
TIKTAK.ID – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD meminta agar penanganan kasus bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Rabu (13/11/19) tak berhenti hanya pada pelaku. Polisi harus memburu jaringan kelompok teroris yang ada di Medan.
“Di Medan, jaringannya juga harus dicari. Bukan hanya satu korban dan mencari yang satu itu. Dan itu tugas negara untuk hadir di situ,” kata Mahfud di Sentul, Bogor, Rabu (13/11/19).
Baca juga: Waspada Paham Radikal, Akun Medsos CPNS Akan Diperiksa
Kata Mahfud, bukan berarti Pemerintah saat ini menunggu ada korban baru bertindak. Hingga kini, justru Pemerintah berjibaku menekan jumlah korban serangan teror.
Terkait jaringan kelompok teror pelaku, apakah ada kemungkinan terkait dengan pelaku bom di Sibolga pada Maret lalu, Direktur Pelaksana Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikalisasi (PAKAR) Adhe Bhakti mengatakan belum menemukan keterkaitan itu. Sebab menurut dia, di Sumatera Utara terlalu banyak faksi atau kelompok yang bermain.

Halaman selanjutnya…
Rusli Qomar adalah seorang penulis yang berdedikasi mengulas berbagai isu seputar dunia kesehatan dan kesejahteraan (wellness). Melalui karya-karyanya, Rusli aktif menyajikan informasi yang edukatif mengenai pencegahan dan penanganan penyakit, serta membagikan tips gaya hidup sehat yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Dengan gaya penulisan yang lugas, terstruktur, dan berbasis pada referensi tepercaya, Rusli berkomitmen untuk menyederhanakan istilah-istilah medis yang rumit agar mudah dipahami oleh pembaca umum. Fokus utamanya adalah mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan preventif, pemenuhan nutrisi harian, serta menjaga keseimbangan fisik dan mental










