TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Tolak Revisi UU Kementerian, PDIP: Bukan Untuk Mengakomodir Kekuatan Politik

Tolak Revisi UU Kementerian, PDIP: Bukan Untuk Mengakomodir Kekuatan Politik

By Joni Sitohang
20 Mei 2024
292
0
Tolak Revisi UU Kementerian, PDIP: Bukan Untuk Mengakomodir Kekuatan Politik

TIKTAK.ID – Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto mengatakan tidak setuju dengan wacana revisi Undang-Undang Kementerian Negara. Untuk diketahui, pengubahan aturan kementerian negara memungkinkan lembaga bisa ditambah di era Presiden terpilih, Prabowo Subianto.

Hasto mengaku memahami kalau setiap presiden punya kebijakan tersendiri. Akan tetapi, kata Hasto, PDIP mewanti-wanti bahwa kementerian negara yang ada saat ini sebenarnya sudah mampu merepresentasikan seluruh tanggung jawab negara.

“Seluruh desain dari kementerian negara itu kan untuk mencapai tujuan bernegara, bukan justru mengakomodasikan seluruh kekuatan politik,” ujar Hasto dalam keterangan di Galeri Nasional pada Senin (13/5/24), seperti dilansir Tempo.co.

Baca juga : Sandiaga Tanggapi Isu Duet Ahok-Anies di Pilkada DKI: Dua-duanya Hebat Tapi…

Hasto menilai Indonesia menghadapi tantangan yang tak mudah dalam bidang ekonomi, seperti pelemahan rupiah, masalah tenaga kerja, bahkan kemudian deindustrialisasi. Dia menjelaskan bahwa untuk menghadapi persoalan dan dampak geopolitik global, perlu adanya suatu desain yang efektif dan efisien, bukan untuk memperbesar ruang akomodasi.

Adapun rencana Prabowo menambah jumlah kementerian hingga 38 atau 40, sudah diwartakan oleh Majalah Tempo dalam laporan utama pekan lalu, “Orang Lama Kabinet Baru”, yang terbit pada 6 Mei 2024.

Orang-orang dekat Prabowo mengeklaim Prabowo berupaya membangun koalisi besar untuk menguasai Dewan Perwakilan Rakyat. Tujuannya, memungkinkan program Pemerintah yang diajukan mampu berjalan dengan mulus.

Baca juga : Megawati Kantongi 8 Nama Bakal Cagub DKI, Ada Sri Mulyani?

Guna mengakomodasi koalisi tersebut, menambah jumlah kementerian menjadi solusinya. Akan tetapi penambahan jumlah kementerian perlu merevisi Undang-Undang Nomor 39 tahun 2008 tentang Kementerian Negara. Aturan itu hanya memperbolehkan kementerian paling banyak 34.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani menyebut revisi aturan kementerian dapat terlaksana sebelum Prabowo dilantik sebagai Presiden. Muzani lantas menyoroti ada kebutuhan berbeda di setiap pemerintahan.

“Menurut saya UU kementerian bersifat fleksibel, jadi tidak terpaku pada jumlah dan nomenklatur,” terang Muzani, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPR, di Gedung DPR/MPR, kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pada Minggu (12/5/24).

Baca juga : Menantu Jokowi Jelaskan Kenapa Tunjuk Pamannya Jadi Plh Sekda Kota Medan

Tidak hanya itu, cara lain untuk mengubah aturan kementerian ini adalah uji materiil ke Mahkamah Konstitusi atau presiden mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang. Tim Prabowo sendiri sedang mengkaji penambahan kementerian koordinator yang regulasinya tak disebutkan dalam aturan lama. Kini terdapat empat Menteri Koordinator.

TagsHastoHasto KristiyantoPDIPPrabowoUU Kementerian

Related articles More from author

  • NasDem-PKS-PDIP Respons Wacana Duet Ganjar-Anies di Pilpres 2024
    Nasional

    NasDem-PKS-PDIP Respons Wacana Duet Ganjar-Anies di Pilpres 2024

    23 Agustus 2023
    By Joni Sitohang
  • Heboh, Beredar Video Prabowo Mengaku Muak dengan Elite di Jakarta, Said Didu: Jangan Percaya!
    Nasional

    Heboh, Beredar Video Prabowo Mengaku Muak dengan Elite di Jakarta, Said Didu: Jangan Percaya!

    19 Mei 2020
    By Joni Sitohang
  • DPR Usul MBG Saat Libur Sekolah Dialihkan untuk Korban Bencana di Sumatera
    Nasional

    DPR Usul MBG Saat Libur Sekolah Dialihkan untuk Korban Bencana di Sumatera

    24 Desember 2025
    By Johan Arif
  • PDIP Ancam Kader yang Terlibat Deklarasi Capres 2024, Gara-gara Relawan Ganjar?
    Nasional

    Hasto Tepis Isu Dukungan untuk Pilkada DKI Usai Megawati Sapa Ahok ‘Sahabat’

    13 Januari 2022
    By Joni Sitohang
  • PDIP Ancam Kader yang Terlibat Deklarasi Capres 2024, Gara-gara Relawan Ganjar?
    Nasional

    PDIP Ancam Kader yang Terlibat Deklarasi Capres 2024, Gara-gara Relawan Ganjar?

    23 September 2021
    By Joni Sitohang
  • Peluang Koalisi Gerindra dan PDIP Dinilai Mustahil Usai Prabowo Deklarasi Capres
    Nasional

    Peluang Koalisi Gerindra dan PDIP Dinilai Mustahil Usai Prabowo Deklarasi Capres

    16 Agustus 2022
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Logitech Pop Keys, Dilengkapi Tombol Emoji
    Teknologi

    Logitech Pop Keys, Dilengkapi Tombol Emoji

  • Direktur Charta Politika Sindir Anies
    Nasional

    Rumahnya Tiga Kali Kebanjiran, Direktur Charta Politika Sindir Anies: Silahkan Lanjutkan TikToknya Pak

  • Dukung Perjuangan Palestina, MUI Haramkan Beli Produk Pendukung Agresi Israel
    Nasional

    Dukung Perjuangan Palestina, MUI Haramkan Beli Produk Pendukung Agresi Israel

  • WhatsApp Mulai Kenalkan Kebijakan Privasi Baru Bagi Pengguna
    Tips & Tutorial

    WhatsApp Mulai Kenalkan Kebijakan Privasi Baru Bagi Pengguna

  • Nyatakan Mosi Tidak Percaya ke Rektor, BEM UGM Ungkit Nama Jokowi
    Nasional

    Nyatakan Mosi Tidak Percaya ke Rektor, BEM UGM Ungkit Nama Jokowi

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.