TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Berita Unik
Home›Berita Unik›5 Fakta Roket yang Digunakan Iran Serang AS

5 Fakta Roket yang Digunakan Iran Serang AS

By Burhan Adiatma
9 Januari 2020
2479
0
TIKTAK.ID - 5 Fakta Roket yang Digunakan Iran Serang AS

TIKTAK.ID – Pada Rabu (8/1/20) pagi, Iran dikabarkan kembali meluncurkan sembilan roket untuk menghantam basis pasukan Amerika Serikat (AS) di pangkalan udara, Irak. Bahkan mereka meluncurkan roket Katyusha yang merupakan andalan Iran untuk menyerang AS.

Seperti diketahui, serangan Iran tersebut bukan tanpa sebab. Mereka melakukan serangan balasan atas kematian perwira tinggi militer Iran, Letnan Jenderal Qassem Soleimani. Pada Jumat (3/1/20) pekan lalu, Jenderal Soleimani tewas dibombardir roket AS ketika baru turun dari Bandara Internasional Irak.

Berikut 5 fakta roket Katyusha milik Iran:

1. Buatan Rusia
Peluncur roket tersebut dirancang Rusia, tepatnya Georgy Langemak. Selain itu, peluncur tersebut dimanufakturi oleh Plant Comintern in Voronezh.

Baca juga: BREAKING NEWS: IRGC Menghujani Pangkalan Udara AS di Irak dengan Rudal Sebagai Balasan Atas Pembunuhan Jenderal Soleimani

2. Senjata Rahasia pada Perang Dunia II
Sebenarnya, Katyusha sendiri dikembangkan pada 1938 dan diproduksi secara massal pada 1941. Informasi dari Defencyclopedia, senjata ini digunakan pada Perang Dunia II tahun 1941. Sebelumnya, keberadaan Katyusha dirahasiakan pada PD II. Kebanyakan orang menyebutnya dengan inisial K. Huruf K sendiri berkaitan dengan pabrik senjatanya, Voronezh Komintern Factory.

3. Menggunakan Mobil
Berdasarkan laporan dari Russia Pedia, peluncur roket Katyusha menggunakan mobil truk. Bahkan dilengkapi dengan peluncur yang dapat diarahkan ke belakang mobil. Memang, senjata ini dirancang untuk menjadi sistem peluncur roket sekaligus (Multiple Launch Rocket System/MLRS).

4. Diekspor ke sejumlah negara
Peluncur roket tersebut sudah diekspor ke berbagai negara. Mulai dari Afghanistan, Angola, Cekoslovakia, Hungaria, Iran, Irak, Jerman Timur, Korea Utara, Mesir, Mongolia, Polandia, Suriah, Vietnam, dan Yaman.

Baca juga: Ormas Islam dan NGO Tanah Air Kompak Kutuk Amerika, KUMAIL: Pembunuhan Qassem Soleimani Merupakan Aksi Terorisme Internasional

China sempat menggunakan pelontar roket tersebut pada saat perang dengan Korea Selatan dan Amerika Serikat. Selain itu, senjata ini juga hadir dalam perang di Timur Tengah hingga Afrika.

5. Banyak Varian
Varian pertama pada pelontar tersebut adalah BM 13. BM-x-y merupakan sebuah kode peluncur misil kendaraan darat. Selain itu, M-x-y merupakan peluncur berbentuk menara dan digunakan pada angkatan laut. Kode x menjadi kode misil dan y menjadi kode jumlah rel peluncur misil.

Sementara itu, BM-8-16 menunjukkan penggunaan kendaraan peluncur darat yang dapat menembakkan misil M 8 dan mempunyai 16 peluncur.

Baca juga: Buntut Pembunuhan Soleimani dan Al Muhandis, Parlemen Irak Sepakat Usir Pasukan AS dari Irak

Kendaraan peluncur darat juga mempunyai sejumlah varian, mulai dari traktor, truk, dan tank. Sedangkan varian roket Katyusha sendiri juga dapat dibawa dengan mudah, seperti ditaruh di tas punggung.

TagsBerita DuniaBerita Dunia Hari IniBerita Dunia IslamBerita timur tengahIran Serang ASJenderal Qassem SoleimaniPerang Dunia IIroket KatyushaSenjata Rahasia

Related articles More from author

  • Hari Hitam dalam Sejarah Negara-negara Arab
    Internasional

    Hari Hitam dalam Sejarah Negara-negara Arab

    17 September 2020
    By William Putra Wijaya
  • Dua Ledakan Hebat Hantam Ibu Kota Afghanistan
    Internasional

    Dua Ledakan Hebat Hantam Ibu Kota Afghanistan

    6 Agustus 2021
    By William Putra Wijaya
  • Jubir Dewan Keamanan Nasional Biden Sebut Sanksi China 'Sinis'
    Internasional

    Jubir Dewan Keamanan Nasional Biden Sebut Sanksi China ‘Sinis’

    23 Januari 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Jumlah Kematian Akibat Covid-19 di Brasil Tembus Setengah Juta Jiwa
    Internasional

    Jumlah Kematian Akibat Covid-19 di Brasil Tembus Setengah Juta Jiwa

    22 Juni 2021
    By William Putra Wijaya
  • Moskow Ingatkan London Tak Buat Provokasi 'Bodoh dan Berbahaya'
    Internasional

    Moskow Ingatkan London Tak Buat Provokasi ‘Bodoh dan Berbahaya’

    25 Januari 2022
    By William Putra Wijaya
  • Seorang Nenek di Amerika Pukul KO Pemuda yang Menyerangnya
    Berita UnikInternasional

    Seorang Nenek di Amerika Pukul KO Pemuda yang Menyerangnya

    19 Maret 2021
    By Burhan Adiatma

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Bonucci: Kehadiran Ronaldo Malah Membuat Pemain Juventus Bersantai
    Olahraga

    Bonucci: Kehadiran Ronaldo Malah Membuat Pemain Juventus Bersantai

  • Tapi kalo masalah nya kaya gini kalo nggak dicopot malah bisa jadi bikin TNI jadi pembelot... https://www.tiktak.id/jenderal-gatot-nurmantyo-beberkan-penyebab-dirinya-dicopot-jokowi-dari-jabatan-panglima-tni.html
    Nasional

    Pencalonan Keponakan SBY Dikaitkan Dinasti Politik, Demokrat: Itu Permainan Lama

  • TIKTAK.ID - Perjuangkan UMKM, Jokowi Protes Basuki dan Budi: Di Rest Area, Kopi dan Ayamnya Kok Itu-Itu Saja
    Nasional

    Perjuangkan UMKM, Jokowi Protes Basuki dan Budi: Di Rest Area, Kopi dan Ayamnya Kok Itu-Itu Saja

  • TIKTAK.ID - Meski Rumahnya Ikut Terendam, Nikita Mirzani dan Eko Patrio Tetap Bantu Korban Banjir
    Selebriti

    Meski Rumahnya Ikut Terendam, Nikita Mirzani dan Eko Patrio Tetap Bantu Korban Banjir

  • Anies Pilih Tak Lakukan Tes Massal Corona
    Nasional

    Sudah Terima 100 Ribu Alat Rapid Test, Anies Pilih Tak Gunakan untuk Tes Massal, Kenapa?

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.