TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Taliban Terus Berupaya Dapatkan Pengakuan Internasional

Taliban Terus Berupaya Dapatkan Pengakuan Internasional

By William Putra Wijaya
9 Oktober 2021
490
0
Taliban Terus Berupaya Dapatkan Pengakuan Internasional

TIKTAK.ID – Sejak berkuasa pada Agustus, Taliban terus berupaya membuat dunia internasional mengakui Imarah Islamnya sebagai Pemerintah resmi Afghanistan.

Kelompok Taliban telah bertemu dengan para pejabat dari PBB, yang bulan lalu meyakinkan Taliban bahwa Badan tersebut akan melanjutkan program bantuannya di negara itu. Namun, PBB menolak permintaan Taliban agar utusan yang dipilihnya berpidato di Majelis Umum.

Kelompok itu juga telah bertemu dengan perwakilan dari Inggris, yang mendorong mereka untuk memastikan bahwa warga negara Inggris diizinkan meninggalkan negara itu. Inggris juga mengangkat isu hak-hak perempuan dalam pertemuan dengan perwakilan Taliban, tulis Aljazeera, Kamis (7/10/21).

Pimpinan Taliban, juga dipastikan hadir saat pengiriman bantuan dari Qatar, China, Uni Emirat Arab, Pakistan, dan Uzbekistan tiba di Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul.

Akan tetapi tidak satu pun dari negara-negara ini yang mengumumkan pengakuan resmi mereka terhadap Taliban sebagai penguasa sah negara tersebut. Pengakuan itu sangat penting, tidak hanya untuk legitimasi Taliban sendiri, tetapi juga karena negara itu terus berjuang setelah Amerika Serikat, Bank Dunia, dan Dana Moneter Internasional memutuskan akses Kabul ke lebih dari $9,5 miliar dalam bentuk pinjaman, pendanaan, dan aset.

Isolasi diplomatik Taliban berbeda dengan 10 tahun terakhir, di mana kelompok itu melakukan beberapa perjalanan melintasi wilayah itu sebagai bagian dari upaya perdamaian mereka dengan Pemerintah AS.

Sejak kedatangan mereka di Doha tahun 2011, Taliban telah mengadakan banyak pembicaraan langsung dan tidak langsung dengan perwakilan dari berbagai negara. Upaya itu ditingkatkan selama dua tahun terakhir, ketika mereka memulai perjalanan resmi ke Uzbekistan, Iran, Rusia, Turkmenistan, Cina, dan Pakistan.

Pada saat itu, bagi kalangan tertentu di Kabul, kunjungan ini dijuluki sebagai “tur dunia Taliban”.

Semetara itu, sejumlah pejabat Imarah Islam Afghanistan (IEA) untuk PBB, pada Kamis kemarin bertemu dengan sejumlah duta besar dan perwakilan dari berbagai negara, termasuk Uni Eropa, Norwegia, Swedia, Belanda, Italia, Jepang, Korea Selatan, Kanada, Inggris dan AS di Doha, Qatar. Sementara delegasi IEA terdiri dari Presiden Afghanistan Mawlavi Matiul Haq, didampingi Suhail Saheen, Dr M. Naim. Maulvi Abdullah dan Abdur Rahman.

Pada kesempatan tersebut para anggota delegasi menegaskan kembali komitmen mereka untuk melanjutkan misi bantuan kemanusiaan ke Afghanistan.

“IEA adalah kenyataan saat ini dan kami siap untuk terlibat dengan Komunitas Internasional, dan menyelesaikan masalah melalui pembicaraan dan pemahaman berdasarkan kepentingan bersama dan interaksi positif,” ujar Suhail, seperti dikutip dari cuitan Twitternya.

Ia menambahkan bahwa isolasi terhadap Afghanistan di masa lalu terbukti menjadi kebijakan yang gagal dan tidak menguntungkan siapa pun. Tidak ada yang menginginkan itu. Semua proyek pembangunan yang belum selesai harus dimulai di Afghanistan.

“Mengingat musim dingin yang akan datang, ada kebutuhan mendesak akan bantuan kemanusiaan di Afghanistan,” tutur Suhail.

Pertemuan pada hari itu digagas oleh Kepala Pusat Studi Konflik dan Kemanusiaan di Doha, Sultan Barakat.

TagsAfghanistanBerita Dunia Hari IniBerita timur tengahPBBpengakuan internasionalTaliban

Related articles More from author

  • Ledakan Bom Tewaskan Tiga Orang di Pakistan
    Internasional

    Ledakan Bom Tewaskan Tiga Orang di Pakistan

    23 Oktober 2020
    By Bagas F Sinaga
  • TIKTAK.ID - Tak Kebagian Jatah Jabatan, Yusril Tetap Loyal Dukung Jokowi
    Nasional

    Tak Kebagian Jatah Jabatan, Yusril Tetap Loyal Dukung Jokowi

    6 Desember 2019
    By Rusli Qomar
  • Tujuh Orang Tewas dalam Serangan Bersenjata ke Bursa Efek Pakistan
    Internasional

    Tujuh Orang Tewas dalam Serangan Bersenjata ke Bursa Efek Pakistan

    2 Juli 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Kremlin Sebut Pertemuan Putin dan Biden Takkan Hasilkan Kesepakatan Konkret
    Internasional

    Kremlin Sebut Pertemuan Putin dan Biden Takkan Hasilkan Kesepakatan Konkret

    17 Juni 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Bukan 11 September, AS Percepat Tarik Pasukannya dari Afghanistan Akhir Agustus
    Internasional

    Bukan 11 September, AS Percepat Tarik Pasukannya dari Afghanistan Akhir Agustus

    9 Juli 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Bom Mobil di Afghanistan Tewaskan 30 Tentara
    Internasional

    Bom Mobil di Afghanistan Tewaskan 30 Tentara

    1 Desember 2020
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Etika Menjenguk Bayi di Tengah Pandemi Covid-19
    Tips & Tutorial

    Etika Menjenguk Bayi di Tengah Pandemi Covid-19

  • Sutradara Ungkap Cerita Unik Nama Karakter Boksoon dalam Film ‘Kill Boksoon'
    Selebriti

    Sutradara Ungkap Cerita Unik Nama Karakter Boksoon dalam Film ‘Kill Boksoon’

  • Cegah Kekurangan Energi, Konsumsi Makanan ini
    Tips & Tutorial

    Cegah Kekurangan Energi, Konsumsi Makanan ini

  • Stevia, Alternatif Gula Lebih Sehat tapi Tak Boleh Dikonsumsi Sembarangan
    Tips & Tutorial

    Stevia, Alternatif Gula Lebih Sehat tapi Tak Boleh Dikonsumsi Sembarangan

  • Polri Bakal Tambah 2.000 Personel Densus 88 di Seluruh Polda
    Nasional

    Polri Bakal Tambah 2.000 Personel Densus 88 di Seluruh Polda

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.