TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Perdana Menteri Lesotho Didakwa Membunuh Istrinya

Perdana Menteri Lesotho Didakwa Membunuh Istrinya

By Bagas F Sinaga
22 Februari 2020
841
0
PM Lesotho Didakwa Kasus Pembunuhan

TIKTAK.ID – Perdana Menteri Lesotho, Thomas Thabane menghadapi dakwaan pembunuhan atas kematian istrinya, Lipolelo Thabane. Pembunuhan itu dilakukan dua hari sebelum pelantikannya pada 2017 lalu, seperti yang dilaporkan The Guardian, Kamis (20/2/20).

Lipolelo dilaporkan menolak diceraikan dan di pengadilan memenangkan hak istimewa sebagai Ibu Negara sampai resmi bercerai. Hingga akhirnya dia ditemukan tewas dengan beberapa luka tembak dari jarak dekat dalam sebuah mobil di dekat rumahnya.

Dua bulan setelah istrinya meninggal, Thomas menikah lagi dengan Maesaiah. Istri keduanya ini diduga berkomplot untuk membunuh Lipolelo. Namun Maesaiah membantah dan menyatakan tak ada di lokasi ketika peristiwa pembunuhan itu terjadi.

Baca juga: Kampanye Global Organisasi Buruh Internasional: Tutup Kesenjangan Agar Tercipta Keadilan Sosial

Wakil Komisaris Polisi, Paseka Mokete mengatakan Thomas tak hanya menghadapi tuduhan pembunuhan atas istrinya tapi juga tuduhan percobaan pembunuhan terhadap orang lain. Sebab ketika istrinya terbunuh dia tak sendiri, ada orang lain bersamanya. Nah, orang ini selamat dan hanya mengalami luka tembak. Sejak saat itu korban selamat ini melarikan diri ke negara tetangga demi keselamatannya.

Negara kecil di Afrika Selatan ini telah mengalami krisis politik selama berbulan-bulan. Partai yang berkuasa saat ini, All Basotho Convention mendesak Thomas untuk segera mengundurkan diri dengan adanya kasus yang menimpanya itu.

Thomas pun mengatakan dalam sebuah pernyataannya pada Kamis ini bahwa dirinya akan mengundurkan diri pada akhir Juli. Bukan karena kasus yang menjerat dirinya melainkan dengan alasan pensiun dini.

Baca juga: Pasca Brexit, Inggris akan Hapus Buruh Murah

“Saya telah melayani negara ini dengan baik. Saya telah bekerja membuat Lesotho damai dan stabil. Hari ini, di usia saya saat ini, saya telah kehilangan sebagian besar energi saya. Dengan ini saya pensiun sebagai Perdana Menteri sejak akhir Juli,” ucap Thomas melalui siaran radio Pemerintah.

Lesotho merupakan negara yang paling tak berkembang di Afrika Selatan. Dari survei yang baru-baru ini dilakukan oleh Bank Dunia didapatkan sejumlah peningkatan selama 15 tahun, namun hampir setengah dari 3 juta penduduknya hidup dalam kemiskinan.

Badan-badan amal mengatakan lebih dari 500 ribu orang menghadapi kekurangan makanan akibat kekeringan berkepanjangan yang akan mereka hadapi beberapa bulan mendatang.

Beberapa tahun terakhir Lesotho berusaha menghasilkan pendapatan dari penanaman mariyuana untuk medis dan dari sektor pariwisata.

TagsAfrika SelatanPM LesothoThomas Thabane

Related articles More from author

  • Perdana Menteri Lesotho Resmi Mengundurkan Diri
    Internasional

    Perdana Menteri Lesotho Resmi Mengundurkan Diri

    21 Mei 2020
    By William Putra Wijaya
  • Lebih dari 30 Orang Tewas, Saat Rakyat Afrika Selatan Jarah Pusat Perbelanjaan
    Internasional

    Lebih dari 30 Orang Tewas, Saat Rakyat Afrika Selatan Jarah Pusat Perbelanjaan

    14 Juli 2021
    By William Putra Wijaya
  • Usai Penjarahan di Afrika Selatan, Samsung Rilis Fitur 'Anti Maling' Blokir TV
    Teknologi

    Usai Penjarahan di Afrika Selatan, Samsung Rilis Fitur ‘Anti Maling’ Blokir TV

    7 September 2021
    By Alfan Mahardika
  • Maesaiah Thabane
    Internasional

    Mantan Ibu Negara Lesotho Ditangkap Polisi

    4 Juni 2020
    By William Putra Wijaya
  • Jepang Temukan Varian Baru Covid-19 Mirip yang di Inggris dan Afrika Selatan
    Internasional

    Jepang Temukan Varian Baru Covid-19 Mirip yang di Inggris dan Afrika Selatan

    12 Januari 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Pengamat Sebut RI Bisa Percepat Perjanjian Banyak Bidang Kerja Sama Bilateral Jika Resmi Gabung BRICS
    Nasional

    Pengamat Sebut RI Bisa Percepat Perjanjian Banyak Bidang Kerja Sama Bilateral Jika Resmi Gabung BRICS

    29 Oktober 2024
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • format HP android dengan aman sebelum dijual
    Teknologi

    Cara Format HP Android dengan Aman Sebelum Dijual Tanpa Risiko

  • Kim Tae Ri Ungkap Alasan Tertarik Main Drama 'Twenty Five Twenty One'
    Selebriti

    Kim Tae Ri Ungkap Alasan Tertarik Main Drama ‘Twenty Five Twenty One’

  • Polrestabes Semarang Larang Tim Advokasi Dampingi Korban Salah Tangkap
    Nasional

    Polrestabes Semarang Larang Tim Advokasi Dampingi Korban Salah Tangkap

  • Intip Bocoran Fitur Baru Xiaomi MIUI 14
    Teknologi

    Intip Bocoran Fitur Baru Xiaomi MIUI 14

  • Internasional

    Iran Semprot Uni Eropa yang Tunduk kepada Trump tapi Berlagak Kuat Hadapi Teheran

Artikel Terbaru

  • Apa Itu Jaringan 5G di HP dan Apa Bedanya dengan 4G 26 September 2026
  • Mary Jane Menghirup Udara Bebas Usai Dapat Grasi 26 September 2026
  • PSI Soal Wacana Pemisahan Pileg-Pilpres: Inkonsistensi Pembuat UU 26 September 2026
  • 8 Cara Mengatasi HP Vivo Lemot dengan Mudah (Update 2026) 26 September 2026
  • Manfaat Berjemur Pagi untuk Tulang dan Daya Tahan Tubuh 26 September 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (55)
  • Keuangan (9)
  • Kuliner (1,057)
  • Nasional (7,935)
  • Olahraga (1,132)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,214)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.