Tag: Hashim Djojohadikusumo

  • PDIP: Jokowi Lagi Getol Pencitraan, Bikin Kesan dan Opini Dirinya Masih Sangat Berpengaruh

    PDIP: Jokowi Lagi Getol Pencitraan, Bikin Kesan dan Opini Dirinya Masih Sangat Berpengaruh

    TIKTAK.ID – Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Guntur Romli, mengatakan bahwa Presiden Indonesia ke-7, Joko Widodo (Jokowi) masih membangun opini politik pencitraan dengan mengundang Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo Subianto. Guntur menganggap Jokowi ingin membuat kesan masih berpengaruh dalam politik di Indonesia.

    “Jokowi membungkus pertemuan tersebut sebagai pertemuan politik untuk terus membentuk opini bahwa Jokowi masih sangat berpengaruh,” ungkap Guntur lewat aplikasi perpesanan WhatsApp pada Minggu (9/3/25), seperti dilansir Tempo.co.

    Guntur menilai opini tersebut dibentuk oleh Jokowi juga dengan mengundang sejumlah tokoh, seperti pengusaha dan wartawan, untuk bertemu dengannya di Solo. Dia mengatakan wartawan seperti Najwa Shihab diundang oleh Jokowi ke Solo, serta wartawan-wartawan di sekitar rumah Jokowi.

    Baca juga : Pertamina Lagi, Kali ini Soal Monopoli LPG dengan Keuntungan 10 Kali Lipat

    “Selain itu, orang-orang yang berziarah ke Masjid Syeikh Zayed di Solo ditawarkan dan diajak ke rumah Jokowi,” tutur mantan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut.

    Dari analisis itu, Guntur menduga Jokowi hendak menggalang kekuatan massa demi kepentingannya, keluarganya, dan kroninya.

    “Jadi sebenarnya tak penting substansi pertemuan itu, melainkan kesan dan opini yang dibangun dari pertemuan itu yakni politik pencitraan pengaruh Jokowi,” jelas Guntur.

    Sebelumnya, Hashim menemui Jokowi di kediamannya di Gang Kutai 1 Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (7/3/25). Pertemuan tersebut berlangsung secara tertutup.

    Baca juga : Wacana Pansus Pertamina Mendadak Tiarap, Komisi XII DPR Tegaskan Percaya Penuh Kejagung

    Pertemuan Jokowi dengan Hashim yang kini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi itu berlangsung sekitar 2,5 jam. Saat ditemui oleh awak media usai pertemuan, Hashim mengeklaim datang ke Solo atas undangan Jokowi.

    “Ya, saya mendapatkan kehormatan dari Pak Jokowi, saya diundang,” kata Hashim.

    Menurut Hashim, dalam pertemuan tersebut dirinya bertukar pikiran dengan Jokowi mengenai banyak hal, khususnya negara dan bangsa. Ia pun mengaku mendapat nasihat dari Jokowi.

    “Kami banyak bertukar pikiran. Saya mendapatkan banyak nasihat dan saya kira nasihat yang sangat berharga. Saya kira ini silaturahmi,” ucap Hashim.

    Baca juga : Adik Prabowo Datangi Kediaman Jokowi di Solo, Agenda Apa? 

    Akan tetapi, Hashim enggan membocorkan isi pembicaraan tersebut.

    “Ya itu antara saya dengan Pak Jokowi,” imbuhnya.

  • Adik Prabowo Datangi Kediaman Jokowi di Solo, Agenda Apa?

    Adik Prabowo Datangi Kediaman Jokowi di Solo, Agenda Apa?

    TIKTAK.ID – Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto untuk Energi dan Lingkungan Hidup, Hashim Djojohadikusumo, diketahui menyambangi kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah. Dalam pertemuan itu, Jokowi mengeklaim membicarakan soal banyak hal dengan adik kandung Presiden Prabowo Subianto tersebut.

