Tag: Badan Intelijen Negara

  • Kepala BIN Sebut Aura Jokowi Pindah ke Prabowo, Demokrat: Negara Kita Demokrasi Bukan Kerajaan

    Kepala BIN Sebut Aura Jokowi Pindah ke Prabowo, Demokrat: Negara Kita Demokrasi Bukan Kerajaan

    TIKTAK.ID – Koordinator Juru Bicara Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, ikut mengomentari pernyataan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan soal sebagian aura Presiden Joko Widodo (Jokowi) pindah ke Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Herzaky mengatakan bahwa pengajuan calon presiden di Indonesia tidak ditentukan oleh presiden sebelumnya.

    “Sebab, negara kita adalah negara demokrasi, bukan negara kerajaan,” ujar Herzaky dalam keterangan tertulis, pada Rabu (22/3/23), seperti dilansir Tempo.co.

    Menurut Herzaky, seluruh warga negara Indonesia punya hak untuk maju sebagai calon presiden. Sementara yang berhak mengajukan Capres dan Cawapres yakni partai politik (parpol) atau gabungan parpol.

    “Karena menurut konstitusi,” ucap Herzaky.

    Baca juga : Soal Pengesahan Perppu Ciptaker Jadi UU, Amnesty: Langkah DPR Gegabah

    Herzaky menjelaskan bahwa di sebuah negara demokratis seperti Indonesia, jabatan presiden bukan diwariskan atau diturunkan, tapi diperebutkan dalam kontestasi yang jujur dan adil sesuai amanah konstitusi. Untuk itu, Herzaky berharap agar tidak ada upaya cekal-mencekal.

    “Siapa pun putra-putri terbaik bangsa ini memiliki hak untuk maju sebagai Capres-Cawapres di Pemilu 2024, mau didukung presiden ataupun tidak,” tegas Herzaky.

    Sebelumnya, Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto tampak tersipu malu ketika Kepala BIN, Budi Gunawan memuji dirinya dekat dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Budi mengungkapkan hal itu dalam peresmian Gedung Papua Youth Creative Hub (PYCH) di Jayapura, Papua.

    Baca juga : Novel Baswedan Buka Suara Soal Transaksi Janggal Rp300 Triliun di Kemenkeu

    “Seluruhnya mulai melihat terdapat aura-aura Pak Jokowi sebagian sudah pindah ke Pak Prabowo,” terang Budi dalam video peresmian PYCH yang Tempo dapatkan, pada Selasa (21/3/23).

    Kemudian saat Budi menyebut sebagian aura Jokowi pindah ke Prabowo, Ketua Umum Partai Gerindra tersebut lantas sungkem kepada Jokowi yang sedang duduk di sebelahnya. Lebih lanjut, Budi juga menyatakan kalau mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus ke-15 itu sering mendampingi Jokowi dan menyebut Jokowi sebagai gurunya.

    “Kita semua mengamati bahwa akhir-akhir ini Bapak Prabowo sering bepergian bersama Bapak Presiden Jokowi. Bahkan beberapa kali Pak Prabowo juga menyatakan bahwa Pak Jokowi adalah gurunya, guru beliau,” jelas Budi.

  • Dituding Batalkan Deklarasi Anies di Berbagai Daerah, BIN: Fitnah!

    Dituding Batalkan Deklarasi Anies di Berbagai Daerah, BIN: Fitnah!

    TIKTAK.ID – Badan Intelijen Negara (BIN) menampik pihaknya sedang berupaya membatalkan acara deklarasi bakal calon presiden dari Partai NasDem, Anies Baswedan, di berbagai daerah. Bantahan itu diungkapkan oleh Deputi-VII bidang Komunikasi dan Informasi BIN, Prabawa Ajie, pada Kamis (21/12/22) kemarin.

    “Tidak benar bahwa BIN melakukan kegiatan demi membatalkan acara deklarasi Anies di berbagai daerah. Tuduhan itu adalah fitnah yang sengaja disebarkan oleh pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab untuk mendiskreditkan BIN dan Polri, maupun Pemerintah,” ujar Prabawa Ajie dalam keterangan tertulis, pada Kamis (22/12/22), seperti dilansir detik.com.

