TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›8 Parpol Beri Penolakan, Pengamat: Sistem Pemilu Proporsional Tertutup Membunuh Demokrasi

8 Parpol Beri Penolakan, Pengamat: Sistem Pemilu Proporsional Tertutup Membunuh Demokrasi

By Joni Sitohang
10 Januari 2023
550
0
Khawatir Pembangunan Mandek, Pengamat Minta Jokowi Tak Sembarangan Reshuffle Menteri

TIKTAK.ID – Pertemuan antara delapan ketua umum partai politik dengan sejumlah elite politik pada Minggu (8/1/23) menjadi sorotan. Mereka menolak sistem proporsional tertutup dalam ajang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.

Menanggapi hal itu, Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin mengatakan setuju dengan penolakan sistem proporsional tertutup dalam pertemuan tersebut. Sebab, dia menganggap demokrasi di Indonesia dapat berkembang dan maju jika sistem proporsionalnya terbuka.

“Saya melihatnya iya (kebijakan penolakan tepat). Jadi demokrasi itu bisa berkembang dan maju bila sistemnya terbuka,” ujar Ujang, pada Minggu (8/1/23), seperti dilansir Sindonews.com.

Baca juga : NasDem Tegaskan Tak Akan Hengkang dari Koalisi Jokowi Meski Menterinya Direshuffle

Ujang juga menilai sistem proporsional terbuka setiap Calon Legislatif (Caleg) bisa berkompetisi dengan sehat.

“Bisa berpacu untuk menang dengan suara terbanyak, nah jadi dengan itulah mereka dapat dilantik jadi anggota DPR,” terang Ujang.

Ujang menjelaskan bahwa jika dilakukan dengan sistem proporsional tertutup, maka anggota DPR hanya dipilih oleh Ketum partai tanpa proses demokrasi.

Baca juga : Tanggapi Kelanjutan Tragedi Kanjuruhan, Mahfud MD: Kalau Mau Saya, Hukum Mati Aja

“Sementara dengan sistem tertutup, anggota DPR yang terpilih itu orang-orang yang diam tidak bergerak yang dipilih oleh Ketum partai, kan seperti itu,” sambung Ujang.

Ujang menyatakan bahwa keputusan saat ini berada di Mahkamah Konstitusi (MK), terkait Indonesia ke depannya bakal menggunakan sistem proporsional seperti apa dalam Pemilu 2024.

“Ini kan pertaruhannya bukan lagi parpol, bukan hanya psikologis, melainkan pertarungannya sedang diproses di MK. Jadi kita tunggu keputusan MK,” tegas Ujang.

Baca juga : Petinggi PPP Tuding Sandiaga Uno yang Kebelet dan Nafsu Pindah Partai

Senada dengan Ujang, Pengamat Politik Adi Prayitno setuju dengan penolakan delapan Ketum parpol terkait sistem proporsional tertutup. Dia menyatakan proporsional tertutup akan melahirkan mazhab politik seperti membeli kucing dalam karung.

“Sangat tepat delapan parpol menolak proporsional tertutup karena berpotensi membunuh demokrasi. Proporsional tertutup akan melahirkan mazhab politik membeli kucing dalam karung. Anggota dewan terpilih bukan pilihan rakyat, namun pilihan partai. Hal ini rumit dan berbahaya bagi demokrasi,” tutur Adi.

Sebelumnya, pertemuan delapan ketua umum dan elite partai politik di parlemen menghasilkan lima hal penting soal sistem Pemilu proporsional tertutup. Pertemuan tersebut digelar di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada Minggu (8/1/23).

TagsDemokratParpolpartai politikPemilu 2024

Related articles More from author

  • Tanggapi Ketua Forum Ka'bah, Gerindra: Jangan Mimpi Prabowo Jadi Cawapres Dampingi Anies
    Nasional

    Gerindra: Cak Imin Masih Kandidat Terkuat Cawapres Prabowo

    8 Juli 2023
    By Joni Sitohang
  • Polri Ungkap Cara JI Latih Anggotanya untuk Lawan Polisi
    Nasional

    Densus 88 Beberkan Cara NII Lengserkan Pemerintah: Bikin Chaos

    24 April 2022
    By Joni Sitohang
  • Grace Natalie Akui Ada Pro Kontra di Internal PSI Terkait Dukung Ganjar atau Prabowo
    Nasional

    Grace Natalie Akui Ada Pro Kontra di Internal PSI Terkait Dukung Ganjar atau Prabowo

    24 Agustus 2023
    By Joni Sitohang
  • Muncul Isu Pemilu 2024 Diundur, Demokrat: Fokus Bantu Pemerintah Tangani Pandemi!
    Nasional

    Muncul Isu Pemilu 2024 Diundur, Demokrat: Fokus Bantu Pemerintah Tangani Pandemi!

    21 Agustus 2021
    By Joni Sitohang
  • Bantah Sindiran Jokowi ‘Jangan Sembrono Tentukan Capres', NasDem Buka Suara
    Nasional

    NasDem Siap Minta Maaf ke Masyarakat Jika Gagal Capreskan Anies

    26 Januari 2023
    By Joni Sitohang
  • SBY Tegaskan Jokowi Punya Hak Tak Suka dengan Anies Baswedan
    Nasional

    SBY Tegaskan Jokowi Punya Hak Tak Suka dengan Anies Baswedan

    30 Juni 2023
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Ma'ruf Amin Soal Vaksin Covid-19: Meski Tidak Halal, Tetap Harus Distempel MUI
    Nasional

    Ma’ruf Amin Soal Vaksin Covid-19: Meski Tidak Halal, Tetap Harus Distempel MUI

  • Klaim Tak Punya Wewenang Naikkan Gaji Guru, Mendikdasmen: Kami Tingkatkan Kesejahteraan Guru Lewat Sertifikasi
    Nasional

    Klaim Tak Punya Wewenang Naikkan Gaji Guru, Mendikdasmen: Kami Tingkatkan Kesejahteraan Guru Lewat Sertifikasi

  • TIKTAK.ID - Lagi, Beijing Tolak Kunjungan Kapal Militer AS ke Hongkong
    Internasional

    Lagi, Beijing Tolak Kunjungan Kapal Militer AS ke Hongkong

  • Jokowi Kemah Bareng 33 Gubernur, Apa Saja Agendanya?
    Nasional

    Jokowi Kemah Bareng 33 Gubernur, Apa Saja Agendanya?

  • Mukernas MUI Singgung Soal Kritik ke Pemerintah, TKA hingga Fatwa Pinjol
    Nasional

    Mukernas MUI Singgung Soal Kritik ke Pemerintah, TKA hingga Fatwa Pinjol

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.