    “Ya berbicara mengenai banyak hal, tapi tidak ada yang berkaitan dengan politik,” ujar Jokowi di Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (7/3/25), seperti dilansir Republika.co.id.

    Jokowi menjelaskan, salah satu yang dibicarakan adalah terkait kondisi dan situasi ekonomi bangsa.

    Baca juga : Jokowi Jadi Dewan Pembina Ormas Rampai Nusantara

    “Khususnya berkaitan dengan situasi ekonomi yang perlu diinjeksi dari segala sudut, supaya target pertumbuhan ekonomi bisa tercapai,” imbuh Jokowi.

    Kemudian pada kesempatan tersebut, Hasyim turut menyampaikan rencana Presiden Prabowo yang ingin segera bertemu dengan Jokowi.

    “Ya disampaikan oleh Pak Hashim, tapi tidak tahu kapan, kan Presiden sangat sibuk,” terang Jokowi.

    Terkait hal itu, Hashim pun menyampaikan salam dari Prabowo untuk Jokowi.

    Baca juga : Tuding Kenaikan Pangkat Seskab Teddy Sangat Politis, Imparsial Desak Dibatalkan

    “Tadi malam saya lapor ke Pak Prabowo bakal silaturahmi dengan Pak Jokowi, lalu Pak Prabowo kirim salam hangat, salam hormat. Harapannya dapat segera bertemu dengan Pak Jokowi,” jelas Hashim.

    Lantas saat disinggung mengenai hal yang dibicarakan pada pertemuan tersebut, Hashim enggan berbicara banyak. Dia hanya mengatakan salah satu yang dibicarakan tentang iklim dan energi.

    “Ya antara lain ya, kami bicara soal banyak hal. Tukar banyak pikiran, kami ada banyak hal yang menyangkut negara dan bangsa,” ucap Hashim.

    Baca juga : Panggil Sejumlah Konglomerat ke Istana, Apa Langkah Prabowo?

    Tak hanya itu, Hashim mengaku memperoleh nasihat berharga dari Jokowi. Meski begitu, ia enggan menyampaikan isi nasihat tersebut.

    “Saya kira itu antara saya dengan Pak Jokowi. Saya banyak mendapatkan nasihat yang berharga,” kata Hashim.

    Di sisi lain, pengamat politik menilai pertemuan tersebut memberi tanda bahwa Jokowi punya posisi istimewa di Pemerintahan Prabowo. Menurut peneliti politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, Jokowi dan Prabowo memiliki kedekatan. Dia pun menyebut Jokowi memiliki posisi istimewa dengan Presiden Prabowo.

    Baca juga : Guntur Romli Sebut Jokowi Ingin Bentuk Partai Super Terbuka untuk Amankan Kaesang di PSI

    “Sebab, pada saat yang bersamaan tidak ada pertemuan dengan mantan-mantan presiden yang lain, tak ada pertemuan dengan SBY apalagi pertemuan dengan Mega, gelap gulita dengan Mega,” ungkap Adi pada Sabtu, (8/3/25), mengutip detikcom.v

  • Sebut Gibran Ideal Dampingi Prabowo di 2024, Hashim: Tergantung Putusan MK

    Sebut Gibran Ideal Dampingi Prabowo di 2024, Hashim: Tergantung Putusan MK

    TIKTAK.ID – Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo membocorkan beberapa nama yang berpeluang kuat menjadi calon wakil presiden (Cawapres) Prabowo Subianto. Adik kandung Prabowo tersebut mengungkapkan, salah satunya yaitu Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

    “Terkait sosok Cawapres Pak Prabowo, saya kira pertama bukan rahasia lagi bahwa Mas Gibran merupakan salah satu bakal calon wakil presiden, kan ada beberapa (nama) lainnya ya,” ujar Hashim di Surabaya saat Konferensi Pers acara Millenial Fest 08 di Grand City Surabaya, pada Jumat (29/9/23), seperti dilansir detik.com.

