TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›China: AS Adalah Pencuri Nomor Satu di Dunia

China: AS Adalah Pencuri Nomor Satu di Dunia

By William Putra Wijaya
4 Juni 2021
437
0
China: AS Adalah Pencuri Nomor Satu di Dunia

TIKTAK.ID – Kementerian Luar Negeri China menyampaikan teguran keras terhadap praktik intelijen Amerika Serikat, setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel menuntut jawaban soal laporan bahwa Washington menggunakan intelijen Denmark untuk memata-matai para pemimpin sekutunya.

Dilansir RTnews, Jubir Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin pada Kamis (3/6/21) mengklaim bahwa AS adalah pencuri rahasia nomor satu di dunia dan dengan senang hati mengintai sekutunya menggunakan spektrum teknik yang luas.

Wang melanjutkan bahwa, laporan media baru-baru ini tentang pemantauan AS terhadap sekutu Eropanya hanyalah puncak gunung es dari jaringan kerahasiaan global besar Washington. Ia juga menambahkan bahwa masyarakat internasional perlu meminta pertanggungjawaban Amerika.

Ia mengklaim bahwa apa yang disebut “jaringan bersih”, sebuah platform yang diusulkan oleh Pemerintahan Trump yang dimaksudkan untuk melindungi dari intrusi agresif oleh aktor-aktor jahat, hanyalah tipu muslihat untuk mengonsolidasikan monopoli AS atas teknologi.

Juru bicara itu mengatakan bahwa sementara AS telah melakukan operasi rahasia, menguping dunia, termasuk sekutunya, AS juga secara tidak masuk akal menekan negara dan entitas komersial lain dengan alasan yang disebut sebagai “keamanan nasional”.

“Ini sepenuhnya mengekspos kemunafikan AS,” katanya.

Pada Senin kemarin, Macron dan Merkel meminta Washington untuk memberikan penjelasan atas laporan bahwa AS telah mematai-matai sekutunya dengan bantuan Denmark.

“Ini tidak dapat diterima di antara sekutu,” kata Macron pada konferensi pers. “Tidak ada ruang untuk kecurigaan di antara kami.”

Badan Keamanan Nasional AS (NSA) dilaporkan menggunakan Badan Intelijen Pertahanan Denmark untuk memata-matai pejabat senior Prancis, Jerman, Norwegia, dan Swedia dari 2012 hingga 2014. Klaim tersebut dibuat oleh penyiar radio Danmarks, Denmark, setelah dilakukan penyelidikan internal oleh Badan Intelijen Pertahanan Denmark.

Berbicara kepada outlet media lokal Ritzau, Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen mengklaim bahwa, terlepas ada kekhawatiran di antara para sekutu Denmark di Eropa, ia menyarankan untuk memulihkan hubungan dengan Prancis dan Jerman.

“Dialog sedang berlangsung antarnegara bagian,” ujar Frederiksen.

Sementara, Gedung Putih tidak membantah laporan mata-mata itu, namun mereka berusaha memperbaiki hubungan dengan sekutu-sekutunya. Gedung Putih menawarkan kerja sama dengan sekutunya, termasuk negara-negara yang dilaporkan dimata-matai, serta meyakinkan mereka dan menjawab pertanyaan apa pun yang mungkin mereka miliki mengenai masalah keamanan.

Ini bukan pertama kalinya AS dituduh memata-matai para politisi Eropa. Pada 2013, whistleblower dan mantan kontraktor NSA Edward, Snowden mengaku bahwa NSA telah menyadap telepon Merkel.

TagsAmerika SerikatChinaDenmarkIntelijen ASKementerian Luar Negeri ChinaPrancis

Related articles More from author

  • Taiwan Nyatakan Siap Berdialog dengan China
    Internasional

    Taiwan Nyatakan Siap Berdialog dengan China

    14 Juni 2022
    By William Putra Wijaya
  • Jubir Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova
    Internasional

    Rusia: Jerman Masih ‘Dijajah’ AS

    16 Februari 2022
    By William Putra Wijaya
  • Beijing Lawan CIA dengan ‘Perang Rakyat’
    Internasional

    Beijing Lawan CIA dengan ‘Perang Rakyat’

    23 Oktober 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Pertemuan Putin dan Biden Tak Banyak Capai Kemajuan
    Internasional

    Pertemuan Putin dan Biden Tak Banyak Capai Kemajuan

    18 Juni 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Dampak Paling Ngeri Bagi Indonesia Bila Terjadi Perang Dunia III
    Berita Unik

    Dampak Paling Ngeri Bagi Indonesia Bila Terjadi Perang Dunia III

    7 Januari 2020
    By Burhan Adiatma
  • AS Paksakan Sanksi terhadap Iran, Dunia Menolak
    Internasional

    AS Paksakan Sanksi terhadap Iran, Dunia Menolak

    23 September 2020
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Kanker Darah Karena Keturunan
    Tips & Tutorial

    Ini Jenis Kanker yang Bisa Disebabkan Faktor Keturunan

  • Rayakan Pesta Juara, Ribuan Suporter Liverpool Disebut Lakukan Tindak Kriminal
    Olahraga

    Rayakan Pesta Juara, Ribuan Suporter Liverpool Disebut Lakukan Tindak Kriminal

  • Polisi Jerman Gerebek Rumah Teroris yang Diduga Terlibat Serangan Teror Wina
    Internasional

    Polisi Jerman Gerebek Rumah Teroris yang Diduga Terlibat Serangan Teror Wina

  • TIKTAK.ID - Anies Bantah Jokowi Soal Penyebab Banjir Jakarta
    Nasional

    Anies Bantah Jokowi Soal Penyebab Banjir Jakarta

  • Anak Presiden Jadi Wakil Presiden, Gibran Ikuti Jejak Megawati?
    Nasional

    Anak Presiden Jadi Wakil Presiden, Gibran Ikuti Jejak Megawati?

Artikel Terbaru

  • Cara Mengatasi Varises secara Alami dan Kapan ke Dokter 29 September 2026
  • The Classroom Ajak Ditjen Hortikultura Kementan Jajal Podcast di detikPagi 29 September 2026
  • Cara Mengatasi WiFi HP Lemot dan Tidak Stabil dengan Mudah 29 September 2026
  • KPK Diminta Usut Aliran Dana Rp2,94 M di Kasus Suap Proyek Bekasi 29 September 2026
  • Cara Meredakan Bau Mulut secara Alami dengan Kebiasaan Sederhana 29 September 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (59)
  • Keuangan (10)
  • Kuliner (1,058)
  • Nasional (7,944)
  • Olahraga (1,135)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,222)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.