama kita enggak lockdown, masih terima orang keluar masuk darimana mana, gimana cara monitor penyebarannya? Yang serumah kemarin aja Pemerintah bingung meriksa dan misahinnya, gimana kalau jutaan orang keluar masuk?” ungkap Melanie, Senin (16/3/20) pagi.
Baca juga: Anies Wacanakan Lockdown DKI, Jokowi: Itu Kebijakan Pemerintah Pusat
“Yang takut lockdown artinya mementingkan duit ketimbang kesehatan rakyat. Katanya percaya Tuhan? Katanya rezeki ada yang atur? Kenapa takut hilang, sebentar toh nanti keuntungan akan lebih banyak kalau negara sehat,” sindir Melanie.
Dia mencontohkan betapa mudahnya orang dari luar masuk ke Indonesia. Dia yang baru pulang dari Spanyol, yang notabete negara 10 besar terbanyak Corona, hanya mendapatkan pemeriksaan sederhana di bandara.
“Contoh gue berhasil dari Spanyol kemarin. Sampai sini? Mereka cuma periksa temperatur (padahal penyakit baru akan ketahuan setelah inkubasi 14 hari loh, jelaslah hari pertama enggak ada demam) Dan dari formulir yang gue isi doang, kalau gue isi formulirnya enggak jujur gimana,” bebernya.
Halaman selanjutnya…
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










