TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Junta Militer Myanmar Beri Amnesti, Bebaskan 5000-an Tahanan

Junta Militer Myanmar Beri Amnesti, Bebaskan 5000-an Tahanan

By William Putra Wijaya
24 Oktober 2021
459
0
Junta Militer Myanmar Beri Amnesti, Bebaskan 5000-an Tahanan

TIKTAK.ID – Massa berkumpul di luar penjara di sekitar Myanmar pada Selasa (19/10/21). Mereka menunggu setidaknya teman atau kerabat yang dibebaskan dari penjara setelah ada amnesti untuk orang-orang yang ditangkap karena memprotes kudeta militer.

Kepala Pemerintahan yang dibentuk oleh tentara, Jenderal Senior Min Aung Hlaing, mengumumkan amnesti yang diberikan kepada lebih dari 5.600 orang pada Senin (18/10/21). Televisi Pemerintah mengatakan jumlah itu termasuk 1.316 narapidana yang akan dibebaskan dari penjara di seluruh negeri dan 4.320 lainnya menunggu persidangan yang dakwaannya akan ditangguhkan, seperti yang dilansir The Associated Press.

Pengumuman itu muncul tiga hari setelah Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara menyampaikan menolak mengundang Min Aung Hlaing ke pertemuan puncak yang akan datang, meskipun Myanmar adalah bagian dari blok 10-anggota.

Langkah tersebut mencerminkan frustrasi ASEAN dengan penolakan kunjungan utusan khusus ASEAN ke negara itu, yang ditunjuk sebagai bagian dari inisiatif untuk menemukan jalan keluar dari krisis kekerasan yang telah mencengkeram Myanmar sejak tentara menggulingkan Pemerintahan Aung San Suu Kyi pada Februari.

Pemerintah menolak mengabulkan permintaan utusan khusus Menteri Luar Negeri Kedua Brunei, Erywan Yusof untuk bertemu dengan Suu Kyi yang ditahan sejak kudeta militer dan diadili atas beberapa tuduhan yang menurut pendukungnya bermotif politik.

Aliran bus pembawa tahanan yang dibebaskan keluar dari gerbang penjara Insein di Yagon dan melaju perlahan melalui kerumunan massa yang diliputi kegembiraan. Beberapa berteriak kegirangan dan memberikan mawar melalui jendela kendaraan yang terbuka.

Anggota keluarga berpelukan dan menangis ketika mereka dipersatukan kembali setelah berbulan-bulan berada dalam ketidakpastian bagi sebagian orang, dengan isolasi para tahanan yang terus meningkat bersamaan dengan tindakan penguncian yang dimaksudkan untuk membantu mengatasi pandemi virus Corona.

Seorang tahanan yang dibebaskan, yang menolak untuk mengidentifikasi dirinya demi menghindari menarik perhatian pihak berwenang, menangis ketika dia berdiri di luar tembok penjara dan berbicara dengan putrinya di telepon genggam.

“Ibumu bebas dari penderitaan,” katanya sambil menghapus air mata. “Tolong datang dan tunggu aku di bawah, Putriku. Aku bebas.”

Ada adegan serupa pada Senin malam ketika rilis pertama kali diumumkan.

Namun, 11 dari 38 orang yang dibebaskan Senin malam dari Penjara Meiktila Myanmar tengah itu ditangkap kembali di pintu gerbang penjara, kata seseorang yang dekat dengan keluarga seorang napi di sana. Mereka yang ditangkap kembali termasuk pejabat dan anggota partai Liga Nasional untuk Demokrasi Suu Kyi serta pengunjuk rasa jalanan, kata pria itu, yang berbicara dengan syarat anonim karena dia takut pihak berwenang akan menghukumnya karena berbicara kepada media.

Dia mengatakan semua didakwa di bawah Undang-Undang Anti-Terorisme, meskipun rincian lebih lanjut tidak segera diberikan. Undang-undang tersebut menghukum tindakan kekerasan dan juga “tindakan mendesak, membujuk, propaganda, dan perekrutan siapa pun untuk berpartisipasi dalam kelompok teroris atau kegiatan terorisme apa pun.”

Kelompok-kelompok terkemuka yang menentang kekuasaan militer, termasuk Pemerintah Persatuan Nasional bawah tanah, yang menganggap dirinya sebagai administrasi negara yang sah, secara resmi telah ditetapkan sebagai kelompok teroris.

Panggilan telepon ke seorang pejabat dari Departemen Penjara untuk meminta tanggapan menemui jalan buntu, mereka tidak mau menjawab.

Min Aung Hlaing mengaitkan waktu amnesti dengan festival lampu tradisional Thadingyut yang akan datang, menunjukkan bahwa hal itu dapat membantu memulihkan perdamaian dan stabilitas. Tapi hal itu dil…

TagsAmnestiBerita Dunia Hari IniJunta Militer MyanmarMyanmarPembebasan Tahanan

Related articles More from author

  • Pada 2020 Serangan Teror Turun, Namun Korban Lebih Banyak dari 2019
    Internasional

    Pada 2020 Serangan Teror Turun, Namun Korban Lebih Banyak dari 2019

    10 Maret 2021
    By William Putra Wijaya
  • Dinobatkan sebagai Pemenang Pemilu AS, Joe Biden: Kini Saatnya Membuka Halaman Baru
    Internasional

    Dinobatkan sebagai Pemenang Pemilu AS, Joe Biden: Kini Saatnya Membuka Halaman Baru

    16 Desember 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Maduro Menang Telak di Pemilihan Legislatif Venezuela
    Internasional

    Maduro Menang Telak di Pemilihan Legislatif Venezuela

    10 Desember 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Trump: Jika Tuduhan Kami Benar, Joe Biden Tak Bisa Jadi POTUS
    Internasional

    Trump: Jika Tuduhan Kami Benar, Joe Biden Tak Bisa Jadi POTUS

    4 Desember 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Kepala Program Kedaruratan Kesehatan WHO, Dr. Michael Ryan
    Internasional

    WHO Ingatkan Potensi Bahaya Pandemi Lebih Parah di Masa Depan

    1 Januari 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Kelompok Teroris Boko Haram Diduga Bantai Puluhan Petani di Nigeria
    Internasional

    Kelompok Teroris Boko Haram Diduga Bantai Puluhan Petani di Nigeria

    1 Desember 2020
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Tanggapi Ketua Forum Ka'bah, Gerindra: Jangan Mimpi Prabowo Jadi Cawapres Dampingi Anies
    Nasional

    Gerindra: Cak Imin Masih Kandidat Terkuat Cawapres Prabowo

  • Menyoal Polemik Mantan Napi Koruptor Jadi Komisaris Anak Usaha BUMN
    Nasional

    Menyoal Polemik Mantan Napi Koruptor Jadi Komisaris Anak Usaha BUMN

  • Demokrat AHY Gaungkan Perlawanan Hadapi 'Si Pengganggu' Bernama Yusril
    Nasional

    Terkait Wacana Pertemuan SBY-Megawati, Demokrat: Jangan Ada Kompor-kompor yang Memanasi

  • Prabowo Minta Semua Menteri Pakai Mobil Dinas Maung Buatan Pindad
    Nasional

    Prabowo Minta Semua Menteri Pakai Mobil Dinas Maung Buatan Pindad

  • Paten Baru Apple: Ponsel Lipat yang Bisa Perbaiki Layarnya Sendiri
    Teknologi

    Paten Baru Apple: Ponsel Lipat yang Bisa Perbaiki Layarnya Sendiri

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.