TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Warga Kampung Sadang Serang Tolak Relokasi Meski Ada di Zona Bahaya Radiasi

Warga Kampung Sadang Serang Tolak Relokasi Meski Ada di Zona Bahaya Radiasi

By Johan Arif
15 Oktober 2025
132
0
Warga Kampung Sadang Serang Tolak Relokasi Meski Ada di Zona Bahaya Radiasi

TIKTAK.ID – Sebagian warga Kampung Sadang, Desa Sukatani, Cikande, Kabupaten Serang, Banten, diketahui lebih memilih tetap tinggal di rumah mereka, walaupun berada di zona bahaya radiasi. Padahal, rumah dan kios warga sudah ditandai dengan garis kuning bertuliskan peringatan bahaya radiasi.

Rukmawati, 32, salah satu warga yang tinggal beberapa meter dari garis pembatas, mengatakan tetap beraktivitas normal. Ia mengeklaim tak merasakan gejala kesehatan apapun meski tinggal di zona terpapar.

“Saya tahu katanya di sini ada radiasi. Namun sejauh ini saya nggak ada gejala apa-apa,” ungkap Rukmawati di depan rumahnya, seperti dikutip Metrotvnews.com dari Antara, pada Senin (13/10/25).

Baca juga : Praperadilannya Ditolak, Nadiem Makarim: Saya Menerima Hasilnya

Menurut Rukmawati, belum pernah ada petugas kesehatan yang memeriksa kondisi warga sekitar. Dia menyatakan janji kedatangan dokter untuk memeriksa warga juga belum terealisasi.

Rukmawati sendiri sebenarnya siap mengikuti relokasi demi keselamatan keluarga, tapi dia menyebut keputusan akhir harus melalui musyawarah dengan suami dan keluarganya. Dia mengakui proses relokasi tidak mudah bagi warga setempat.

“Kalau pindah sementara ke gedung, walaupun disiapin makan, anak dijamin, tetap saja kurang nyaman. Lebih enak tinggal di rumah sendiri, meski agak khawatir,” terang Rukmawati.

Baca juga : Politikus Gerindra Tuding Pihak yang Suarakan Setop MBG Tak Paham Kondisi Rakyat

Di sisi lain, Sarniti, 50, pemilik kios kecil di tepi jalan, menolak tegas rencana relokasi. Ia menilai lebih nyaman tinggal di rumah sendiri meskipun sederhana.

“Saya tidak mau, masalahnya rumah sendiri, walaupun jelek juga istana,” jelasnya sambil tersenyum.

Sarniti mengaku tidak memperoleh penjelasan jelas soal bahaya radiasi di sekitar rumahnya. Ia hanya melihat petugas menempelkan stiker dan menarik garis kuning tanpa ada penjelasan yang memadai.

“Katanya Jumat (10 Oktober) mau diangkut. Namun ternyata molor. Sekarang mau direlokasi juga saya tidak mau, nyaman aja di sini,” katanya.

Baca juga : Mahfud: Purbaya Tak Begitu Paham Masalah BLBI

Sementara itu, Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki menekankan pentingnya kecepatan dan ketepatan proses evakuasi warga terdampak. Pemerintah berharap warga di zona merah bisa segera dievakuasi sementara.

“Kami berharap, khususnya dalam waktu dekat, masyarakat yang tinggal di titik zona merah bisa dievakuasi sementara. Pendataan harus betul-betul akurat, siapa yang harus meninggalkan tempat, bagaimana kebutuhan tempat tidurnya, kamar mandinya, MCK, sampai transportasi untuk bekerja atau sekolah,” ujar Hengki.

Johan Arif
Johan Arif

Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.

Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.

TagsCikandeDesa SukataniKampung SadangRadiasi Radioaktif Cesium-137Radioaktif Cesium-137

Related articles More from author

  • Sosok yang Bakal Pimpin Ibu Kota Baru Pilihan Jokowi
    Nasional

    Sosok yang Bakal Pimpin Ibu Kota Baru Pilihan Jokowi

    18 Oktober 2021
    By Joni Sitohang
  • Tegaskan Tak Ada Penundaan Pemilu, Megawati Singgung Permainan Politik
    Nasional

    Tegaskan Tak Ada Penundaan Pemilu, Megawati Singgung Permainan Politik

    21 April 2022
    By Joni Sitohang
  • Mengintip Kenaikan Harta Kekayaan Pejabat Mulai dari Anies hingga Jokowi
    Nasional

    Pakar Sebut Anies Bakal Diganti Orang Pilihan Jokowi

    6 Januari 2022
    By Joni Sitohang
  • Waduh, Cak Imin Ngaku Dirinya Produk Gus Dur
    Nasional

    Waduh, Cak Imin Ngaku Dirinya Produk Gus Dur

    8 Agustus 2023
    By Joni Sitohang
  • Restu Jokowi untuk Capres-Cawapres 2024: Bawa Berkah atau Bikin Kalah?
    Nasional

    Restu Jokowi untuk Capres-Cawapres 2024: Bawa Berkah atau Bikin Kalah?

    23 Februari 2023
    By Joni Sitohang
  • TIKTAK.ID - Persoalkan Nepotisme dan Inkonsistensi Jokowi, PKS: Ipar Dilarang Nyalon Pilkada, Tapi Gibran Boleh
    Nasional

    Persoalkan Nepotisme dan Inkonsistensi Jokowi, PKS: Ipar Dilarang Nyalon Pilkada, Tapi Gibran Boleh

    2 Agustus 2020
    By Adam Humain

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Putus Kontrak, Sergio Aguero Resmi Tinggalkan Manchester City
    Olahraga

    Putus Kontrak, Sergio Aguero Resmi Tinggalkan Manchester City

  • Denny Siregar: Jokowi Tidak Melarang Mudik Lebaran, Kenapa?
    Nasional

    Denny Siregar: Jokowi Tidak Melarang Mudik Lebaran, Kenapa?

  • Anies: Untung Presiden Jokowi Pernah Jabat Gubernur DKI
    Nasional

    Anies: Untung Presiden Jokowi Pernah Jabat Gubernur DKI

  • Permudah Layanan Kesehatan, Erick Thohir Luncurkan Aplikasi FitAja!
    Teknologi

    Permudah Layanan Kesehatan, Erick Thohir Luncurkan Aplikasi FitAja!

  • Anies, RK dan Ganjar Kompak Larang Warga Mudik
    Nasional

    Anies, RK dan Ganjar Kompak Larang Warga Mudik

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.