    Kemudian Hashim secara khusus menyinggung peluang Gibran menjadi Cawapres Prabowo. Dia menyatakan bahwa putusan MK terkait batas usia minimal Capres-Cawapres bakal menjadi penentu.

    Baca juga : Ganjar Janji Percepat Kebijakan ‘Menuju Indonesia Emas 2045’ ala Jokowi 

    “Apakah ideal Mas Gibran? Semua itu tergantung pada keputusan MK yang kita nantikan. Saya kira semua (nama) ideal,” tutur Hashim.

    Hashim mengakui kalau Gibran memang masih muda. Meski begitu, dia menilai bila dipasangkan dengan Prabowo, akan saling melengkapi.

    “Mas Gibran membawa tiket apa? Satu, dia itu merupakan politikus muda, sementara Pak Prabowo politikus senior berusia 72 tahun yang penuh dengan pengalaman manis dan pahit. Jadi saya kira itu ideal,” terang Hashim.

    Baca juga : Anies-Cak Imin ke Petamburan Sambangi Rizieq, Galang Dukungan Pilpres?

    “Kita semua harus ada pengalaman pahitnya, jangan hanya pengalaman manis. Mas Gibran kan usia 36 tahun ya kalau tidak salah, ini bisa seimbang, saya kira bagus lah. Pengalaman, mungkin Mas Gibran masih kurang pengalaman. Tapi nanti kan jadi Wapres 5 tahun atau bahkan lebih bisa bertambah pengalamannya. Jadi saya kira itu idealnya,” sambung Hashim.

    Sebelumnya, Hashim juga menyinggung nama lain yang juga memiliki peluang jadi pendamping Prabowo di Pilpres 2024. Selain Gibran, terdapat nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Menteri BUMN Erick Thohir, hingga Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

    “Saya kira sudah bukan rahasia lagi, ada namanya Pak Erick Thohir, Mbak Khofifah Ibu Gubernur (Jatim) dan mungkin ada (nama) lain-lain. Namun saya kira, tentu juga ada Pak Airlangga Hartarto (Ketum Golkar) dari partai pengusung,” jelas Hashim.

  • Gerindra Klaim PAN dan Golkar Bakal Usung Prabowo di Pilpres 2024

    Gerindra Klaim PAN dan Golkar Bakal Usung Prabowo di Pilpres 2024

    TIKTAK.ID – Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan bahwa Partai Golkar dan PAN bakal mendukung kakaknya, Prabowo Subianto dalam ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

    “Terus, saat ini yang sudah cenderung sangat cenderung mendukung Prabowo adalah PAN, dan yang saya tahu karena saya juga hadir, dari Golkar,” ujar Hashim dalam acara relawan lewat siaran Zoom meeting, pada Kamis (10/8/23), seperti dilansir CNN Indonesia.

    Hashim menjelaskan bahwa Prabowo sempat menerima kunjungan dari Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto beberapa pekan lalu, ditemani Sekretaris Jenderal, Lodewijk Freidrich Paulus dan Bendahara Umum, Dito Ganinduto.

    Baca juga : PKS Yakin AHY Tak Akan Bawa Demokrat Gabung ke PDIP

    Hashim sendiri mengaku turut hadir dalam pertemuan tersebut, walaupun tidak ikut dalam diskusi intens di antara mereka. Dia mengatakan setelah pertemuan, sejumlah elite kedua partai menunjukkan senyum sumringah. Dia lantas mengeklaim rencana dukungan PAN dan Golkar kepada Prabowo bahkan sudah mendapat restu dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

    “Ketika keluar, dan sinyal dan semua senyum-senyum, Pak Prabowo, Pak Muzani, senyum-senyum. Pak Airlangga, Pak Lodewijk dan Pak Dito juga tersenyum,” ucap Hashim.

    “Ternyata, mereka menyatakan ingin mendukung Pak Prabowo. Dan seizin dan restu dari Pak Jokowi. Itu yang saya bisa katakan,” sambung Hashim.