    Perlu diketahui, sebelumnya sempat beredar selebaran atau flyer di media sosial yang memuat wajah Kepala BIN, Jenderal Pol (Purn) Prof.Dr. Budi Gunawan, S.H., M.Si. dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dalam flyer itu terdapat narasi “BIN dan Polri Bergerak Batalkan Acara Deklarasi Anis di Berbagai Daerah”.

    Baca juga : NasDem Beri Respons Usai OSO Nyatakan Tak Dukung Anies di Depan Jokowi

    “BIN tak ada kepentingan sama sekali dengan acara deklarasi calon presiden (Capres). Sebab, hal itu merupakan hak warga negara Indonesia yang memenuhi syarat untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden pada Pemilu 2024,” tutur Prabawa Ajie.

    Prabawa Ajie menjelaskan bahwa BIN bertugas sebagai lini terdepan dalam menjaga keamanan nasional supaya tetap kondusif.

    “Mengenai pelaksanaan Pemilu 2024, BIN berupaya mengawal supaya pesta demokrasi itu bisa berjalan tertib, aman, dan lancar,” terang Prabawa Ajie.

    Baca juga : Pengamat Sebut Gengsi Politik Bikin Duet Ganjar-Prabowo Mustahil Terealisasi di Pilpres 2024

    Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali menilai aparat kepolisian selalu menjaga dan mengamankan kegiatan safari politik Anies dengan Partai NasDem di berbagai daerah. Dia pun menegaskan bahwa selebaran atau flyer BIN dan Polri membatalkan acara deklarasi Anies di berbagai daerah itu tidak benar.

    “Jadi tidak benar bila ada informasi yang mengatakan seolah polisi mengganggu atau menghadang Anies dan NasDem ketika keliling ke daerah. Justru mereka melakukan pengamanan dengan baik,” ungkap Ali, pada Selasa (20/12/22), mengutip Viva.co.id.

    Ali mengatakan ketika melakukan safari politik ke berbagai daerah, Anies bersama NasDem tidak mendapatkan hambatan dan gangguan. Anggota DPR RI tersebut melanjutkan, justru aparat keamanan ikut mengawal dan mengamankan kegiatan yang menimbulkan keramaian tersebut.

  • BIN: Pemindahan IKN Akan Meminimalkan Ancaman pada Negara

    BIN: Pemindahan IKN Akan Meminimalkan Ancaman pada Negara

    TIKTAK.ID – Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan mengklaim perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim) bakal meminimalkan potensi ancaman terhadap negara.

    Budi mengatakan bahwa penaklukan suatu negara secara de facto ditandai dengan keberhasilan dalam menduduki fasilitas strategis, termasuk IKN.

    “Menjadi catatan penting, penaklukan suatu negara secara de facto ditandai dengan keberhasilan dalam menduduki fasilitas strategis, termasuk Ibu Kota Negaranya, sebagai simbol runtuhnya sistem negara itu. Jadi pemisah antara Ibu Kota Negara dengan kota-kota lain bisa meminimalkan ancaman negara,” ujar Budi dalam keterangan tertulisnya, seperti dilansir CNN Indonesia, Sabtu (12/2/22).

    Baca juga : Hasto: Palestina sudah Jadi Negara Merdeka jika Soekarno Tak Dilengserkan

    Kemudian Budi menilai pemindahan IKN penting dilakukan dalam rangka mendorong magnet pertumbuhan ekonomi baru yang bisa memberi kontribusi secara nasional. Budi menegaskan, pemindahan IKN bukan sekadar pemindahan gedung-gedung perkantoran pemerintahan, pegawai, atau pembangunan fisik saja.

    “Pemindahan IKN ke Kaltim berpotensi menstimulus pertumbuhan ekonomi yang semakin merata di luar Pulau Jawa. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, maka perlu konektivitas antarwilayah dan keterkaitan yang kuat antarsektor,” tutur Budi.

    Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menyatakan IKN Nusantara akan dijadikan contoh (showcase) kemajuan dan transformasi Indonesia di berbagai lini. Jokowi juga ingin memamerkan IKN sebagai contoh transformasi suatu negara baik dari segi lingkungan, cara kerja, basis ekonomi, dan teknologi.

