
TIKTAK.ID – Putri mendiang Gus Dur, Alissa Wahid ingatkan Fadjroel Rachman fokus pada tugasnya mewakili Pemerintah dan membantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memberikan informasi akurat kepada rakyat yang tengah dilanda kesusahan akibat serangan virus Corona.
Bukan hanya Alissa, sejumlah kritikan dari warganet juga ditujukan kepada Jurubicara Presiden tersebut karena cuitannya dianggap tidak sensitif terhadap situasi dan keluar dari substansi.
Lewat akun Twitter pribadinya, Fadjroel menyebut ada pecundang politik yang ingin mencari keuntungan di tengah kesulitan masyarakat.
Namun, dia tidak menjelaskan pecundang politik yang dimaksud itu siapa.
Baca juga: Tips dari Stafsus Jokowi untuk Milenial Agar Tak Kesepian dan Stres Saat Social Distancing
“Para pecundang politik mencoba mengail keuntungan di tengah kesulitan masyarakat melawan Covid-19. Kita catat perilaku mereka, selain melawan Covid-19, kita bersama melawan para pecundang politik. InsyaAllah kita menjadi pemenang! Bersama2 dalam #GotongRoyongKemanusiaan,” tulis Fadjroel Rachman, Selasa (22/3/20) lalu.
Sikap dan cuitan Fadjroel ini dinilai banyak pihak tidak elok dan tak lebih dari omongan ngawur. Bagaimana tidak, Jubir orang nomor satu di Indonesia ini masih saja berkutat mengurusi hal-hal politis, ketika rakyat tengah membutuhkan perlindungan negara dari dampak wabah virus Corona.
Halaman selanjutnya…
Adam Humain adalah seorang pegiat dan pemerhati teknologi yang memiliki ketertarikan mendalam pada perkembangan ekosistem digital global dan lokal. Lewat tulisan-tulisannya, Adam mengulas berbagai topik hangat seputar inovasi teknologi, dinamika bisnis startup dan raksasa hulu (big tech), hingga profil serta pemikiran para tokoh pemrakarsa di balik revolusi industri 4.0.
Dengan pendekatan analitis namun tetap komunikatif, Adam berusaha menjembatani kompleksitas dunia teknologi agar mudah dipahami oleh publik awam, pelaku bisnis, maupun sesama antusias teknologi. Selain aktif mengamati tren AI, keamanan siber, dan ekonomi digital, ia kerap membagikan perspektifnya mengenai bagaimana teknologi membentuk lanskap sosial dan cara manusia berinteraksi di masa depan










