TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Hacker China Bobol Jaringan BIN dan Kementerian Lainnya

Hacker China Bobol Jaringan BIN dan Kementerian Lainnya

By Joni Sitohang
13 September 2021
454
0
Hacker China Bobol Jaringan BIN dan Kementerian Lainnya

TIKTAK.ID – Peretas atau hacker China disebut berhasil menembus jaringan internal, sedikitnya sepuluh kementerian dan lembaga Pemerintah Indonesia, termasuk Badan Intelijen Negara (BIN). Informasi itu dilaporkan oleh peneliti keamanan internet The Record, Insikt Group.

Peretasan tersebut pun dikabarkan berhubungan dengan Mustang Panda. Mustang Panda sendiri selama ini dikenal sebagai peretas asal China yang menargetkan kawasan Asia Tenggara.

Seperti dikutip CNNIndonesia.com dari The Record pada Jumat (10/9/21), peneliti Insikt pertama kali menemukan upaya peretasan itu pada April 2021 silam.

Baca juga : Hidayat Nur Wahid: ‘Case Closed’, Megawati Tolak Tegas Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

Mulanya, ketika itu mereka tengah mendeteksi server pengendali dan control (C&C) malware PlugX yang dioperasikan oleh Mustang Panda. Namun server tersebut ternyata sedang berkomunikasi dengan beberapa host dalam jaringan Pemerintah Indonesia.

Setelah itu, peneliti Insikt menelusuri lebih lanjut dan mengklaim bahwa hal itu telah berlangsung sejak Maret 2021. Akan tetapi, masih belum jelas metode serta target dari peretasan tersebut.

Insikt menjelaskan, Mustang Panda memakai private ransomware bernama Thanos. Mereka mengklaim peretasan tersebut dikaitkan dengan upaya spionase Tingkok dalam menghadapi situasi yang menghangat di Laut China Selatan.

Baca juga : Sri Mulyani Kejar Utang Anak Soeharto Terkait BLBI, Berapa Jumlahnya?

Menurut peneliti Insikt Group, pihaknya sudah memberi tahu hal itu ke Indonesia pada Juni 2021 dan dilakukan lagi pada Juli 2021. Akan tetapi, mereka menyebut Pemerintah Indonesia tidak merespons laporan itu.

Kemudian BIN disebut sebagai salah satu target paling sensitif dari aksi peretasan tersebut. Mereka pun enggan merespons laporan The Record pada Juli dan Agustus 2021.

Lebih lanjut, The Record mengatakan seorang sumber mengungkapkan, Pemerintah Indonesia sebenarnya sudah mengambil langkah-langkah identifikasi dan membersihkan sistem yang diretas. Namun beberapa hari kemudian, peneliti Insikt mengonfirmasi bahwa host dalam jaringan Pemerintah Indonesia ternyata masih berkomunikasi dengan server malware Mustang Panda.

Baca juga : Ini Kata Pengamat Soal Jokowi Tak Mau Campur Tangan Urusan MPR Amendemen UUD 45′

Sementara itu, perwakilan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan Deputi VIII Badan Intelijen Negara (BIN), Wawan Purwanto masih belum memberikan pernyataan.

Di sisi lain, pakar keamanan siber CISSReC Pratama Persadha mengaku pihaknya masih belum mengetahui persis kebenaran dari informasi itu sehingga ada kemungkinan terjadi klaim sepihak. Oleh sebab itu, dia menilai perlu menunggu buktinya seperti kasus eHAC Kemenkes beberapa waktu lalu.

TagsBadan Intelijen NegaraBINHackerHacker China

Related articles More from author

  • Demi Vaksin, Jokowi Terjunkan Anggota BIN Datangi Rumah-rumah Warga
    Nasional

    Demi Vaksin, Jokowi Terjunkan Anggota BIN Datangi Rumah-rumah Warga

    15 Juli 2021
    By Joni Sitohang
  • Kepala BIN Sebut Aura Jokowi Pindah ke Prabowo, Demokrat: Negara Kita Demokrasi Bukan Kerajaan
    Nasional

    Kepala BIN Sebut Aura Jokowi Pindah ke Prabowo, Demokrat: Negara Kita Demokrasi Bukan Kerajaan

    25 Maret 2023
    By Joni Sitohang
  • Akun Instagramnya Diretas, Anjasmara Diminta Tebusan Rp23,7 Juta
    Selebriti

    Akun Instagramnya Diretas, Anjasmara Diminta Tebusan Rp23,7 Juta

    18 April 2020
    By
  • Jokowi Perintahkan BNPT-Polri-BIN Selidiki Lagi Kasus Penyerangan Ulama sebelum Syekh Ali Jaber
    Nasional

    Jokowi Perintahkan BNPT-Polri-BIN Selidiki Lagi Kasus Penyerangan Ulama sebelum Syekh Ali Jaber

    18 September 2020
    By Joni Sitohang
  • Sayembara Google Berhadiah 14 Miliar Bagi yang Sanggup Bobol Ponsel Pixel
    Teknologi

    Sayembara Google Berhadiah 14 Miliar Bagi yang Sanggup Bobol Ponsel Pixel

    1 Desember 2019
    By Alfan Mahardika
  • TIKTAK.ID - Hacker 'Sukses' Retas Situs Resmi PN Jakarta Pusat, Pihak Luthfi Justru Mengaku Keberatan
    Nasional

    Hacker ‘Sukses’ Retas Situs Resmi PN Jakarta Pusat, Pihak Luthfi Justru Mengaku Keberatan

    20 Desember 2019
    By Rusli Qomar

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Hasil Rapimnas Bersama 34 DPD Putuskan Prabowo Subianto Kembali Pimpin Gerindra Hingga 2025
    Nasional

    Hasil Rapimnas Bersama 34 DPD Putuskan Prabowo Subianto Kembali Pimpin Gerindra Hingga 2025

  • Pemerintah Kucurkan BLT BBM Rp 600 Ribu, Begini Cara Mendapatkannya
    Nasional

    Pemerintah Kucurkan BLT BBM Rp 600 Ribu, Begini Cara Mendapatkannya

  • Turki Sahkan Undang-undang untuk Memperketat Kontrol Media Sosial
    InternasionalTeknologi

    Turki Sahkan Undang-undang untuk Memperketat Kontrol Media Sosial

  • Gawat, 135 Tenaga Medis di Jatim Positif Terinfeksi Covid-19
    Nasional

    Gawat, 135 Tenaga Medis di Jatim Positif Terinfeksi Covid-19

  • Budiman Sudjatmiko Beberkan Kriteria Cawapres Prabowo
    Nasional

    Budiman Sudjatmiko Beberkan Kriteria Cawapres Prabowo

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.