    Baca juga : Dialog Belum Tuntas, Ganjar Janji Kembali dan Bermalam di Desa Wadas

    Tidak hanya itu, juga dalam peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan, serta tata sosial yang toleransi, serta menjunjung etika publik.

    “Program pembangunan IKN di Kalimantan Timur adalah bagian penting dalam proses ini, IKN Nusantara bakal kita jadikan showcase transformasi,” ungkap Jokowi dalam pembukaan Mandiri Investment Forum 2022, Rabu (9/2/22).

    Akan tetapi, tak sedikit pihak yang menolak pemindahan Ibu kota. Salah satunya Narasi Institute, yang menginisiasi petisi daring berjudul “Pak Presiden, 2022-2024 Bukan Waktunya Memindahkan Ibu Kota Negara”. Petisi tersebut diunggah melalui situs web change.org.

    Baca juga : Rizal Ramli Ungkap Alasan Kenapa Kiai dan Ulama Tolak Ibu Kota Negara Baru

    Petisi itu sudah ditandatangani oleh puluhan ribu orang. Narasi Institute turut mencantumkan beberapa nama tokoh yang mendukung petisi ini, seperti Din Syamsuddin dan Azyumardi Azra.

  • Hacker China Bobol Jaringan BIN dan Kementerian Lainnya

    Hacker China Bobol Jaringan BIN dan Kementerian Lainnya

    TIKTAK.ID – Peretas atau hacker China disebut berhasil menembus jaringan internal, sedikitnya sepuluh kementerian dan lembaga Pemerintah Indonesia, termasuk Badan Intelijen Negara (BIN). Informasi itu dilaporkan oleh peneliti keamanan internet The Record, Insikt Group.

    Peretasan tersebut pun dikabarkan berhubungan dengan Mustang Panda. Mustang Panda sendiri selama ini dikenal sebagai peretas asal China yang menargetkan kawasan Asia Tenggara.

    Seperti dikutip CNNIndonesia.com dari The Record pada Jumat (10/9/21), peneliti Insikt pertama kali menemukan upaya peretasan itu pada April 2021 silam.

    Baca juga : Hidayat Nur Wahid: ‘Case Closed’, Megawati Tolak Tegas Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

    Mulanya, ketika itu mereka tengah mendeteksi server pengendali dan control (C&C) malware PlugX yang dioperasikan oleh Mustang Panda. Namun server tersebut ternyata sedang berkomunikasi dengan beberapa host dalam jaringan Pemerintah Indonesia.

    Setelah itu, peneliti Insikt menelusuri lebih lanjut dan mengklaim bahwa hal itu telah berlangsung sejak Maret 2021. Akan tetapi, masih belum jelas metode serta target dari peretasan tersebut.

    Insikt menjelaskan, Mustang Panda memakai private ransomware bernama Thanos. Mereka mengklaim peretasan tersebut dikaitkan dengan upaya spionase Tingkok dalam menghadapi situasi yang menghangat di Laut China Selatan.

    Baca juga : Sri Mulyani Kejar Utang Anak Soeharto Terkait BLBI, Berapa Jumlahnya?

    Menurut peneliti Insikt Group, pihaknya sudah memberi tahu hal itu ke Indonesia pada Juni 2021 dan dilakukan lagi pada Juli 2021. Akan tetapi, mereka menyebut Pemerintah Indonesia tidak merespons laporan itu.

    Kemudian BIN disebut sebagai salah satu target paling sensitif dari aksi peretasan tersebut. Mereka pun enggan merespons laporan The Record pada Juli dan Agustus 2021.

    Lebih lanjut, The Record mengatakan seorang sumber mengungkapkan, Pemerintah Indonesia sebenarnya sudah mengambil langkah-langkah identifikasi dan membersihkan sistem yang diretas. Namun beberapa hari kemudian, peneliti Insikt mengonfirmasi bahwa host dalam jaringan Pemerintah Indonesia ternyata masih berkomunikasi dengan server malware Mustang Panda.

