
TIKTAK.ID – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan memuji Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena telah memberi arahan bagi pembentukan perusahaan patungan untuk mengintegrasikan transportasi di Jabodetabek.
Perusahaan patungan antara PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT MRT Jakarta dibentuk dengan penandatanganan perjanjian kerja sama di Kantor Kementerian BUMN pada Jumat (10/1/2020).
“Ini semua tidak mungkin terjadi jika tidak ada arahan leadership yang kuat,” ujar Anies saat memberikan sambutan dalam acara tersebut, melansir Kompas.com.
Baca juga: Jokowi Sentil Uni Eropa yang Hambat Sawit RI: Ini Perang Ekonomi Negara!
Anies pun mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi Jokowi. Ia mengatakan Jokowi telah memberikan support penuh dan peran sentral sehingga integrasi tersebut bisa terjadi.
PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek merupakan nama perusahaan patungan antara PT KAI dan PT MRT Jakarta. Perusahaan patungan itu berencana mengelola dan menata 72 stasiun yang terintegrasi dengan angkutan umum lainnya. Pemprov DKI melalui PT MRT Jakarta memiliki 51 persen saham, sedangkan PT KAI memiliki 49 persen saham.
Dengan adanya pembentukan perusahaan patungan itu, Anies berharap Pemprov DKI Jakarta dapat menghemat pemberian subsidi transportasi. Ke depannya, subsidi tidak diberikan ke setiap moda transportasi. Perusahaan patungan akan mengintegrasikan subsidi dan rute transportasi publik yang ada.
Halaman selanjutnya…
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










