TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›MKD Ungkap Alasan Pengunduran Diri Keponakan Prabowo dari DPR Ditolak

MKD Ungkap Alasan Pengunduran Diri Keponakan Prabowo dari DPR Ditolak

By Johan Arif
5 November 2025
145
0
MKD Ungkap Alasan Pengunduran Diri Keponakan Prabowo dari DPR Ditolak

TIKTAK.ID – Pengunduran diri keponakan Presiden Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati, dari DPR RI periode 2024-2029 telah ditolak. Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Nazaruddin Dek Gam, menyatakan bahwa Rahayu tetap berstatus sebagai anggota DPR RI. Keputusan tersebut diambil dalam rapat internal MKD yang diselenggarakan pada Rabu (29/10/25).

“MKD DPR RI memutuskan bahwa Saudari Rahayu Saraswati tetap menjadi anggota DPR RI periode 2024-2029,” ujar Dek Gam, seperti dilansir Kompas.com, pada Kamis (30/10/25).

Dek Gam menyebut keputusan ini diketok sebagai respons atas surat Mahkamah Kehormatan Partai Gerindra Nomor 10-43/B.MK-GERINDRA/2025 tertanggal 16 Oktober 2025.

Baca juga : Pemerintah Cari Solusi Utang Bengkak Kereta Cepat

Dek Gam tidak mengungkapkan secara gamblang alasan pengunduran diri Sara ditolak. Lewat keterangan resminya, pihaknya mempertimbangkan sejumlah ketentuan yang berlaku.

“Mempertimbangkan aspek hukum, ketentuan Tata Berencana MKD, dan putusan Mahkamah Kehormatan Partai Gerindra,” ungkap Dek Gam.

Sementara itu, Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan alasan Mahkamah Kehormatan partainya menolak pengunduran diri Sara. Dia mengeklaim pengunduran diri Sara tidak memenuhi syarat.

Baca juga : Pakar Ekonomi Energi UGM Buka Suara Soal Isu Pencampuran Etanol

“Mahkamah partai kemudian memutuskan bahwa memang pertama itu, pengunduran dirinya tidak memenuhi syarat secara hukum, dan menetapkan Sara sebagai anggota DPR periode 2024-2029,” terang Dasco.

Menurut Dasco, Sara juga tidak mengajukan pengunduran diri secara administratif. Akan tetapi, lantaran merasa tertekan usai pernyataannya dipotong dan menjadi konten media sosial, Sara akhirnya menyatakan mengundurkan diri secara lisan.

“Karena tekanan, menurut ini, itu, Sara mengundurkan diri secara lisan. Secara administrasinya, tak ada surat tertulis pengunduran diri,” jelas Dasco, pada Kamis (30/10/25).

Baca juga : Kemenag: Ditjen Pesantren Ditargetkan Rampung Terbentuk Akhir Tahun

Di sisi lain, MKD dan Mahkamah Kehormatan Gerindra mengaku tidak menerima aduan apapun terkait dugaan pelanggaran etik Sara. Merespons pengunduran diri tersebut, sejumlah kader Gerindra menyampaikan penolakan, bahkan muncul petisi sebanyak 30.000 dukungan yang meminta Sara tetap di parlemen.

“Ada petisi dari berapa puluh ribu pendukungnya Sara itu, ke Mahkamah Partai. Ada 30.000 kalau enggak salah itu, atau 15.000 petisi,” terang Dasco.

Setelah itu, Mahkamah Kehormatan Gerindra melakukan pemeriksaan dan menelaah tuduhan yang dialamatkan kepada keponakan Presiden Prabowo tersebut. Hasilnya, Mahkamah menilai tidak ada laporan maupun bentuk pelanggaran etik dari Sara.

Johan Arif
Johan Arif

Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.

Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.

TagsDPRMahkamah Kehormatan DewanMKDRahayu Saraswati

Related articles More from author

  • UU ITE: Dimulai Zaman Megawati, Sah Masa SBY, Ruwet di Era Jokowi
    Nasional

    UU ITE: Dimulai Zaman Megawati, Sah Masa SBY, Ruwet di Era Jokowi

    17 Februari 2021
    By Joni Sitohang
  • Bakal Revisi UU Penanggulangan Bencana, DPR: Kasihan dengan Fungsi BNPB
    Nasional

    Bakal Revisi UU Penanggulangan Bencana, DPR: Kasihan dengan Fungsi BNPB

    18 Januari 2026
    By Johan Arif
  • Ruhut Curhat Soal Julukan 'Politisi Kutu Loncat' dan Potong Kuping Jika Ahok Kalah…
    Nasional

    Ruhut Curhat Soal Julukan ‘Politisi Kutu Loncat’ dan Potong Kuping Jika Ahok Kalah…

    15 September 2020
    By Joni Sitohang
  • Bahar bin Smith Ditetapkan Jadi Tersangka Lagi, Kuasa Hukumnya Curiga Ada Rekayasa
    Nasional

    Bahar bin Smith Ditetapkan Jadi Tersangka Lagi, Kuasa Hukumnya Curiga Ada Rekayasa

    28 Oktober 2020
    By Joni Sitohang
  • Viral Video Penghinaan, Kali ini Jokowi dan Puan Disebut Keturunan Binatang
    Nasional

    Viral Video Penghinaan, Kali ini Jokowi dan Puan Disebut Keturunan Binatang

    23 November 2020
    By Joni Sitohang
  • PKS Nilai Langkah Risma Pekerjakan Gelandangan di BUMN Terkait Pilkada DKI 2022
    Nasional

    PKS Nilai Langkah Risma Pekerjakan Gelandangan di BUMN Terkait Pilkada DKI 2022

    23 Januari 2021
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Rumah DP Nol Rupiah, Janji Kampanye Anies yang Berujung Kasus Korupsi
    Nasional

    Rumah DP Nol Rupiah, Janji Kampanye Anies yang Berujung Kasus Korupsi

  • PDIP Tegaskan Fokus Menangkan Ganjar Meski Gibran Dilirik Jadi Cawapres Prabowo
    Nasional

    PDIP Tegaskan Fokus Menangkan Ganjar Meski Gibran Dilirik Jadi Cawapres Prabowo

  • Alasan Demokrat Kubu Moeldoko Sengaja Gelar Konpers di Proyek Mangkrak SBY
    Nasional

    Alasan Demokrat Kubu Moeldoko Sengaja Gelar Konpers di Proyek Mangkrak SBY

  • 8 Orang Pengurus Yayasan Pusdiklat Dai Ditangkap Usai Ngaku Nabi ke-28
    Nasional

    8 Orang Pengurus Yayasan Pusdiklat Dai Ditangkap Usai Ngaku Nabi ke-28

  • Serupa Pengkhianatan UEA, Bahrain Relakan Pesawat Israel Lintasi Wilayah Udaranya
    Internasional

    Serupa Pengkhianatan UEA, Bahrain Relakan Pesawat Israel Lintasi Wilayah Udaranya

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.