    Baca juga : Ini Kata Pengamat Soal Jokowi Tak Mau Campur Tangan Urusan MPR Amendemen UUD 45′

    Sementara itu, perwakilan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan Deputi VIII Badan Intelijen Negara (BIN), Wawan Purwanto masih belum memberikan pernyataan.

    Di sisi lain, pakar keamanan siber CISSReC Pratama Persadha mengaku pihaknya masih belum mengetahui persis kebenaran dari informasi itu sehingga ada kemungkinan terjadi klaim sepihak. Oleh sebab itu, dia menilai perlu menunggu buktinya seperti kasus eHAC Kemenkes beberapa waktu lalu.

  • Demi Vaksin, Jokowi Terjunkan Anggota BIN Datangi Rumah-rumah Warga

    Demi Vaksin, Jokowi Terjunkan Anggota BIN Datangi Rumah-rumah Warga

    TIKTAK.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) terjunkan anggota Badan Intelijen Negara (BIN) supaya menjalankan program vaksinasi Covid-19 dari rumah ke rumah (door to door). Program tersebut digelar pada 14 provinsi pusat Covid-19.

    Vaksinasi door to door dijalankan kepada 19 ribu orang yang tersebar di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, serta Papua.

    Di Jakarta, program vaksinasi ini dipimpin oleh Deputi I BIN, Mayjen TNI Agus Yusni. Ia melaporkan kondisi gelaran vaksinasi langsung kepada Jokowi.

    Baca juga : Jokowi Hubungi Luhut 3 Kali Sehari Selama PPKM Darurat

    “Saya bersama Ketua RT 06 RW 07 Kelurahan Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo kini tengah mengikuti tenaga kesehatan Medical Inteligence BIN mendatangi perumahan masyarakat satu per satu guna mendeteksi masyarakat yang memiliki keinginan vaksinasi,” kata Agus kala melapor ke Jokowi via telekonferensi video, ditayangkan saluran YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (14/7/21).

    Agus menyatakan telah terdapat 40 orang warga yang disuntik vaksin Covid-19 pagi ini. Dia menyatakan peminat vaksinasi di daerah itu tinggi, namun banyak yang tidak lolos pemeriksaan kesehatan lantaran mempunyai komorbid.

    Dia menjelaskan, BIN tidak sekadar menyuntikkan vaksin dalam kegiatan tersebut. BIN turut memeriksa kesehatan masyarakat serta menyalurkan bantuan beras bagi warga yang memerlukan.

    Baca juga : RUU Otsus Papua Akan Disahkan DPR-Pemerintah Besok

    Jokowi mengapresiasi peran BIN menjalankan Vaksinasi door to door. Ia memandang kebijakan tersebut bisa mempercepat vaksinasi massal.

    “Door to door bagus, kita mendatangi yang mau vaksin segera disuntik, program dari rumah ke rumah bagus sekali. Terima kasih,” sebut Jokowi.

    Bukan hanya vaksinasi dari rumah ke rumah, BIN turut menangani vaksinasi bagi siswa. Vaksinasi itu ditujukan untuk 15 ribu orang pelajar SMP dan 15 ribu orang pelajar SMA.

    Baca juga : Ahok Sempat Positif Covid Bahkan Sampai Pakai Tabung Oksigen

    Pemerintah mulanya menargetkan 181,5 juta orang sebagai sasaran vaksinasi Covid-19. Akhir-akhir ini, target tersebut diperbesar menjadi 208,2 juta orang lantaran vaksinasi juga bakal dilakukan ke anak serta remaja.

    Pemerintah mencanangkan penuntasan vaksinasi Covid-19 sampai akhir tahun ini. Sampai saat ini, 37 juta orang sudah memperoleh vaksin dosis pertama. Serta lebih dari 15,3 juta di antaranya sudah memperoleh dua dosis vaksin Covid-19.

  • Saat BIN Unggah Foto Ajakan Minum Susu, Apa Maksudnya?

    Saat BIN Unggah Foto Ajakan Minum Susu, Apa Maksudnya?

    TIKTAK.ID – Badan Intelijen Negara (BIN) RI diketahui mengunggah foto anjuran minum susu melalui akun twitter resmi @binofficial_ri. Namun BIN telah membantah unggahan tersebut mempunyai maksud dan tujuan tertentu.

