TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Anggap Istilah ‘Hidup Berdamai dengan Corona’ Versi Jokowi Tidak Tepat, JK: Damai itu Harus dari Dua Belah Pihak

Anggap Istilah ‘Hidup Berdamai dengan Corona’ Versi Jokowi Tidak Tepat, JK: Damai itu Harus dari Dua Belah Pihak

By Joni Sitohang
20 Mei 2020
643
0
Anggap Istilah 'Hidup Berdamai dengan Corona' Versi Jokowi Tidak Tepat, JK: Damai itu Harus dari Dua Belah Pihak

TIKTAK.ID – Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla (JK) menganggap istilah “hidup berdamai dengan virus Corona (COVID-19)” tidak tepat. JK menyatakan masyarakat bisa sakit, bahkan meninggal dunia, jika terkena virus Corona.

“Kalau hanya kita yang ingin damai tapi virusnya ndak, bagaimana? Jadi istilah damai itu agak kurang pas karena damai itu harus dari kedua belah pihak. Tidak ada kedamaian bagi mereka, kalau kena bisa sakit dan mati,” ujar JK, seperti dilansir Detik.com, Selasa (19/5/20).

JK menilai istilah yang lebih pas diungkapkan adalah perubahan pola hidup. Ia pun mengajak masyarakat menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Corona.

Baca juga : Susi Pudjiastuti Maknai Hari Kebangkitan Nasional di Tengah Pandemi

“Jadi tidak istilahnya kita gencatan senjata, nanti tahun depan lagi mulai. Mungkin yang ada kebiasaan kita yang harus berubah, itu mungkin ingin dianggap bahwa kita hidup berbarengan. Tetap pakai masker dan cuci tangan terus, tidak berarti kita berdamai, karena risikonya mati,” imbuhnya.

Selain itu, JK juga menanggapi soal ide terkait herd immunity, atau upaya menghentikan laju penyebaran virus dengan cara membiarkan imunitas alami tubuh. JK mengatakan hal tersebut bisa menyebabkan banyak orang meninggal dunia.

JK mencontohkan Swedia yang tidak melakukan lockdown dan ingin mencoba herd immunity. Akibatnya, tingkat kematian di Swedia lima kali lipat dibanding negara di sekitarnya yang melakukan lockdown, seperti Finlandia dan Norwegia.

Baca juga : Tak Ikut Arahan Pusat terkait Pelonggaran PSBB, PDIP Sebut Anies ‘Salah Makan Obat’

“Boleh saja, tapi korbannya banyak. Kalau korban materi masih bisa saja diganti, tapi kalau korban jiwa bagaimana? Jangan coba-coba yang begini, karena korbannya pasti banyak. WHO atau lembaga apa pun juga tidak merekomendasikan hal itu,” kata mantan Wakil Presiden RI tersebut.

Sebelumnya, dalam video yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (7/5/20), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan istilah “hidup berdamai dengan Corona”. Menurut Jokowi, sebelum ada vaksin Corona, masyarakat harus berdamai dengan virus ini.

“Kemungkinan masih bisa naik lagi atau turun lagi, naik sedikit lagi, dan turun lagi, dan seterusnya. Artinya, sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus bisa hidup berdamai dengan Covid untuk beberapa waktu ke depan,” jelas Jokowi.

Baca juga : Buka-bukaan, Ganjar Cerita Tak Ada Masalah dengan Anies tapi Pernah Hampir Berkelahi dengan Ahok

Meski begitu, Jokowi mengaku Pemerintah terus berusaha agar pandemi virus Corona di Indonesia segera berakhir. Namun, kata Jokowi, berdasarkan keterangan para ahli, kasus yang turun tidak berarti langsung landai.

TagsCoronaCOVID-19Hidup BerdamaiJokowiJusuf KallaVirus CoronaWabah Covid-19

Related articles More from author

  • Sejumlah Ekonom dan Anggota DPR Tolak Rencana Jokowi Pindahkan Ibu Kota, Ini Alasan Mereka
    Nasional

    Sejumlah Ekonom dan Anggota DPR Tolak Rencana Jokowi Pindahkan Ibu Kota, Ini Alasan Mereka

    19 April 2021
    By Johan Arif
  • Baca juga : Ketua MPR Bakal Gelar Diskusi PPHN, Tepis Wacana Presiden 3 Periode
    Nasional

    Dukung Jokowi Soal Ibu Kota Baru, Prabowo: Saya Sarankan Presiden, Teruskan!

    7 September 2021
    By Joni Sitohang
  • Soal Kabar Reshuffle, Gerindra Pasrahkan Nasib Prabowo dan Edhy ke Jokowi
    Nasional

    Soal Kabar Reshuffle, Gerindra Pasrahkan Nasib Prabowo dan Edhy ke Jokowi

    30 Juni 2020
    By Joni Sitohang
  • Survei Indikator: Hampir 70 Persen Publik Puas dengan Kinerja Jokowi
    Nasional

    Survei Indikator: Hampir 70 Persen Publik Puas dengan Kinerja Jokowi

    7 September 2022
    By Joni Sitohang
  • Fakta Utang RI yang Mencapai 6.074 Triliun dan Ketahanan Ekonomi Era Jokowi
    Nasional

    Fakta Utang RI yang Mencapai 6.074 Triliun dan Ketahanan Ekonomi Era Jokowi

    19 Januari 2021
    By Joni Sitohang
  • Presiden Prancis: Kehidupan Takkan Kembali Normal Setelah Pandemi
    Internasional

    Presiden Prancis: Kehidupan Takkan Kembali Normal Setelah Pandemi

    5 Mei 2020
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Keseruan Ajang Pop Academy Saat Armand Maulana dan Soimah jadi Juri, Agnes Nyanyikan Lagu Ariel
    Selebriti

    Keseruan Ajang Pop Academy Saat Armand Maulana dan Soimah jadi Juri, Agnes Nyanyikan Lagu Ariel

  • Bisma Karisma Jadi Pemeran Utama Film ‘Romantik Problematik'
    Selebriti

    Bisma Karisma Jadi Pemeran Utama Film ‘Romantik Problematik’

  • Ganjar Siap Bantu 15 Ribu Rumah Tak Layak Huni di 2023
    Nasional

    Ganjar Siap Bantu 15 Ribu Rumah Tak Layak Huni di 2023

  • Pengamat Beberkan Plus Minus jika Prabowo Jadi Deklarasi Capres Tahun ini
    Nasional

    Pengamat Beberkan Plus Minus jika Prabowo Jadi Deklarasi Capres Tahun ini

  • Komeng Ungkap Strategi Raup 2 Juta Suara di Pemilu 2024
    Nasional

    Komeng Ungkap Strategi Raup 2 Juta Suara di Pemilu 2024

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.