
TIKTAK.ID – Tahun ini Forbes kembali merilis daftar 50 orang terkaya di Indonesia. Daftar tersebut dirilis oleh Forbes setiap tahun.
Kali ini terdapat nama dua saudara kandung Menteri Kabinet Indonesia Maju. Nama pertama yaitu Hashim Djojohadikusumo, adik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Kedua, terdapat nama Garibaldi Thohir atau yang biasa disapa Boy Thohir, kakak Menteri BUMN Erick Thohir.
Jika kekayaan keduanya dibandingkan, siapa yang lebih tajir?
Baca juga: Catat! Tahun 2020 Jokowi Janji Bagikan Rp1,8 Juta Rupiah per Tahun per KK
Bukan kali ini saja Hashim Djojohadikusumo masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Ia telah lama masuk dalam daftar, namun tahun ini ia menempati posisi ke-40 orang terkaya Indonesia.
Penyuka barang antik tersebut merupakan pemilik Arsari Group. Perusahaan miliknya itu bergerak di berbagai sektor, mulai dari kelapa sawit, pertambangan, industri kertas, dan jasa logistik. Kekayaan Hasyim tercatat sebesar US$800 juta atau sekitar Rp11,2 triliun.
Berbeda dengan Prabowo yang terjun ke dunia militer dan politik, Hashim justru berkecimpung di dunia usaha. Awalnya, Hashim sempat magang di perusahaan ayahnya PT Indoconsult Associates. Setelah itu, anak bungsu dari begawan ekonomi Sumitro Djojohadikoesoemo itu lebih memilih membangun bisnisnya sendiri.
PT Era Persada merupakan perusahaan pertama yang dirintis Hashim. Saat krisis moneter 1998, perusahaan tersebut ikut terdampak sehingga sempat dijual.
Halaman selanjutnya…
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