    Perlu diketahui, konten anjuran minum susu itu diunggah pada Minggu (6/6/21) kemarin. Tampak sebuah foto susu putih yang diunggah dengan keterangan foto, “minum susu untuk menjaga kesehatan dan kekuatan tulangmu”.

    Menurut Deputi VII BIN, Wawan Hari Purwanto, unggahan itu hanya merupakan pesan bagi generasi muda agar tidak abai dengan kesehatan. Dia pun mengklaim bahwa tidak ada pesan tersembunyi lain dari unggahan itu.

    “Tidak ada tendensi ke mana-mana, kecuali hanya mengingatkan generasi muda untuk tidak abai akan hal tersebut. Dengan begitu, bangsa kita akan menjadi bangsa yang kuat,” ujar Wawan seperti dilansir CNN Indonesia dari Detikcom, Rabu (9/6/21).

    Wawan juga mengatakan susu merupakan minuman yang penting bagi generasi muda untuk menjaga tulang agar tak rentan mengalami gangguan.

    Lebih lanjut, Badan negara yang bergerak di bidang intelijen itu mengingatkan sejumlah penyakit yang bisa timbul akibat kekurangan vitamin D. Seperti keropos hingga kelainan pertumbuhan tulang akibat kekurangan vitamin D, kalsium, dan fosfat.

    “Objeknya kan berbeda-beda antara satu negara dengan negara lain. Mengenai masalah minum susu, untuk mengingatkan generasi muda akan perlunya menjaga tulang agar tidak rentan patah,” terang Wawan.

    Menurut Wawan, masalah satu negara dengan yang lainnya tak bisa disamakan. Oleh sebab itu, Wawan berharap agar tidak ada polemik ataupun praduga yang muncul akibat unggahan tersebut.

    “Saudara kita diingatkan supaya tidak abai atau kurang memperhatikan atau karena masih ada kebutuhan prioritas lainnya, sehingga kurang memandang penting soal konsumsi susu. Jadi tidak dapat disamakan antara persoalan satu negara dengan negara lain,” tutur Wawan.

    Sekadar informasi, unggahan BIN itu mendapatkan respons dari warganet yang beragam hingga viral di media sosial. Bahkan ada warganet yang menduga terdapat pesan tersembunyi dari unggahan tersebut, seperti diungkapkan akun @txtdaripemerintah. Akun itu menghapus sebagian huruf dari setiap kata keterangan foto unggahan akun BIN sehingga menyisakan tulisan, “M-u-su-h da-ta-ng.”

  • BIN: Kaum Milenial Rawan Jadi Target Utama Rekrutmen Kelompok Teroris

    BIN: Kaum Milenial Rawan Jadi Target Utama Rekrutmen Kelompok Teroris

    TIKTAK.ID – Deputi VII Badan Intelijen Negara (BIN), Wawan Hari Purwanto mengungkapkan bahwa kalangan anak muda atau milenial saat ini telah menjadi target utama rekrutmen oleh kelompok teror.

    “Memang milenial ini telah menjadi target utama dari mereka [kelompok teror],” ujar Wawan dalam diskusi daring yang disiarkan di YouTube, Sabtu (3/4/21), seperti dilansir CNN Indonesia.

    Wawan pun menyampaikan sejumlah alasan kelompok milenial menjadi target utama. Wawan menjelaskan, alasan pertama yakni kelompok milenial seringkali tidak banyak yang berpikir kritis. Menurutnya, hal itu yang membuat kelompok milenial kerap menelan mentah-mentah ajaran yang dibuat dan disasar oleh kelompok teror.

    Kemudian alasan kedua adalah kalangan milenial masih memiliki keberanian yang lebih ketimbang kalangan lainnya.

    “Selain itu, mereka tidak banyak tanggungan. Masih lebih emosional dan lebih berpikir pragmatis, terlebih ada iming-iming masuk surga dan lain-lain,” terang Wawan.

