TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Bukan Hanya Indonesia, Ekonomi Hampir Seluruh Negara G20 Luluh Lantak Dihantam Corona

Bukan Hanya Indonesia, Ekonomi Hampir Seluruh Negara G20 Luluh Lantak Dihantam Corona

By Bagas F Sinaga
4 Mei 2020
1321
0
Bukan Hanya Indonesia, Ekonomi Hampir Seluruh Negara G20 Luluh Lantak Dihantam Corona

TIKTAK.ID – Pandemi virus Corona (Covid-19) yang kini merebak di berbagai penjuru dunia telah membuat ekonomi global luluh lantak. Pada kuartal pertama tahun 2020 saja, ekonomi negara-negara G20 banyak yang mengalami kontraksi.

Dampak pandemi Covid-19 yang kini menginfeksi lebih dari 3 juta orang di berbagai penjuru dunia memang dahsyat. Krisis ekonomi yang timbul pun berbeda dari krisis-krisis sebelumnya. Jika dua krisis sebelumnya (dot com bubble & 2008 global financial crisis) murni karena fenomena di sektor keuangan, krisis kali ini justru dipicu oleh fenomena di lapangan yang merembet ke mana-mana.

Pandemi Covid-19 menyerang faktor produksi dari ekonomi itu sendiri yakni manusia. Orang yang terinfeksi virus Corona akan mengalami gangguan sistem pernapasan dengan gejala seperti batuk, sesak napas, nyeri dada hingga pneumonia. Virus ini menyebar dengan sangat cepat. Banyak negara memilih opsi lockdown untuk menekan penyebaran virus.

Namun opsi lockdown harus dibayar mahal. Dengan adanya lockdown di berbagai berbagai belahan dunia terutama di negara-negara anggota G20 seperti AS, Italia, Spanyol, Prancis, China, hingga Singapura, aktivitas perekonomian pun terhambat.

Baca juga: Trump Ancam Tarik Pasukan Amerika dari Saudi Jika Riyadh Tak Turuti Kemauannya Soal Pemangkasan Produksi Minyak

Dalam kondisi lockdown, orang-orang dilarang keluar rumah dan beraktivitas seperti biasa, pabrik dan perkantoran banyak yang tutup atau beroperasi tetapi tidak dengan kapasitas penuh. Akibatnya produksi menurun, rantai pasok menjadi terganggu dan permintaan melemah.

Fenomena inilah yang menjadi ancaman terbesar bagi perekonomian yang kemudian disebut oleh Dana Moneter Internasional (IMF) sebagai The Great Lockdown dalam laporannya.

Konsekuensi lockdown terhadap perekonomian terlihat jelas ketika banyak negara G20 mulai merilis angka keramatnya (pertumbuhan ekonomi) kuartal pertama tahun 2020 ini.

Sebagai informasi, output perekonomian negara-negara G20 menyumbang lebih dari 80% Produk Domestik Bruto (PDB) global sehingga melihat kontraksi yang terjadi di banyak negara G20 bisa memberikan gambaran bahwa ekonomi global memang sedang suram.

Pertama tengoklah Paman Sam. Pada kuartal pertama 2020, ekonomi AS mengalami kontraksi 4,8% (annualized). Ini merupakan kontraksi terdalam sejak 2008 dan menjadi kontraksi pertama sejak 2014. Angka pengangguran di AS pun melonjak tajam. Sejak 21 Maret sudah ada 30,3 juta orang yang mengajukan klaim pengangguran di AS.

Halaman selanjutnya…

1 2 3
TagsBerita Dunia Hari IniDampak CoronaDampak EkonomiEkonomiLockdownPandemi CoronaWabah Covid-19

Related articles More from author

  • Pangeran William Sengaja 'Tutup Mulut' Saat Terinfeksi Covid-19
    Internasional

    Pangeran William Sengaja ‘Tutup Mulut’ Saat Terinfeksi Covid-19

    4 November 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Maduro Sebut Kilang Minyak Terpenting Venezuela Diserang Teroris
    Internasional

    Maduro Sebut Kilang Minyak Terpenting Venezuela Diserang Teroris

    31 Oktober 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Junta Militer Myanmar Beri Amnesti, Bebaskan 5000-an Tahanan
    Internasional

    Junta Militer Myanmar Beri Amnesti, Bebaskan 5000-an Tahanan

    24 Oktober 2021
    By William Putra Wijaya
  • Kesaksian Dokter Turki: Jumlah Kasus Covid-19 Lebih Besar dari Laporan Pemerintah
    Internasional

    Kesaksian Dokter Turki: Jumlah Kasus Covid-19 Lebih Besar dari Laporan Pemerintah

    6 Agustus 2020
    By William Putra Wijaya
  • Sedikitnya 83 Orang Meninggal Usai Divaksin di Korea Selatan
    Internasional

    Sedikitnya 83 Orang Meninggal Usai Divaksin di Korea Selatan

    3 November 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Respons Upaya Penyelidikan Internasional Terkait Sumber Covid-19, China: Serahkan ke Ilmuwan, Bukan Politisi yang Berbohong Demi Tujuan Politik Domestik
    Internasional

    Respons Upaya Penyelidikan Internasional Terkait Sumber Covid-19, China: Serahkan ke Ilmuwan, Bukan Politisi yang Berbohong Demi Tujuan Politik Domestik

    7 Mei 2020
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Aktivis Kemanusiaan Jepang Peraih 'Nobel Asia' Tewas di Afghanistan
    Internasional

    Aktivis Kemanusiaan Jepang Peraih ‘Nobel Asia’ Tewas di Afghanistan

  • Dahnil Nilai 'Kecaman' PKS Soal Natuna Punya Modus Rendahkan Menhan Prabowo
    Nasional

    Dahnil Nilai ‘Kecaman’ PKS Soal Natuna Punya Modus Rendahkan Menhan Prabowo

  • Anggap Jabatan Presiden 'Tujuan Politik Rendahan', Din Syamsuddin Balas Lebih Pedas Sindiran Megawati Soal KAMI
    Nasional

    Din Syamsuddin Sayangkan Acara KAMI di Surabaya Dihentikan Polisi

  • Erik Ten Hag Jadi Pelatih Man Utd, Bakal Buang Ronaldo?
    Olahraga

    Erik Ten Hag Jadi Pelatih Man Utd, Bakal Buang Ronaldo?

  • Vincent dan Desta Buat Gebrakan Acara Sahur dan Buka
    Selebriti

    Vincent dan Desta Buat Gebrakan Acara Sahur dan Buka

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.