TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Pompeo Yakin Negara Arab Lain Segera Berkawan dengan Israel

Pompeo Yakin Negara Arab Lain Segera Berkawan dengan Israel

By William Putra Wijaya
24 November 2020
514
0
Pompeo Yakin Negara Arab Lain Segera Berkawan dengan Israel

TIKTAK.ID – Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo meyakini banyak negara Arab yang bersedia untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

“Saya sangat yakin bahwa negara-negara lain akan bergabung dengan apa yang telah dilakukan oleh Emirat, Bahrain, dan Sudan, dan mengakui tempat yang tepat bagi Israel di antara negara-negara,” kata diplomat top AS itu, berbicara kepada saluran televisi al-Arabiya milik Saudi yang berbasis di Dubai dalam sebuah wawancara yang dirilis pada Minggu (22/11/20), seperti yang dikutip Sputniknews.

“Mereka akan melakukannya karena itu adalah hal yang benar untuk dilakukan untuk bangsa mereka, karena peningkatan kemakmuran dan keamanan untuk negara mereka,” tambah Pompeo, tanpa merinci negara mana yang ada dalam pikirannya.

Menurut Menteri Luar Negeri itu, “ancaman bersama dari Iran” telah membantu menyatukan Negara-negara Teluk dan Israel. Meski dia tak merinci ancaman seperti apa yang dibuat Iran untuk negara-negara Teluk.

Sebelumnya, pada musim gugur lalu, AS menengahi kesepakatan normalisasi hubungan antara Israel dan Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Sudan. Paman Sam juga menawarkan kontrak senjata yang menguntungkan kepada Abu Dhabi, dan menjanjikan Khartoum bahwa Washington akan mencabut sanksi dan penunjukan “negara sponsor terorisme” terhadap Bangsa Afrika Timur Laut itu.

Mengenai kesepakatan pengakuan Israel, Pompeo menegaskan kembali bahwa “setiap negara yang menginginkan situasi yang lebih baik bagi rakyatnya akan datang untuk mengakui Israel”.

Pompeo juga mengkritik penolakan para pemimpin Palestina terhadap rencana perdamaian Trump, dengan mengatakan bahwa Washington “akan senang jika Palestina berdamai dengan Israel”.

Pompeo melakukan sejumlah kunjungan kenegaraan ke Timur Tengah pada minggu ini, dan secara demonstratif mengunjungi permukiman Yahudi di Tepi Barat yang diduduki Israel secara ilegal dan mampir di Dataran Tinggi Golan Suriah yang juga diduduki Israel. Selanjutnya, Pompeo akan mengunjungi UEA, Qatar, dan Arab Saudi pada perjalanan yang direncanakan selesai pada Senin besok.

Pemerintahan Trump pada Januari lalu menawarkan solusi dua negara dengan pengakuan atas klaim Israel terhadap permukiman di Tepi Barat, kedaulatan Israel atas Lembah Yordania, dan pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota negara Israel. Sebagai imbalannya Trump menawarkan 50 miliar dollar untuk infrastruktur, investasi dan lingkungan Yerusalem Timur yang akan menjadi Ibu Kota Palestina.

Para pejabat Palestina menolak mentah-mentah tawaran Trump dan mengecam rencana tersebut. Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas mengatakan Yerusalem “tidak untuk dijual” dan bahwa proposal secara keseluruhan termasuk “tong sampah sejarah”.

Para pemimpin Palestina juga menyebut UEA dan Bahrain “mengkhianati” warga Palestina dan “menikam mereka dari belakang” dengan menandatangani kesepakatan normalisasi dengan Israel.

Segera setelah kesepakatan normalisasi antara Israel, UEA, dan Bahrain ditandatangani pada bulan September, terungkap bahwa Amerika Serikat berencana mempermanis kesepakatan tersebut dengan menawarkan perjanjian penjualan senjata senilai $23 miliar kepada Abu Dhabi termasuk sebanyak 50 F-35 Joint Strike Fighters, 18 drone MQ-9B Reaper dan sejumlah rudal dan amunisi.

Sudan, yang setuju untuk menormalisasi hubungan dengan Tel Aviv sebulan kemudian, menerima janji keringanan sanksi dan komitmen Washington bahwa status “negara sponsor terorisme” yang menampar Khartoum pada 1993 akan secara bertahap dicabut.

