TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Mantan Petinggi Intelijen Saudi Bongkar Kebusukan Putra Mahkota, Sebut Mohammed bin Salman ‘Psikopat-Pembunuh’

Mantan Petinggi Intelijen Saudi Bongkar Kebusukan Putra Mahkota, Sebut Mohammed bin Salman ‘Psikopat-Pembunuh’

By Bagas F Sinaga
29 Oktober 2021
576
0
Mantan Petinggi Intelijen Saudi Bongkar Kebusukan Putra Mahkota, Sebut Mohammed bin Salman 'Psikopat-Pembunuh'

TIKTAK.ID – Seorang mantan pejabat tinggi intelijen Saudi menuduh Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman menyarankan penggunaan “cincin beracun” dari Rusia untuk membunuh Raja Abdullah.

Dalam sebuah wawancara dengan CBS, Saad al-Jabri mengatakan Mohammed bin Salman (MBS) mengatakan kepada sepupunya pada 2014 bahwa dia ingin membersihkan takhta untuk ayahnya. Ada ketegangan dalam keluarga Kerajaan yang berkuasa pada saat itu, seperti yang dilaporkan BBC, Senin (25/10/21).

Dia menuduh bahwa pada pertemuan tahun 2014, MBS menyarankan kepada sepupunya, Pangeran Mohammed bin Nayef selaku Menteri Dalam Negeri saat itu, bahwa dia bisa mengatur pembunuhan Raja Abdullah.

“Dia mengatakan kepadanya: ‘Saya ingin membunuh Raja Abdullah. Saya memiliki cincin beracun dari Rusia. Cukup bagi saya untuk berjabat tangan dengannya dan dia akan selesai,'” tutur Jabri menirukan apa yang dikatakan Putra Mahkota.

“Entah apakah dia hanya membual… dia mengatakan itu dan kami menganggapnya serius.”

Dia melanjutkan, masalah itu kemudian diselesaikan secara pribadi di dalam istana Kerajaan. Namun dia menambahkan bahwa pertemuan itu diam-diam telah direkam dan dia tahu di mana dua salinan rekaman video itu berada.

Raja Abdullah kemudian meninggal pada usia 90 pada 2015 dan digantikan oleh saudara tirinya Salman, yaitu ayah Mohammed bin Salman, yang menyebut Mohammed bin Nayef sebagai “Putra Mahkota”.

Namun, pada 2017, Mohammed bin Nayef digantikan sebagai pewaris takhta oleh Mohammed bin Salman.

Nayef juga kehilangan perannya sebagai Menteri Dalam Negeri dan dilaporkan ditempatkan di bawah tahanan rumah sebelum ditahan tahun lalu atas tuduhan yang tidak ditentukan.

Jabri melarikan diri ke Kanada setelah Mohammed bin Nayef digulingkan.

Dalam wawancaranya dengan program 60 Menit CBS, Jabri memperingatkan bahwa Putra Mahkota Mohammed (MBS) -penguasa de facto Arab Saudi dan putra Raja Salman- adalah “psikopat, pembunuh, di Timur Tengah dengan sumber daya tak terbatas, yang menimbulkan ancaman bagi rakyatnya, Amerika dan planet ini”.

Jabri mengaku diperingatkan oleh seorang teman di dinas intelijen Timur Tengah bahwa Mohammed bin Salman mengirim tim pembunuh untuk membunuhnya pada Oktober 2018, hanya beberapa hari setelah agen Saudi membunuh jurnalis yang dicap “pembangkang” oleh Saudi, Jamal Khashoggi di Turki.

Dia mengatakan bahwa tim enam orang mendarat di bandara di Ottawa tetapi dideportasi setelah bea cukai menemukan mereka membawa “peralatan mencurigakan untuk analisis DNA”.

Tahun lalu, Jabri menuduh Putra Mahkota MBS melakukan percobaan pembunuhan dalam gugatan perdata yang diajukan di pengadilan Federal AS.

MBS menolak tuduhan itu. Dia juga membantah terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi, meskipun Badan Intelijen AS menilai bahwa dia menyetujui operasi tersebut.

Dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke CBS, kedutaan Saudi di Washington melabeli Jabri sebagai “mantan pejabat Kerajaan yang buruk dengan sejarah panjang berbohong dan menciptakan gangguan, untuk menyembunyikan kejahatan keuangan yang dia lakukan, yang berjumlah miliaran dolar, untuk memberikan kemewahan, gaya hidup bagi dirinya dan keluarganya”.

Jabri dituntut karena korupsi oleh berbagai entitas Saudi dan seorang hakim Kanada telah membekukan asetnya dengan mengatakan ada “bukti penipuan yang luar biasa”.

Dia menyangkal mencuri uang Kerajaan, dan mengatakan mantan majikannya menghadiahinya dengan murah hati.

Pada Maret 2020, pihak berwenang Saudi menahan putra Jabri, Omar dan putrinya Sarah dalam apa yang dikatakan kelompok hak asasi manusia sebagai upaya nyata untuk memaksanya kembali ke Arab Saudi.

November lalu, dua bulan setelah ayah mereka menggugat MBS, saudara kandung itu masing-masi…

TagsArab SaudiBerita Dunia Hari IniBerita timur tengahIntelijen SaudiMohamed bin SalmanpembunuhPsikopatPutra Mahkota Saudi

Related articles More from author

  • Lebih Separuh Negara Anggota Pengadilan Pidana Internasional Kompak Bersatu Melawan Sanksi AS
    Internasional

    Lebih Separuh Negara Anggota Pengadilan Pidana Internasional Kompak Bersatu Melawan Sanksi AS

    24 Juni 2020
    By William Putra Wijaya
  • Panel Intel AS Sebut Sindrom Havana Disebabkan Energi Elektromagnetik
    Internasional

    Panel Intel AS Sebut Sindrom Havana Disebabkan Energi Elektromagnetik

    6 Februari 2022
    By Bagas F Sinaga
  • Salip Iran, Turki Peringkat 1 Kasus Covid-19 di Timur Tengah
    Internasional

    Salip Iran, Turki Peringkat 1 Kasus Covid-19 di Timur Tengah

    21 April 2020
    By William Putra Wijaya
  • Lagi, 3 Orang Tewas dalam Serangan di Prancis
    Internasional

    Lagi, 3 Orang Tewas dalam Serangan di Prancis

    31 Oktober 2020
    By William Putra Wijaya
  • AS Paksakan Sanksi terhadap Iran, Dunia Menolak
    Internasional

    AS Paksakan Sanksi terhadap Iran, Dunia Menolak

    23 September 2020
    By William Putra Wijaya
  • Sedikitnya 60 Anggota Taliban Tewas di Kandahar
    Internasional

    Sedikitnya 60 Anggota Taliban Tewas di Kandahar

    15 Desember 2020
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Pengamat Soroti Alasan Jokowi Nekat Damaikan Rusia-Ukraina Saat Perang Berlangsung
    Nasional

    Pengamat Soroti Alasan Jokowi Nekat Damaikan Rusia-Ukraina Saat Perang Berlangsung

  • PSI Beberkan Sejumlah Keanehan pada Usulan Pencairan Dana Cadangan Anies di DKI
    Nasional

    PSI Beberkan Sejumlah Keanehan pada Usulan Pencairan Dana Cadangan Anies di DKI

  • Perlu restock : Toner aloe Serum flek Bio white C
    Nasional

    Daftar Pejabat Suntik Vaksin Terawan ‘Nusantara’: Ada Luhut dan Prabowo

  • Soal Kepulangan Imam Besar FPI, Arief Poyuono: Bisa Jadi Prabowo-Rizieq Maju di Pilpres 2024
    Nasional

    Soal Kepulangan Imam Besar FPI, Arief Poyuono: Bisa Jadi Prabowo-Rizieq Maju di Pilpres 2024

  • Fahri Hamzah Anggap Nasdem Bohongi Rakyat Soal 3 Kandidat Capres
    Nasional

    Fahri Hamzah Anggap Nasdem Bohongi Rakyat Soal 3 Kandidat Capres

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.