    Oleh sebab itu, Wawan mengimbau agar kalangan milenial terus melakukan konfirmasi dan mengecek kembali ajaran-ajaran yang bernuansa radikal. Ia juga meminta para orang tua untuk terus mengontrol anak-anaknya, terutama yang masuk dalam usia milenial, termasuk memantau pelbagai buku bacaan yang sedang mereka baca.

    “Yang biasanya riang jadi pemurung, dan yang biasanya enggak pergi kemana-mana jadi tahu-tahu kalau pulang minta uang. Dia [anak-anak] hanya bicara dengan networking yang ada di media sosial karena dia memang di-drive di situ untuk melakukan apa pun,” ucap Wawan.

    Wawan pun menyarankan orang tua terus melakukan patroli 24 jam untuk memantau kegiatan anak-anaknya yang masih berusia milenial di dunia maya. Ia menilai hal itu agar kalangan milenial tak terjebak oleh paham-paham radikal yang selama ini marak di dunia maya.

    “Oleh karena itu kita selalu dorong, bacaan-bacaan kaum milenial itu juga dikontrol oleh orang tuanya. Sebab, hanya orang tuanya yang paling paham,” tutur Wawan.

    Sementara mantan narapidana terorisme, Haris Amir Falah menyatakan ada banyak anak muda terpapar radikalisme dan terorisme dari media sosial. Ia menganggap kecanggihan teknologi bisa mempermudah kelompok maupun jaringan terorisme dalam merekrut anggota.

  • Perempuan Marak Jadi Teroris di Indonesia BIN Beberkan Alasannya

    Perempuan Marak Jadi Teroris di Indonesia BIN Beberkan Alasannya

    TIKTAK.ID – Juru Bicara Badan Intelijen Negara (BIN), Wawan Purwanto menyampaikan penyebab marak perempuan menjadi pelaku terorisme di Indonesia dan global saat ini. Ia menilai salah satu faktor perempuan menjadi teroris akibat kekosongan tenaga pria. Ia menyebut para pria yang kerap melakukan aksi sudah meninggal dunia atau ditangkap oleh aparat.

    “Ya perempuan ini menjadi sentral, usai banyak tewasnya pendukung ISIS, terutama yang pria. Kemudian karena banyak kekosongan tenaga pria, maka wanita pun direkrut untuk itu,” ujar Wawan dalam sebuah diskusi daring, Sabtu (3/4/21), seperti dilansir CNN Indonesia.

    Kemudian Wawan berpendapat bahwa perempuan lebih memiliki rasa emosional dan militan ketimbang laki-laki. Tidak hanya itu, ia juga menilai saat ini banyak perempuan yang meniru perbuatan teroris laki-laki, bahkan kini mereka kerap lebih dulu mengajak.

    “Termasuk juga di kasus bom panci, yang memiliki daya ledak menggelegar. Ini efek peniruannya pergerakannya dan tren meningkat, bahkan disebut wanita yang mengajak sekarang ini. Ada yang seperti itu,” jelas Wawan.

    Oleh sebab itu, Wawan lantas meminta para keluarga terdekat agar dapat menjadi agen pencegah aksi teror. Ia mencontohkan, ada orang tua yang melaporkan anak dan menantunya, setelah melihat gerak-geriknya selama ini sangat aneh dan terindikasi terpapar radikalisme.

    “Di Lampung dan Sibolga itu yang melapor orang tuanya sendiri, karena anak-anaknya dan mantunya geraknya tampak aneh,” ucap Wawan.

    Perlu diketahui, keterlibatan perempuan dalam tindak pidana terorisme di Indonesia memang sudah bukan barang baru lagi. Terkini, pelaku teror di Mabes Polri pada Rabu (31/3/21), ZA (25), menambah daftar panjang perempuan di pusaran terorisme.

    Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, ZA adalah pelaku seorang diri (lonewolf) yang terpapar ideologi ISIS. Terdapat pula teror bom di depan Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, pada 28 Maret silam, yang juga melibatkan perempuan.

    Sebelumnya, pada 2018, simpatisan ISIS lain di dalam negeri, Puji Kuswati, diketahui membawa anak perempuannya yang masih berusia sembilan dan dua belas tahun saat meledakkan bom bunuh diri dalam serangkaian serangan di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur.