Tag: Yogyakarta

  • Ade Armando Sebut ‘Politik Dinasti di Yogyakarta’, PSI: Tak Wakili Sikap Partai

    Ade Armando Sebut ‘Politik Dinasti di Yogyakarta’, PSI: Tak Wakili Sikap Partai

    TIKTAK.ID – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Daerah Istimewa Yogyakarta, buka suara terkait penyataan kader sekaligus calon legislatif mereka, Ade Armando, mengenai politik dinasti di Yogyakarta. Pernyataan Ade tersebut sontak memicu reaksi dari sejumlah elemen masyarakat di Yogyakarta.

    Menurut Ketua PSI DIY, Kamaruddin, pernyataan Ade tidak berhubungan dan tidak mewakili pandangan politik partainya. Dia menilai pernyataan itu adalah pandangan pribadi Ade.

    “Pernyataan Ade Armando tidak mewakili sikap politik PSI. PSI DIY selalu menghormati keistimewaan DIY, karena Yogyakarta punya sejarah panjang dalam perjuangan bangsa,” ujar Kamaruddin dalam keterangan persnya, pada Senin (4/12/23), seperti dilansir Tempo.co.

    Baca juga : Format Debat Capres Berubah, KPU Bantah Dugaan Intervensi Pihak Luar

    Kamaruddin menjelaskan bahwa Yogyakarta memiliki aturan hukum istimewa, seperti yang telah tertuang dalam Undang-Undang Keistimewaan Yogyakarta.

    “Yogyakarta punya sejarah panjang dalam mempertahankan NKRI. Yogyakarta kota perjuangan dan kami selalu ingat dan menghormati keistimewaan itu,” tutur Kamaruddin.

    Kemudian terkait rencana sejumlah elemen masyarakat yang bakal mendatangi Kantor DPD PSI DIY, Kamaruddin mengaku tetap menerima segala aspirasi warga Yogyakarta.

    Baca juga : Anies Janji Kembalikan Pegawai KPK yang Pernah Tersingkir di 2021 Jika Terpilih Presiden

    “Sebab, warga Yogyakarta sudah dianggap sebagai sedulur bagi kawan kawan PSI,” jelas Kamaruddin.

    Kamaruddin mengeklaim PSI DIY bakal selalu menerima dengan hati dan penuh keterbukaan, bila ada aspirasi dari warga Yogyakarta terkait pernyataan calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI dari daerah pemilihan DKI Jakarta II tersebut.

    “Kita terima dengan hati dan keterbukaan. Aspirasi dari sedulur Jogja adalah aspirasi bersama yang memang menjadi hak sedulur Jogja,” ucap Kamaruddin.

    Baca juga : Mahfud MD Tanggapi Perubahan Mekanisme Debat Capres

    Kamaruddin mengaku pernyataan tesebut merupakan pendapat pribadi Ade yang dia unggah lewat media sosial pribadinya. Dia pun menegaskan bahwa hal itu bukan dalam ranah PSI mencampuri.

    “Walaupun Ade Armando sebagai Caleg PSI, tapi tidak masuk dalam kepengurusan organisasi parpol. Hari ini yang bersangkutan juga sudah meminta maaf kepada kita semua, warga di Yogyakarta,” terang Kamaruddin.

    Sementara itu, elemen masyarakat yang tergabung dalam Paguyuban Masyarakat Ngayogyakarta Untuk Sinambungan Keistimewaan (Paman Usman) mendatangi kantor DPD PSI Yogyakarta pada Senin (4/12/23). Mereka memprotes pernyataan Ade Armando mengenai dinasti di Yogyakarta.

  • Lakukan Hal Ini untuk Atasi Kualitas Udara Buruk

    Lakukan Hal Ini untuk Atasi Kualitas Udara Buruk

    TIKTAK.ID – Ahli mengungkapkan bahwa buruknya kualitas udara Jakarta, Yogyakarta, dan sejumlah wilayah lain di Indonesia dipengaruhi oleh musim kemarau. Menurut pengamat iklim dan lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr. Emilya Nurjani, S.Si., M.Si., musim kemarau dengan curah hujan dan kecepatan angin rendah merupakan salah satu faktor penyebab kualitas udara buruk di berbagai daerah.

    “Kalau ada hujan, maka gas hasil pembakaran dapat larut dengan air dan diturunkan ke permukaan, sehingga udara kembali bersih. Dengan kondisi sudah lama tidak hujan dan kelembaban cukup rendah, keberadaan gas pun menjadi banyak,” ungkap Emilya, seperti dikutip Kompas.com dari laman resmi UGM (10/8/23).

