TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Aktivis Senior Pergerakan: Biarkan Moeldoko Seenaknya Kudeta Demokrat, Sama Halnya Ajari Rakyat Kudeta Pemerintahan

Aktivis Senior Pergerakan: Biarkan Moeldoko Seenaknya Kudeta Demokrat, Sama Halnya Ajari Rakyat Kudeta Pemerintahan

By Johan Arif
8 Maret 2021
515
0
Aktivis Senior Pergerakan: Biarkan Moeldoko Seenaknya Kudeta Demokrat, Sama Halnya Ajari Rakyat Kudeta Pemerintahan

TIKTAK.ID – Jagat perpolitikan Indonesia heboh. Pengambilalihan kepemimpinan partai politik yang sah tanpa mengindahkan konstitusi alias AD/ART yang telah disahkan negara, dilakukan oleh pejabat tinggi pemerintahan, bukan anggota atau pengurus partai tersebut.

Gerakan ini sangat tepat dikatakan sebagai kudeta. Mengerahkan pasukan tak bertuan. Sewaan. Kerahkan amunisi. Mudah.

Demikian disampaikan pengamat kebijakan publik yang juga aktivis senior pergerakan 77-78, Syafril Sjofyan menanggapi gerakan secara sepihak yang diklaim sebagai Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Menurut Syafril Sjofyan, cara ini jika berhasil akan menjadi pelajaran dan preseden buruk. Dan di kemudian hari bisa menjadi kebiasaan bagi pemegang kekuasaan, siapa pun nanti yang akan berkuasa.

“Untuk nanti bisa saja terjadi kepada PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Nasdem dan lainnya. Terlepas banyaknya partai di Indonesia dibangun secara olikargi atau garis kekeluargaan dan bisnis yang kental. Akibatnya beberapa kader merasa tidak puas sangat potensial untuk dijadikan bahan bakar perpecahan bagi masuknya kepentingan kekuasaan dari pejabat negara yang haus kuasa dan kurang bermoral,” tuturnya.

Syafril Sjofyan pun mengutip Yudi Latif yang menulis: “Rendahnya literasi moral membuat orang menghalalkan segala cara untuk meraih kedudukan. Sumpah dan keimanan disalah gunakan. Orang-orang berlomba mengkhianati sesama dan negaranya”.

Jelas Syafril Sjofyan, kebanyakan parpol di Indonesia yang dilahirkan dengan dasar ketokohan seseorang, jika tokohnya tidak berkuasa atau tidak dekat dengan si pemegang kekuasaan, gampang diambil alih seperti dengan cara kudeta yang dilakukan Moeldoko lewat KLB Sibolangit.

Tidak itu saja, pelajaran tersebut juga dapat dilakukan dalam melakukan kudeta terhadap pemerintahan yang berkuasa, tanpa perlu mengindahkan konstitusi.

“Di samping pelajaran kudeta Sibolangit, walaupun tidak ada korelasinya, kudeta Myanmar juga dapat dijadikan pelajaran. Cara mengambil alih suatu pemerintahan,” ucap Syafril Sjofyan.

“Silakan belajar. Siapa yang minat,” pungkas dia menambahkan.

TagsDemokratKudetaMoeldokoSyafril Sjofyan

Related articles More from author

  • Demokrat Tanggapi NasDem Soal Usulan Gibran Ngantor di IKNDemokrat Tanggapi NasDem Soal Usulan Gibran Ngantor di IKN
    Nasional

    Demokrat Tanggapi NasDem Soal Usulan Gibran Ngantor di IKN

    5 Agustus 2025
    By Joni Sitohang
  • Demokrat Sebut Jokowi Ajak Perang Rakyat, Gerindra Beri Balasan
    Nasional

    Demokrat Sebut Jokowi Ajak Perang Rakyat, Gerindra Beri Balasan

    11 Mei 2023
    By Joni Sitohang
  • Gugatannya Soal AD/ART Demokrat Ditolak MA, Yusril: Tugas Saya Selesai
    Nasional

    Gugatannya Soal AD/ART Demokrat Ditolak MA, Yusril: Tugas Saya Selesai

    11 November 2021
    By Joni Sitohang
  • Luhut Sebut Dirinya Tak Mungkin Maju Capres karena Bukan Orang Jawa
    Nasional

    Saat PDIP-Demokrat Kompak Kritik Tajam Luhut Soal Penundaan Pemilu

    18 Maret 2022
    By Joni Sitohang
  • Gugatan Demokrat KLB ke Menkum HAM Disebut Bukan Inisiatif Moeldoko
    Nasional

    Gugatan Demokrat KLB ke Menkum HAM Disebut Bukan Inisiatif Moeldoko

    27 Juni 2021
    By Joni Sitohang
  • Geram 34 TKA China Masuk Indonesia Saat PPKM, Demokrat: Pemerintah Main-main dengan Nyawa Rakyat
    Nasional

    Geram 34 TKA China Masuk Indonesia Saat PPKM, Demokrat: Pemerintah Main-main dengan Nyawa Rakyat

    10 Agustus 2021
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Mendag Bongkar Metode Mafia Minyak Goreng
    Nasional

    Mendag Bongkar Metode Mafia Minyak Goreng

  • Film 'Jo Sahabat Sejati', Kuda Jadi Tokoh Utama
    Selebriti

    Film ‘Jo Sahabat Sejati’, Kuda Jadi Tokoh Utama

  • Ketua Baitul Muslimin Indonesia: Wali Kota Bandung Suburkan Intoleransi
    Nasional

    Ketua Baitul Muslimin Indonesia: Wali Kota Bandung Suburkan Intoleransi

  • RIP Kobe Bryant dan Gianna
    Olahraga

    Kabar Duka untuk Fans Berat NBA: Kobe Bryant, Selamat Jalan

  • Ustaz Abdul Somad Tegaskan Dukungan, Jadi Jurkam AMIN?
    Nasional

    Ustaz Abdul Somad Tegaskan Dukungan, Jadi Jurkam AMIN?

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.