UEA, Bahrain, dan Sudan menjadi anggota ketiga, keempat, dan kelima Liga Arab yang menormalisasi hubungan dengan Israel, dengan Mesir melakukannya pada 1979 dan Yordania menyusul pada 1994. Sedangkan 17 Anggota Liga Arab masih tidak memiliki hubungan dengan negara Zionis itu.

Arab Saudi, negara terbesar di Teluk Arab, baru-baru ini mengindikasikan bahwa mereka tidak akan setuju untuk menormalisasi hubungan dengan Israel tanpa implementasi dari proposal Prakarsa Perdamaian Arab 2002 untuk menyelesaikan konflik Arab-Israel.

TagsBerita timur tengahIsraelMike PompeoNegara ArabNormalisasi hubungan

Related articles More from author

  • Kunjungan Delegasi Israel Tandai Hubungan Makin Mesra Rezim Zionis dengan Bahrain
    Internasional

    Kunjungan Delegasi Israel Tandai Hubungan Makin Mesra Rezim Zionis dengan Bahrain

    19 Oktober 2020
    By William Putra Wijaya
  • Jenderal Inggris: Semua Orang Salah Memprediksi Taliban
    Internasional

    Jenderal Inggris: Semua Orang Salah Memprediksi Taliban

    7 September 2021
    By William Putra Wijaya
  • Internasional

    Rezim Zionis Israel Hancurkan Rumah Kepala Penjaga Masjid Al-Aqsa dengan Buldoser

    25 Februari 2021
    By William Putra Wijaya
  • Bakal Lanjutkan Kirim Minyak ke Venezuela, Pasukan Iran Siap Siaga Hadapi Gangguan AS
    Internasional

    Bakal Lanjutkan Kirim Minyak ke Venezuela, Pasukan Iran Siap Siaga Hadapi Gangguan AS

    14 Juni 2020
    By William Putra Wijaya
  • Mahmoud Abbas Siap Berunding dengan Israel Jika Rencana Pencaplokan Tepi Barat Dibatalkan
    Internasional

    Mahmoud Abbas Siap Berunding dengan Israel Jika Rencana Pencaplokan Tepi Barat Dibatalkan

    24 Juli 2020
    By William Putra Wijaya
  • Kecam Serangan Israel ke Masjid Al-Aqsa, Ketum PKB Dorong PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel
    Nasional

    Kecam Serangan Israel ke Masjid Al-Aqsa, Ketum PKB Dorong PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel

    18 April 2022
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Tampil Ciamik, Witan Sulaeman Dapat Pujian dari Pemain Curacao
    Olahraga

    Tampil Ciamik, Witan Sulaeman Dapat Pujian dari Pemain Curacao

  • Serangan Militer Myanmar Membuat 100 Ribu Warga Sipil Melarikan Diri
    Internasional

    Serangan Militer Myanmar Membuat 100 Ribu Warga Sipil Melarikan Diri

  • PAN Tegaskan Tak Akan Panggil Bima Arya Soal Dukungan ke Capres Ganjar
    Nasional

    PAN Tegaskan Tak Akan Panggil Bima Arya Soal Dukungan ke Capres Ganjar

  • Prabowo-Anies Calon Terkuat Pilpres 2024 Versi Survei, Sandiaga: Tahan Diri, Banyak Masalah Lebih Mendesak Diselesaikan
    Nasional

    Jadi Kandidat Capres 2024, Ini Daftar Kekayaan Sandiaga, Prabowo hingga Anies Baswedan

  • Golkar Siap Koalisi dengan Parpol Mana pun Asal Airlangga yang Jadi Capres 2024
    Nasional

    Golkar Siap Koalisi dengan Parpol Mana pun Asal Airlangga yang Jadi Capres 2024

Artikel Terbaru

  • Apa Itu Jaringan 5G di HP dan Apa Bedanya dengan 4G 26 September 2026
  • Mary Jane Menghirup Udara Bebas Usai Dapat Grasi 26 September 2026
  • PSI Soal Wacana Pemisahan Pileg-Pilpres: Inkonsistensi Pembuat UU 26 September 2026
  • 8 Cara Mengatasi HP Vivo Lemot dengan Mudah (Update 2026) 26 September 2026
  • Manfaat Berjemur Pagi untuk Tulang dan Daya Tahan Tubuh 26 September 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (55)
  • Keuangan (9)
  • Kuliner (1,057)
  • Nasional (7,935)
  • Olahraga (1,132)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,214)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.