TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Balas Tudingan Soal ‘Kerja Paksa dan Pelanggar HAM’, Beijing Sebut Washington ‘Munafik dan Pembohong Besar’

Balas Tudingan Soal ‘Kerja Paksa dan Pelanggar HAM’, Beijing Sebut Washington ‘Munafik dan Pembohong Besar’

By Bagas F Sinaga
16 Januari 2021
465
0
Balas Tudingan Soal 'Kerja Paksa dan Pelanggar HAM', Beijing Sebut Washington 'Munafik dan Pembohong Besar'

TIKTAK.ID – Beijing menyindir kematian pria kulit hitam Amerika George Floyd sebagai bukti kemunafikan Washington setelah memberlakukan larangan semua produk seperti tomat dan kapas yang berasal dari wilayah Xinjiang barat China atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia.

“Di Amerika Serikat, ratusan ribu orang tak berdosa meninggal karena Covid-19, orang seperti George Floyd bahkan tidak bisa bernapas lega,” kata Jubir Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian dalam konferensi pers reguler pada Kamis (14/1/21), seperti dilansir RTnews.

Zhao mengecam tuduhan AS bahwa produk Xinjiang diproduksi dari “kerja paksa” dari Muslim Uighur yang ditahan, dan menyebutnya sebagai “kebohongan terbesar abad ini”.

Dia juga mengatakan bahwa AS “tercela”, karena praktik “kerja paksa” telah dilaporkan terjadi di AS, merujuk pada artikel Los Angeles Times tentang tahanan perempuan yang dipaksa bekerja lembur untuk memproduksi masker, tanpa diberikan perlindungan diri.

Respons China ini menyusul pengumuman AS pada hari Rabu kemarin bahwa Washington akan memberlakukan larangan impor selimut, pakaian dan tekstil yang dibuat dengan kapas yang ditanam di Xinjiang, serta biji tomat, tomat kaleng, saus tomat, dan produk lain dari wilayah tersebut.

US Customs and Border Protection (CBP) mengatakan dalam sebuah pernyataannya bahwa pihaknya telah mengeluarkan Perintah Pelepasan Penahanan, yang memungkinkan pihak berwenang untuk menyita produk itu di semua pelabuhan masuk di AS.

CBP memperkirakan sekitar $ 9 miliar produk kapas dan produk tomat senilai $ 10 juta diimpor dari China ke AS dalam 12 bulan terakhir.

Pada bulan Desember, Kongres mengesahkan Undang-Undang Pencegahan Kerja Paksa Uighur, yang menyebut bahwa barang apa pun dari Xinjiang dibuat dengan kerja paksa melalui sistem kamp interniran massal, dan karena itu barang-barang tersbut dilarang.

Hubungan China-AS terus memburuk secara signifikan di bawah Pemerintahan Presiden Donald Trump, yang mengecam tanggapan China terhadap pandemi Covid-19, serta memproduksi banyak sanksi perdagangan dan larangan visa bagi anggota Partai Komunis China.

Belum lagi ikut campur tangan AS terkait persoalan Taiwan dan tudingan pelanggaran HAM di Hongkong, semakin membuat hubungan dua negara ekonomi besar dunia ini semakin terpuruk.

TagsBerita Dunia Hari IniChinaJubir Kementerian Luar Negeri ChinaKonflik AS-ChinaTudingan ASZhao Lijian

Related articles More from author

  • Taliban Klaim Sudah Ingatkan NATO Potensi Serangan Teror di Bandara Kabul
    Internasional

    Taliban Klaim Sudah Ingatkan NATO Potensi Serangan Teror di Bandara Kabul

    29 Agustus 2021
    By Bagas F Sinaga
  • TIKTAK.ID - Istilah 'Lockdown' yang Mendadak Tenar, Apa Sih Maksudnya?
    Nasional

    Istilah ‘Lockdown’ yang Mendadak Tenar, Apa Sih Maksudnya?

    15 Maret 2020
    By Rusli Qomar
  • Beijing Janji Balas Campur Tangan AS di Taiwan
    Internasional

    Beijing Janji Balas Campur Tangan AS di Taiwan

    24 November 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Venezuela Peringatkan PBB Terkait Munculnya Ancaman AS terhadap Kapal Tanker Iran
    Internasional

    Venezuela Peringatkan PBB Terkait Munculnya Ancaman AS terhadap Kapal Tanker Iran

    25 Mei 2020
    By William Putra Wijaya
  • Dilaporkan Hilang, Wali Kota Seoul Ditemukan Tewas
    Internasional

    Dilaporkan Hilang, Wali Kota Seoul Ditemukan Tewas

    11 Juli 2020
    By William Putra Wijaya
  • Ceko Restui Warganya Gabung Militer Ukraina
    Internasional

    Ceko Restui Warganya Gabung Militer Ukraina

    18 Mei 2022
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Ketahui Mitos tentang Karbohidrat untuk Kesehatan
    Tips & Tutorial

    Ketahui Mitos tentang Karbohidrat untuk Kesehatan

  • Ronaldo Minta Publik Beri Waktu Ten Hag Adaptasi di MU
    Olahraga

    Ronaldo Minta Publik Beri Waktu Ten Hag Adaptasi di MU

  • Begini Peluang Airlangga Rebut Ganjar dari PDIP untuk Pilpres 2024 Menurut Pengamat
    Nasional

    Begini Peluang Airlangga Rebut Ganjar dari PDIP untuk Pilpres 2024 Menurut Pengamat

  • Tamagotchi Terlahir Lagi, Kali Ini sebagai Smartwatch Modern
    Teknologi

    Tamagotchi Terlahir Lagi, Kali Ini sebagai Smartwatch Modern

  • Xiaomi 12T 5G Dibekali Kamera 108MP
    Teknologi

    Xiaomi 12T 5G Dibekali Kamera 108MP

Artikel Terbaru

  • Profil Veddriq Leonardo: Biodata, Karier, dan Prestasi 30 September 2026
  • Pemerintah Serahkan DIM RUU LLAJ ke Komisi V DPR 30 September 2026
  • Apa Itu Sinyal GPS di HP dan Cara Memperkuat Sinyalnya 30 September 2026
  • Dukcapil Genjot Kepemilikan KIA dan Aktivasi IKD Hingga ke Desa 30 September 2026
  • 9 Cara Mengatasi Kamera HP Buram Tanpa Harus ke Tukang Servis 30 September 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (60)
  • Keuangan (11)
  • Kuliner (1,058)
  • Nasional (7,948)
  • Olahraga (1,136)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,227)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.