TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Sanksi Trump untuk Staf Pengadilan Kriminal Internasional ‘Dimentahkan’ Hakim AS

Sanksi Trump untuk Staf Pengadilan Kriminal Internasional ‘Dimentahkan’ Hakim AS

By William Putra Wijaya
8 Januari 2021
672
0
Sanksi Trump untuk Staf Pengadilan Kriminal Internasional 'Dimentahkan' Hakim AS

TIKTAK.ID – Upaya Presiden AS, Donald Trump untuk memberi sanksi kepada pengacara hak asasi manusia Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) karena mendukung pengadilan kejahatan perang internasional, terganjal oleh blokir seorang hakim AS.

Hakim Distrik AS, Katherine Polk Failla di Manhattan mengeluarkan putusan yang menentang Gedung Putih untuk menjatuhkan hukuman pidana atau perdata terhadap empat profesor hukum di bawah perintah eksekutif dari Presiden Donald Trump Juni lalu, seperti yang dilansir Reuters, Selasa (5/1/21).

Trump telah menjatuhkan sanksi ekonomi dan perjalanan terhadap staf ICC yang berbasis di Den Haag dan siapa pun yang mendukung pekerjaannya, termasuk penyelidikan apakah pasukan AS melakukan kejahatan perang di Afghanistan antara 2003 dan 2014.

Failla mengatakan penggugat kemungkinan akan berhasil menunjukkan bahwa perintah Trump secara tidak konstitusional mencegah mereka berbicara, yang mengakibatkan kerugian yang tidak dapat diperbaiki.

“Pengadilan memperhatikan kepentingan Pemerintah dalam mempertahankan hak prerogatif kebijakan luar negerinya dan memaksimalkan efektivitas alat kebijakannya”, tulis Failla. “Namun demikian, masalah keamanan nasional tidak boleh menjadi jimat yang digunakan untuk menangkal klaim yang tidak menyenangkan”.

Gugatan itu diajukan oleh Open Society Justice Initiative, sebuah kelompok hak asasi manusia yang berbasis di New York, dan para profesor.

Pengacara mereka, Andrew Loewenstein, mitra Foley Hoag, mengatakan penggugat “senang” dengan keputusan ini. Failla menganggap sanksi tersebut sebagai “pelanggaran berat” terhadap hak Amandemen Pertama mereka.

Direktur Eksekutif Open Society Justice Initiative, James Goldston mendesak pemerintahan Biden yang akan datang untuk membatalkan perintah Trump, yang katanya berada dalam “konflik langsung dengan sejarah dukungan Washington untuk keadilan internasional”.

Pejabat administrasi menuduh ICC melanggar kedaulatan AS dan mengizinkan manipulasi Rusia untuk melayani kepentingan Moskow, dengan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo menyebut pengadilan itu sebagai “pengadilan Kanguru”.

Pada September, Pemerintah AS menjatuhkan sanksi kepada Kepala Jaksa ICC, Fatou Bensouda. Penyelidikannya juga mencakup kemungkinan kejahatan perang oleh Taliban dan otoritas Afghanistan.

Pemerintahan Biden dapat mempertimbangkan untuk mencabut sanksi tersebut sebagai bentuk evaluasi penggunaan sanksi dalam kebijakan luar negeri, kata dua sumber pada bulan lalu.

ICC menyebut perintah Trump sebagai serangan terhadap Peradilan Pidana Internasional (ICC) dan supremasi hukum. Uni Eropa juga menyatakan penentangannya terhadap sanksi yang dibuat Trump.

TagsBerita Dunia Hari IniDonald TrumpHakim ASHakim Distrik ASICCKatherine Polk FaillaStaf Pengadilan Kriminal Internasional

Related articles More from author

  • HRW: Kerajaan Saudi Tahan Pangeran Faisal bin Abdullah Tanpa Dasar Hukum yang Jelas
    Internasional

    HRW: Kerajaan Saudi Tahan Pangeran Faisal bin Abdullah Tanpa Dasar Hukum yang Jelas

    11 Mei 2020
    By William Putra Wijaya
  • Aung San Suu Kyi Bantah Semua Tuduhan Junta Militer
    Internasional

    Aung San Suu Kyi Bantah Semua Tuduhan Junta Militer

    30 Oktober 2021
    By William Putra Wijaya
  • TIKTAK.ID - Taliban Sambut Baik Tawaran Damai Trump
    Internasional

    Taliban Sambut Baik Tawaran Damai Trump

    30 November 2019
    By William Putra Wijaya
  • AS Lanjutkan Tekanan Maksimum terhadap Venezuela
    Internasional

    AS Lanjutkan Tekanan Maksimum terhadap Venezuela

    19 Mei 2022
    By William Putra Wijaya
  • Anies Baswedan Baca Buku 'How Democracies Die', Tsamara Amany: Memalukan!
    Nasional

    Anies Baswedan Baca Buku ‘How Democracies Die’, Tsamara Amany: Memalukan!

    24 November 2020
    By Joni Sitohang
  • Demo Tuntut Kebrutalan Polisi di Meksiko Berujung Rusuh
    Internasional

    Demo Tuntut Kebrutalan Polisi di Meksiko Berujung Rusuh

    6 Juni 2020
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Pengkritik UU Cipta Kerja dan Saksi Ahli Kasus Ahok Diangkat Jokowi Jadi Wamenkumham, Siapa Dia?
    Nasional

    Pengkritik UU Cipta Kerja dan Saksi Ahli Kasus Ahok Diangkat Jokowi Jadi Wamenkumham, Siapa Dia?

  • Jokowi Bertemu Ahok di TPPI Tuban
    Nasional

    Ahok Unggah Foto Bersama Jokowi, Pengamat Politik: Ibarat Mike Tyson dan Muhammad Ali

  • Reaksi Mahfud MD Dengar Pengacara Brigadir J Minta Petir Penyambar CCTV Diperiksa Polisi
    Nasional

    Mahfud MD Cemaskan Kekuatan Persenjataan TNI

  • Makanan Pencegah Anemia
    Tips & Tutorial

    Daftar Makanan yang Ampuh Cegah Anemia dan Aman bagi Ibu Hamil

  • Serangan Taliban ke Pos-Pos Pemeriksaan Tewaskan 18 Tentara Afghanistan
    Internasional

    Serangan Taliban ke Pos-Pos Pemeriksaan Tewaskan 18 Tentara Afghanistan

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.