TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Teknologi
Home›Teknologi›Penyiaran Digital Indonesia Kalah Maju dari Malaysia dan Brunei

Penyiaran Digital Indonesia Kalah Maju dari Malaysia dan Brunei

By Alfan Mahardika
28 Juli 2020
730
0
Penyiaran Digital Indonesia Kalah Maju dari Malaysia dan Brunei

TIKTAK.ID – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyatakan penyiaran digital di Indonesia masih tertinggal dibandingkan Malaysia dan Brunei Darussalam.

Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa, Henri Subiakto menjelaskan transisi dari TV analog menuju penyiaran digital atau Analog Switch-Off (ASO) ini telah berlangsung di beberapa negara disebabkan TV analog dipandang boros frekuensi.

“Kita ini negara tertinggal dalam hal ASO. TV yang ditonton di rumah itu analog. TV di Indonesia menghabiskan frekuensi, termasuk menyebabkan HP masyarakat tak sebaik di luar negeri, karena frekuensi broadbandnya dipakai rebutan dengan analog,” terang Henri dalam webinar di Jakarta sebagaimana dilansir CNN Indonesia, Kamis (23/7/20).

Padahal frekuensi dapat dimanfaatkan untuk bermacam kebutuhan lain bagi perkembangan ekonomi digital, juga untuk fasilitas internet cepat.

Henri mengungkapkan bahwa sejumlah negara telah melaksanakan digitalisasi televisi. Belanda telah menerapkan ASO mulai 2006. Disusul Finlandia, Inggris, Norwegia, dan Swedia pada 2007.

Negara lain juga sudah menerapkan ASO di Jerman dan Swiss pada 2008, Amerika (2009), Jepang (2011), lalu disusul Korea Selatan (2012). Beberapa negara di Asia Tenggara juga sudah menerapkan ASO.

“Tetangga kita Brunei saja telah ASO pada 2017, Singapura 2019, Malaysia 2019, Vietnam, Thailand, dan Myanmar bakal ASO 2020 ini. Hanya Indonesia yang belum,” sebut Henri.

Henri menerangkan seputar penyiaran digital bukan sekadar persoalan tentang penyiaran, namun juga terkait bagaimana memanfaatkan ekonomi komunikasi di masa mendatang serta teknologi di masa depan.

Henri menguraikan TV analog perlu pita selebar 8 MHz untuk satu stasiun televisi. Sedangkan pita selebar 10 MHz semestinya dapat dipergunakan untuk mengadakan jaringan 4G yang dapat dipergunakan atau melingkupi jutaan orang.

TV analog tidak hemat frekuensi mengakibatkan frekuensi yang ada agar masyarakat dapat mengakses internet berkurang hingga tersisa sedikit. Padahal kini di era digital, internet sangat diperlukan masyarakat.

Di samping itu, secara merata TV analog juga banyak membutuhkan pita frekuensi di 700 MHz sebanyak 328 MHz. Padahal andaikan TV analog berganti ke digital, bakal hanya butuh pita selebar 176 MHz. Sementara sisa pita selebar 112 MHz, dapat dipakai bagi kebutuhan lain.

TagsBruneiHenri SubiaktoKemenkominfoKementerian Komunikasi dan InformatikaMalaysiaPenyiaran DigitalStaf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media MassaTV AnalogTV Digital

Related articles More from author

  • Misi Jokowi Evakuasi Ahsan/Hendra dkk Berhasil, Ini Selanjutnya
    Nasional

    (Cek Hoaks atau Fakta) Jokowi Perintahkan Tembak di Tempat Dua Intelijen Malaysia

    28 Juli 2022
    By Joni Sitohang
  • Ketahui Perbedaan TV Analog dan Digital
    Teknologi

    Ketahui Perbedaan TV Analog dan Digital

    15 Juli 2022
    By Alfan Mahardika
  • TIKTAK.ID - Rumah Super Unik: Ruang Tamu di Dalam Negeri, Dapur di Luar Negeri
    Berita UnikViral

    Rumah Super Unik: Ruang Tamu di Dalam Negeri, Dapur di Luar Negeri

    19 Desember 2019
    By Burhan Adiatma
  • Malaysia Bergolak, Anwar Ibrahim Dapat Restu Ketemu Raja sebelum Ambil Alih Posisi Perdana Menteri
    Internasional

    Malaysia Bergolak, Anwar Ibrahim Dapat Restu Ketemu Raja sebelum Ambil Alih Posisi Perdana Menteri

    9 Oktober 2020
    By William Putra Wijaya
  • Kangen Band Pernah Jadi Bahan Penelitian Profesor Monash University Malaysia
    Selebriti

    Kangen Band Pernah Jadi Bahan Penelitian Profesor Monash University Malaysia

    3 Juli 2020
    By
  • Gak Kira-kira, 6 Tahun Jokowi Habiskan Uang Negara 1,29 Triliun Hanya untuk Propaganda Media
    Nasional

    Gak Kira-kira, 6 Tahun Jokowi Habiskan Uang Negara 1,29 Triliun Hanya untuk Propaganda Media

    25 Agustus 2020
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Akibat Boikot AS, Analis Pasar Prediksi Huawei Berpotensi Kehilangan Bisnis Smartphone
    InternasionalTeknologi

    Akibat Boikot AS, Analis Pasar Prediksi Huawei Berpotensi Kehilangan Bisnis Smartphone

  • Biden Salahkan Trump Remehkan Serangan Siber ke AS
    Internasional

    Biden Perintahkan Warga AS Secepatnya Tinggalkan Ukraina

  • Bantah Klaim AHY, Pengamat: Pembangunan Era Jokowi Alami 'Lompatan Besar'
    Nasional

    Bantah Klaim AHY, Pengamat: Pembangunan Era Jokowi Alami ‘Lompatan Besar’

  • Soal Putusan PN Jakpus Tunda Pemilu 2024, Komisi Yudisial: Kontroversial
    Nasional

    Soal Putusan PN Jakpus Tunda Pemilu 2024, Komisi Yudisial: Kontroversial

  • Riset Microsoft Catat Warganet Indonesia Paling Tidak Sopan se-Asia Tenggara
    Teknologi

    Riset Microsoft Catat Warganet Indonesia Paling Tidak Sopan se-Asia Tenggara

Artikel Terbaru

  • Cara Menghemat Gas saat Memasak dengan Kompor agar Lebih Irit 4 November 2026
  • Tips Memilih Ikan Segar di Pasar Tradisional agar Aman Dimakan 4 November 2026
  • 10 Manfaat Teh Hijau untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui 4 November 2026
  • Cara Membuat Spreadsheet Keuangan Pribadi di Google Sheets 4 November 2026
  • POCO C95 Pro: Spesifikasi Lengkap, Harga, dan Kelebihannya 3 November 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (101)
  • Keuangan (24)
  • Kuliner (1,070)
  • Nasional (8,039)
  • Olahraga (1,148)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,309)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.