    Baca juga : Dukung AHY Jadi Cawapres Anies, Yenny Wahid: Udah Paling Pas

    Sementara itu, Ketua DPP PAN, Saleh Partaonan Daulay tidak menampik pernyataan Hashim mengenai kabar partainya hampir dipastikan mendukung Prabowo. Dia memaparkan bahwa sikap resmi PAN akan diumumkan pada waktunya.

    Saleh mengeklaim partainya saat ini tengah mempersiapkan Pemilihan Legislatif (Pileg), sambil memantau dinamika politik yang berkembang. Dia pun menilai masih ada waktu sampai partai benar-benar sudah mengambil keputusan.

    “Mengenai Pilpres, tentu sangat kami perhatikan. Namun masih cukup waktu untuk mendalami dinamika politik yang ada,” jelas Saleh.

    Baca juga : Sandiaga Tanggapi Isu Ketidakpastian Dirinya Jadi Pendamping Ganjar di Pilpres 2024

    Di sisi lain, Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, turut mengomentari kabar partai berlambang Pohon Beringin itu akan mendukung Prabowo dalam Pilpres 2024.

    “Bisa sampai bulan September juga,” jawab Airlangga saat dikonfirmasi soal dukungan kepada Prabowo akan disampaikan pada bulan ini, mengutip CNBCIndonesia.com, Rabu (9/8/23).

  • Adik Prabowo Garap Sejumlah Proyek di IKN Nusantara, Berapa Nilainya?

    Adik Prabowo Garap Sejumlah Proyek di IKN Nusantara, Berapa Nilainya?

    TIKTAK.ID – Arsari Group, salah satu perusahaan milik adik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo mengklaim sudah punya sejumlah proyek yang akan dikerjakan di kawasan dekat Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur.

    Hashim mengaku pada 2007 telah membeli tanah seluas 265.000 hektar (ha) di dekat Balikpapan. Dia mengatakan membeli tanah tersebut dari perusahaan kayu dan yang bergerak di sektor kehutanan dari Amerika Serikat (AS).

    “Saya beli saat 2007, termasuk komplek yang ada dermaga untuk menampung kapal-kapal besar mengangkut kayu,” kata Hashim kepada awak media, Selasa (8/2/22), seperti dilansir CNBC Indonesia.

    Baca juga : Wagub Riza Singgung Dampak Positif Pemindahan Ibu Kota untuk Jakarta

    Kemudian pada 2013, Hashim memutuskan melepaskan seluas 93.000 ha untuk masyarakat dan Pemda setempat berupa Hak Pengelolaan Lahan (HPL) gratis. Artinya, masyarakat boleh memakai lahan itu seperlunya, dengan seizin dari Kepala Daerah yang menjabat.

    Kini lahan yang dimiliki Hashim adalah Hak Pengusahaan Hutan (HPH) seluas 172.000 ha. Dia memanfaatkan tanah tersebut untuk melakukan reboisasi atau penanaman kembali pohon dan konservasi lahan hutan.

    Selain reboisasi, Hashim punya sejumlah proyek lain, yang beberapa di antaranya juga bersinggungan dengan pembangunan IKN Nusantara di Kalimantan Timur.

    Baca juga : Begini Kronologi Sengketa Desa Wadas Berujung Represi Aparat Versi Ganjar

    Hashim memaparkan, bakal mengelola pusat suaka untuk Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) yang berlokasi di daerah Kenangan, Kalimantan Timur.

    Hashim juga menggarap proyek air bersih, yang kemungkinan juga akan dialirkan ke IKN Nusantara. Dia menyebut nilai proyek air bersih yang dikembangkan PT Arsari Tirta Pradana tersebut mencapai hingga US$ 330 juta.

    Menurutnya, proyek pengembangan air bersih ini sudah berlangsung sejak 2015-2016. Untuk itu, dia menegaskan proyek air bersih di Kaltim ini telah ada sebelum adanya rencana Pemerintahan Presiden Joko Widodo menetapkan Kaltim sebagai IKN baru.

