TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Johan Budi Ungkap Pernah Minta Jokowi ‘Gagalkan’ Revisi UU KPK

Johan Budi Ungkap Pernah Minta Jokowi ‘Gagalkan’ Revisi UU KPK

By Johan Arif
5 November 2025
89
0
Johan Budi Ungkap Pernah Minta Jokowi ‘Gagalkan’ Revisi UU KPK

TIKTAK.ID – Mantan Juru Bicara Presiden era Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Johan Budi, mengungkapkan bahwa dirinya pernah meminta Jokowi untuk tidak mengesahkan revisi Undang-Undang (UU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Johan Budi menjelaskan, saat itu DPR sedang getol menggulirkan revisi UU KPK yang diniatkan sejak lama. Akan tetapi, DPR masih menunggu lampu hijau dari Jokowi untuk merevisi UU tersebut.

“Waktu itu begini, di DPR sudah rapat tinggal menunggu putusan presiden, ini setuju apa enggak, dulu inisiatif DPR dulu revisi UU KPK yang 2017, 2018,” ujar Johan dalam program Gaspol! Kompas.com, seperti dilansir Kompas.com pada Kamis (30/10/25).

Baca juga : Projo: Prabowo-Gibran dan Jokowi Bakal Hadiri Kongres di November

Menurut Johan, ketika itu Jokowi sedang di luar negeri. Dia pun berupaya untuk bisa menghubungi sang kepala negara, lantaran isu revisi UU KPK tengah menjadi perbincangan di Tanah Air.

“Sekitar jam 9 pagi, Pak Jokowi lagi di Amerika, saya coba kontak, dulu gampang kontak-kontak dengan presiden itu zaman dulu,” tutur Johan.

Johan mengaku menghubungi Jokowi yang berada di luar negeri melalui ajudannya. Awalnya, sang ajudan menyebut Jokowi sedang beristirahat di kamarnya. Namun Johan mendesak ajudan tersebut, karena respons dan sikap Jokowi sedang ditunggu oleh DPR RI.

Baca juga : Said Iqbal Ungkap Alasan Aksi Buruh di JCC, Bukan Depan DPR

Tak lama kemudian, Jokowi langsung menghubungi Johan dan meminta pendapat mengenai revisi UU KPK. Johan menyarankan Jokowi untuk tidak merevisi UU KPK. Johan menjelaskan, salah satu alasannya yakni banyak kelompok antikorupsi yang menentang revisi tersebut.

Mantan Juru Bicara KPK tersebut juga mengusulkan membuat pernyataan kepada awak media bahwa Presiden RI menilai revisi UU KPK belum dibutuhkan. Jokowi menyetujui usulannya itu.

Kemudian pada 2018, DPR RI kembali berupaya meloloskan revisi UU KPK dan lagi-lagi menemui kegagalan. Akan tetapi pada 2019, saat Johan sudah tidak menjabat Jubir Presiden RI, revisi UU KPK akhirnya disahkan.

Baca juga : Ribuan Hektare Hutan di Bengkulu Dibabat untuk Sawit, Gajah Sumatera Terancam Punah

“Nah menjelang 2019, saya sudah enggak di Istana lagi kan, karena nyaleg. Saya enggak diberi kesempatan untuk memberikan masukan,” terang Johan.

Meski begitu, Johan mengaku Jokowi tetap meminta tanggapannya terkait aksi unjuk rasa menolak revisi UU KPK lewat Menteri Sekretaris Negara yang kala itu dijabat Pratikno. Kepada Pratikno, Johan menyarankan Jokowi supaya mengundang tokoh-tokoh dan pegiat antikorupsi untuk berdiskusi.

Johan Arif
Johan Arif

Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.

Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.

TagsDPRJohan BudiJokowiKPK

Related articles More from author

  • Kapolri Minta Jajarannya Tegas Proses Ujaran Kebencian dan Rasisme Meski Pelakunya Pendukung Jokowi
    Nasional

    Kapolri Minta Jajarannya Tegas Proses Ujaran Kebencian dan Rasisme Meski Pelakunya Pendukung Jokowi

    18 Februari 2021
    By Joni Sitohang
  • Jokowi Panggil Ketua DPRD DKI, Bahas Suksesor Anies Baswedan?
    Nasional

    Jokowi Panggil Ketua DPRD DKI, Bahas Suksesor Anies Baswedan?

    13 September 2022
    By Joni Sitohang
  • Ketua DPP PDIP Ramal Prabowo Bakal Kocok Ulang Kabinet 3 sampai 4 Bulan Mendatang
    Nasional

    Ketua DPP PDIP Ramal Prabowo Bakal Kocok Ulang Kabinet 3 sampai 4 Bulan Mendatang

    15 Februari 2025
    By Joni Sitohang
  • Usai Copot Firli, Jokowi Tunjuk Nawawi Pomolango Pimpin Sementara KPK
    Nasional

    Usai Copot Firli, Jokowi Tunjuk Nawawi Pomolango Pimpin Sementara KPK

    30 November 2023
    By Joni Sitohang
  • Motor Chopper Jokowi Hilang di LHKPN, Kemana?
    Nasional

    Motor Chopper Jokowi Hilang di LHKPN, Kemana?

    18 September 2021
    By Joni Sitohang
  • SBY Mimpi Satu Gerbong Bareng Jokowi-Megawati, Apa Tafsirannya?
    Nasional

    SBY Mimpi Satu Gerbong Bareng Jokowi-Megawati, Apa Tafsirannya?

    21 Juni 2023
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Demokrat Beri Tanggapan usai JK Usulkan Tokoh Jatim Jadi Cawapres Anies
    Nasional

    Demokrat Beri Tanggapan usai JK Usulkan Tokoh Jatim Jadi Cawapres Anies

  • PAN Tunjuk Ketua Komisi VIII Jadi Wakil Ketua MPR Gantikan Zulkifli Hasan
    Nasional

    PAN Tunjuk Ketua Komisi VIII Jadi Wakil Ketua MPR Gantikan Zulkifli Hasan

  • Dijuluki ‘Queen of Horror', Ini Respons Shareefa Daanish
    Selebriti

    Dijuluki ‘Queen of Horror’, Ini Respons Shareefa Daanish

  • Aung San Suu Kyi Bantah Semua Tuduhan Junta Militer
    Selebriti

    Aung San Suu Kyi Divonis 4 Tahun Penjara

  • Jokowi Berikan Keringanan Angsuran Ojek Sopir DLL
    Nasional

    Jokowi Telah Menetapkan Corona Sebagai Bencana Nasional, Apa Saja Dampaknya?

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.