
TIKTAK.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyesalkan sikap sebagian warga dan Pemeritah Daerah yang menutup jalan dengan berdalih mencegah wabah virus Corona atau Covid-19. Cara tersebut menimbulkan persoalan berikutnya karena dilakukan tanpa koordinasi bersama daerah lainnya.
Jokowi langsung memerintahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk menegur Kepala Daerah yang memblokade jalan tersebut. Bagi Jokowi, penutupan jalan dapat berakibat pada terhambatnya penyaluran logistik.
“Saya harap Mendagri beri teguran Kepala Daerah yang menutup jalan-jalannya agar urusan distribusi logistik ini tidak terganggu,” terang Jokowi saat memimpin rapat terbatas melalui video conference, Kamis (2/4/20).
Baca juga: Anies Baswedan Janji Beri Bantuan 1 Juta Rupiah per Keluarga, Ini Rinciannya
Jokowi menegaskan bahwa penyaluran logistik harus lancar agar terjaga ketersediaan bahan pokok di pasar. Dia mendapat laporan bahwa penyaluran beras di suatu daerah terkendala oleh blokade jalan.
“Saya dapat laporan dari dua daerah, urusan beras agak terganggu disebabkan jalan yang tertutup. Tolong Pemda diberitahu mengenai hal ini.” perintah Presiden.
Mantan Wali Kota Solo tersebut mengungkapkan bahwa bahan pokok harus tersedia di tengah situasi wabah virus Corona. Apalagi, dalam waktu dekat umat Islam akan berpuasa Ramadan dan merayakan Idulfitri.
“Ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian kita bersama. Yang pertama ini betul-betul dicek di lapangan ketersediaan bahan-bahan pokok dan saya cek juga ke Bulog,” tegasnya.
Halaman selanjutnya…
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