    Baca juga : AHY Pasang ‘Kuda-kuda’ Jelang Pemilu 2024

    Hashim berencana mengalirkan proyek air bersih itu ke berbagai kota di Kaltim. Di antaranya Balikpapan, Samarinda, Bangun, Tenggarong, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan berbagai industri yang ada di sekitarnya.

    Tidak hanya itu, Hashim sedang merencanakan proyek biofuel dengan perusahaan asal Amerika Serikat, LanzaTech. Dia mengklaim ditunjuk oleh LanzaTech untuk menjadi provider teknologi. Biorefinery sendiri adalah bidang terbarukan yang mengubah bahan baku (seperti tanaman, limbah kehutanan, dan proses- proses lain dengan-produk dan limbah) ke biomaterial yang berguna, biokimia dan bahan bakar bio dalam satu fasilitas terpadu.

    “Mereka akan saya berikan mandat untuk merancang Biorefinery-nya, dan biorefinery-nya saya sudah hitung, tergantung beberapa parameternya. Bisa sampai US$ 200 juta hingga US$ 250 juta,” jelas Hashim.

    Baca juga : Jokowi Resmikan Holding Danareksa, Untuk Apa?

    “Jika kita perluas lagi, bisa sampai US$ 350 juta. Itu biorefinery terpisah dari air bersih, namun dua-duanya dimiliki perusahaan yang sama,” sambungnya.

  • Reaksi Susi Disebut Keliru Larang Ekspor Benih Lobster oleh Adik Prabowo

    Reaksi Susi Disebut Keliru Larang Ekspor Benih Lobster oleh Adik Prabowo

    TIKTAK.ID – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti, buka suara terkait tudingan adik kandung Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, mengenai kebijakan larangan ekspor benih bening lobster yang merugikan masyarakat. Sebelumnya, Hashim sempat menyatakan bahwa kebijakan Susi itu keliru.

    “Luar biasa!!!!!!,” cuit Susi melalui akun Twitter pribadinya, @susipudjiastuti, Jumat, 4 Desember 2020, seperti dilansir Tempo.co.

    Kemudian Susi melengkapi cuitannya dengan ikon wajah terkejut. Kicauan itu pun ia timpali dengan ikon wajah yang menutup mulut. “Susi keliru!!!!” kata Susi..

    Baca juga : Resep Bubur Jali, Makanan Tradisional Betawi yang Makin Langka

    Seperti telah diberitakan, melalui konferensi pers dengan wartawan, Hashim mengaku sangat mendukung kebijakan budi daya dan ekspor lobster. Pasalnya, ia menilai Indonesia memiliki potensi produk kelautan yang sangat besar. Hashim menyebut kebijakan Susi saat masih menjabat Menteri KKP untuk melarang ekspor benih lobster tidak tepat.

    “Sangat setuju (budi daya dan ekspor lobster), karena kami mau Indonesia menjadi super power, adikuasa kelautan. Masak kita menyerahkan kepada Vietnam. Saya enggak rela, enggak setuju,” terang Hashim.

    Menurut Hashim, pelarangan budi daya dan ekspor justru banyak merugikan nelayan. Ia mengatakan telah mendapat masukan dari para pakar. Hashim menganggap saat Susi menjabat, banyak nelayan ditangkap dan usaha budi daya tutup, seperti di Jawa Barat, Jawa Timur, NTT, NTB.

    Baca juga : Mensos Korupsi Dana Bansos Covid-19, KPK Ancam Eksekusi Mati

    Halaman selanjutnya…

  • Hashim: Prabowo Marah Besar Dikhianati Edhy ‘Si Anak Pungut dari Selokan’

    Hashim: Prabowo Marah Besar Dikhianati Edhy ‘Si Anak Pungut dari Selokan’

    TIKTAK.ID – Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra, Hashim Djojohadikusumo menyebut Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto sampai menyebut mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo “anak yang dipungut dari selokan”. Menurut Hashim, pernyataan itu terlontar karena Prabowo saking marahnya terhadap Edhy.

    “Dia (Prabowo) bilang ke saya kalau sangat kecewa dengan anak yang dia angkat dari selokan 25 tahun lalu,” ujar Hashim dalam konferensi pers di sebuah kafe di Jakarta Utara, seperti dilansir Kompas.com dari Tribunnews.com, Jumat (4/12/20).

    Menurut Hashim, kakaknya itu marah besar dan merasa dikhianati Edhy. Apalagi, kata Hashim, Prabowo yang sejak awal menampung dan membiayai hidup Edhy ketika Edhy sudah tak lagi berdinas di TNI. Prabowo juga menyekolahkan Edhy dan mengajak Edhy saat mengasingkan diri ke Yordania, tak lama setelah Presiden Suharto lengser akibat Reformasi 1998. Hashim pun mengaku ia sudah mengingatkan Edhy untuk membuka izin ekspor benih lobster seluas-luasnya kepada para pengusaha.

    Baca juga : Polemik Ekspor Benih Lobster, Adik Prabowo Salahkan Kebijakan Susi Pudjiastuti

    “Tahun lalu saya sudah bilang, berapa kali saya wanti-wanti saya usulkan untuk memberikan izin sebanyak-banyaknya. Saksi hidupnya banyak di belakang saya,” ucap Hashim.

    “Ketika itu, saya bilang, ‘Ed (Edhy Prabowo) buka saja sampai 100 karena Prabowo tidak mau monopoli. Saya juga tidak suka monopoli dan Partai Gerindra pun tidak suka monopoli’,” terang adik kandung Prabowo ini.

    Seperti diketahui, dalam kasus tersebut Edhy Prabowo diduga telah menerima uang hasil suap terkait izin ekspor benih lobster. Suap tersebut disebut sebanyak Rp3,4 miliar melalui PT Aero Citra Kargo (PT ACK) dan 100.000 dollar AS dari Direktur PT Dua Putra Perkasa (PT DPP) Suharjito.

    Baca juga : Kabar Buruk dari Jokowi, Indonesia Bakal Hadapi Ledakan Pengangguran

    Kemudian PT ACK diduga telah menerima uang dari beberapa perusahaan eksportir benih lobster. Sebab, ekspor hanya dapat dilakukan melalui perusahaan tersebut dengan biaya angkut Rp1.800 per ekor. Tidak hanya itu, uang tersebut salah satunya dari PT DPP yang mentransfer uang sebesar Rp731.573.564 agar memperoleh penetapan kegiatan ekspor benih lobster.

  • Polemik Ekspor Benih Lobster, Adik Prabowo Salahkan Kebijakan Susi Pudjiastuti

    Polemik Ekspor Benih Lobster, Adik Prabowo Salahkan Kebijakan Susi Pudjiastuti

    TIKTAK.ID – Pengusaha nasional yang juga adik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo mengomentari polemik ekspor benih lobster yang belakangan ramai diperbincangkan publik. Hashim sendiri telah beberapa kali dikaitkan dengan polemik ekspor benur. Perusahaannya, PT Bima Sakti Mutiara, dianggap menjadi salah satu perusahaan yang mengajukan izin ekspor di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

    Hashim menyatakan kebijakan larangan ekspor benih bening lobster di era Menteri KKP Susi Pudjiastuti merupakan kebijakan yang keliru. Ia menilai kebijakan Susi dalam melarang ekspor benur salah karena justru merugikan nelayan dan pembudidaya.

    “Menteri lama itu keliru. Masa kita dilarang ekspor dan budi daya. Menurut saya, banyak orang Indonesia itu yang berpotensi superpower, produk kelautan kita yang besar, bukan Vietnam. Jadi kebijakan menteri lama ini keliru,” ujar Hashim, seperti dilansir Kompas.com dari Kontan, Sabtu (5/12/20).

    Baca juga : Kabar Buruk dari Jokowi, Indonesia Bakal Hadapi Ledakan Pengangguran

    Kemudian pemilik kelompok bisnis Arsari Group ini mengungkapkan bahwa dirinya sempat meminta mantan Menteri KKP, Edhy Prabowo, untuk membuka izin ekspor benih lobster sebanyak-banyaknya. Ia mengatakan sebaiknya pembukaan izin ekspor benur dilakukan seluas-luasnya, sehingga tidak terjadi praktik monopoli dalam bisnis tersebut.

    “Tahun lalu ketika saya ketemu Pak Edhy, saya bilang, ‘Ed, berapa kali saya wanti-wanti, berikan izin sebanyak-banyaknya’. Terdapat banyak saksi hidup di belakang saya (saat sampaikan nasihat tersebut),” ucap Hashim.

    Bahkan Hashim meminta Edhy untuk membuka perizinan untuk 100 perusahaan calon eksportir benih lobster. Hingga November 2020, ada sebanyak 65 perusahaan yang telah mengantongi izin ekspor benih bening lobster.

    Baca juga : Alasan Jokowi Ganti Luhut Panjaitan dengan Syahrul Yasin Limpo sebagai Menteri Kelautan Ad Interim

    “Saya bilang, ‘Buka saja, Ed, sampai 100’. Sebab, Pak Prabowo tidak mau monopoli, kami tidak suka monopoli, dan Partai Gerindra tidak suka monopoli. Berkali-kali saya menyampaikan hal ini,” tutur Hasyim.

    Meski begitu, ia mengklaim hingga kini PT Bima Sakti Mutiara belum pernah mengekspor benih lobster. Ia juga mengaku baru mengetahui ada monopoli kargo di bisnis ekspor benur ketika Edhy ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Selain itu, Hashim menyampaikan, sejak berbisnis puluhan tahun, pihaknya tidak pernah berbuat curang, korupsi, atau melanggar peraturan-peraturan yang berlaku.

  • Adik Prabowo Buka-bukaan Soal Ekspor Benih Lobster, Ternyata Keluarga Prabowo sudah Lama Bisnis itu

    Adik Prabowo Buka-bukaan Soal Ekspor Benih Lobster, Ternyata Keluarga Prabowo sudah Lama Bisnis itu

    TIKTAK.ID – Beberapa bulan sebelum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo terkait izin ekspor benih lobster, politikus Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo sempat menyinggung bisnis keluarganya.

    Adik Prabowo Subianto itu menyebut bisnis keluarganya di bidang kelautan sudah lama, bahkan jauh sebelum Gerindra mendapat jatah kursi Menteri Kelautan dan Perikanan.

    Pernyataan tersebut lantas menjadi perhatian putri Hasyim, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, yang mencoba kembali mengingatkan publik mengenai tuduhan korupsi benur lobster. Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tersebut kemudian mengungkap soal budidaya dengan mengunggah konten di Instagram pribadinya, @rahayusaraswati.

    Baca juga : Viral Video Azan ‘Hayya Alal Jihad’, Begini Kata MUI

    Ia mengajak pengikutnya di Instagram untuk menyaksikan kembali kanal YouTube “Let’s Talk With Sara”. Video itu diunggah pada Juli 2020.

    Dalam video tersebut, tampak Hashim Djojohadikusumo buka-bukaan mengenai bisnisnya yang sudah lama berkecimpung di dunia lobster. Ia mengatakan saat ini jumlah pekerjanya sudah mencapai ratusan orang.

    “Keluarga saya sudah bergerak di bidang kelautan selama 34 tahun, dari 1986. Ekspor pertama kami adalah mutiara pada 1989, 31 tahun lalu. Kami pun sudah berurusan dengan KKP selama beberapa dasawarsa,” ujar Hashim, seperti dilansir CNBC Indonesia, Senin (30/11/20).

    Baca juga : Habib Rizieq Bakal Dites Swab Polisi Sebelum Diperiksa Soal Kerumunan

    Hashim mengklaim perusahaannya yakni PT Bima Sakti Mutiara tidak memiliki konflik kepentingan dengan ekspor benih lobster.

    Untuk diketahui, perusahaan itu sempat dikabarkan memperoleh jatah ekspor benih lobster dari KKP ketika dipimpin Edhy Prabowo yang juga dari Partai Gerindra.

    “Keluarga kami tidak begitu. Kami memang suka uang, kami suka fulus, tetapi caranya tidak seperti ini. Saya dan kakak saya tidak mau merusak nama keluarga kami,” tegas Hashim.

    Baca juga : Anies Baswedan Positif Corona, Tertular Siapa?

    Menurut Hashim, “lahan basah” bukan berada di sektor ini, melainkan di bidang pertahanan. Ia menyatakan jika hendak korupsi, maka kewenangan dalam proyek Kemenhan yang bakal didahulukan, namun nyatanya Prabowo membatalkan projek alutsista sebesar Rp50 triliun.

    “Waktu itu saya berencana dengan salah satu rekanan, kalau Kakak saya minta 5% bersedia nggak? Oh bersedia Pak, itu 5%, tapi kami bukan seperti itu,” ucapnya.

  • Susun ‘Formasi Tempur’ Baru Gerindra, Prabowo Rangkul Cucu Pendiri NU hingga Istri Mantan Panglima

    Susun ‘Formasi Tempur’ Baru Gerindra, Prabowo Rangkul Cucu Pendiri NU hingga Istri Mantan Panglima

    TIKTAK.ID – Partai Gerindra secara resmi telah mengumumkan susunan baru kepengurusan partai untuk periode 2020-2025. Pengurus baru Gerindra ini merupakan hasil dari Kongres Luar Biasa Partai Gerindra yang digelar 8 Agustus lalu di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

    Dalam kepengurusan baru Gerindra, ada beberapa nama baru masuk dalam posisi struktur pimpinan partai, di antaranya istri mantan Panglima TNI Almarhum Djoko Santoso, Angki Retno Yudianti Djoko Santoso.

    Angki ditunjuk sebagai salah satu Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra. Selain Angki, ada pula nama cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari, Muhammad Irfan Yusuf Hasyim atau akrab disapa Gus Irfan sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Agama Partai Gerindra.

    Baca juga : Inikah Penyebab Utama Arief Poyuono Akhirnya Ditendang Keluar oleh Gerindra?

    Sementara itu, putri dari adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dipercaya menjadi Wakil Ketua Umum Bidang Pemuda, Perempuan dan Anak DPP Partai Gerindra. Seperti diketahui, saat ini Saraswati menjadi calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan.

    Pengumuman pengurus baru disampaikan oleh Ahmad Muzani dalam rekaman video yang diterima, Sabtu (19/9/20).

    Berikut ini “formasi tempur” baru Partai Gerindra hasil racikan Prabowo selengkapnya:

    Baca juga : Rilis Pernyataan Sikap, PBNU Desak Pemerintah Tunda Pilkada Serentak 2020

    Ketua Dewan Pembina: Letnan Jenderal TNI Purn Prabowo Subianto

    Wakil Ketua Dewan Pembina: Rachmawati Soekarnoputri

    Wakil Ketua Dewan Pembina: Hashim Djojohadikusumo

    Wakil Ketua Dewan Pembina: Sandiaga Salahuddin Uno

    Wakil Ketua Dewan Pembina: Ahmad Muzani

    Wakil Ketua Dewan Pembina: Sufmi Dasco Ahmad

    Baca juga : Publik Heboh Soal ‘Pemerintah Pusat vs PSBB Jakarta’, Begini Respons Airlangga Hartarto

    Wakil Ketua Dewan Pembina: Edhy Prabowo

    Wakil Ketua Dewan Pembina: Fadli Zon

    Wakil Ketua Dewan Pembina: Desmond J Mahesa

    Halaman selanjutnya…