    Emilya menjelaskan bahwa walaupun ada pengaruh musim kemarau, namun cuaca dan iklim bukanlah satu-satunya faktor penyebab kualitas udara buruk di berbagai daerah. Ia memaparkan bahwa faktor tersebut di antaranya aktivitas manusia dalam menggunakan kendaraan bermotor, industri, atau kebiasaan membakar sampah yang menumpuk.

    Emilya menilai ada kecenderungan di musim penghujan kualitas udaranya lebih bagus ketimbang musim kemarau. Akan tetapi, dia menyebut saat pandemi kualitas udara cukup baik, bahkan ketika musim kemarau. Dia menganggap hal itu tak lepas dari berkurangnya mobilitas warga di luar rumah.

    “Jadi musim kemarau bukan satu-satunya variabel, karena meskipun musim penghujan, tetapi jika sumber pencemaran cukup tinggi, kualitas udara bisa buruk juga,” ucap Emilya.

    Mengingat musim kemarau dapat menjadi salah satu faktor penyebab kualitas udara buruk yang tak bisa dikendalikan, Emilya pun mewanti-wanti supaya setiap warga mengambil langkah demi mengatasi persoalan lingkungan yang berdampak pada kesehatan ini. Dia mencontohkan dengan perubahan pada gaya hidup memakai transportasi umum dan tidak membakar sampah sembarangan.

    Mengutip Kompas.com, DKI Jakarta adalah kota dengan kualitas udara terburuk nomor dua di dunia pada Kamis (10/8/23). Berdasarkan laman pengukuran kualitas udara IQAir pukul 06.46 WIB, indeks kualitas udara di Ibu Kota tercatat di angka 159, sehingga masuk dalam kategori tidak sehat. Kemudian data menyebut tingkat polusi udara Jakarta diperkirakan masuk kategori tidak sehat hingga Selasa (15/8/23).

  • Gerakan Dengarkan ‘Indonesia Raya’ di Yogyakarta Tuai Pro Kontra

    Gerakan Dengarkan ‘Indonesia Raya’ di Yogyakarta Tuai Pro Kontra

    TIKTAK.ID – Gerakan rutin melantunkan Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya” yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) nenuai pro dan kontra. Gerakan tersebut perdana dimulai pada Kamis (20/5/21) pagi hari.

    Bertajuk “Indonesia Raya Bergema”, gerakan tersebut memperoleh dukungan dari Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana. Ia memandang gerakan tersebut bakal menyuburkan nasionalisme bagi warga Yogyakarta.

    “Saya mendukung gerakan ini, apalagi kini memang Indonesia Raya tak terlalu massif digaungkan di masyarakat, kecuali momen-momen tertentu. Untuk PNS, anak sekolah, tentu masih kerap melantunkan saat upacara. Namun adik-adik mahasiswa, pekerja sektor informal, di dusun-dusun cukup jarang dinyanyikan,” jelas Huda Kamis (20/5/21) seperti dilansir CNN Indonesia.

    Huda mengkhawatirkan “Indonesia Raya” bisa kalah populer dibandingkan lagu-lagu yang kekinian yang kian populer di tengah anak milenial.

    Menurut Huda, gerakan ini ibarat mengingatkannya di tengah kesulitan memperjuangkan kemerdekaan. Saat itu Yogyakarta rela berkorban mendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Sri Sultan HB IX selaku Raja Keraton Yogyakarta pada masa awal kemerdekaan di garis depan memimpin perjuangan rakyat. Bahkan, ia memfasilitasi dan memberikan bantuan pemenuhan kebutuhan bagi tokoh-tokoh pemimpin Indonesia, termasuk agar berkantor di Yogyakarta.

    “Sehingga sebagaimana kita ketahui bersama masa sulit itu berlalu serta andil besar Yogyakarta tercatat dalam tinta emas negara ini. Andil besar perjuangan kemerdekaan serta membangun semangat patriotisme serta nasionalisme,” sebut Huda.

    Huda mengharapkan gerakan “Indonesia Raya Bergema” tersebut dapat memupuk semangat gotong-royong serta kebersamaan di masa pandemi virus Corona (Covid-19).

    “Semoga kita dapat lalui masa sulit ini dengan izin Allah SWT serta semangat solidaritas bersama,” harapnya.

    Sementara Kepala Pusat Studi Pancasila (PSP) UPN Veteran Yogyakarta, Lestanta Budiman mengharapkan Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X beserta jajarannya mempertimbangkan lagi ide tersebut.

    Lestanta mengingatkan “Lagu Indonesia Raya” sebagai salah satu lambang negara. Pemerintah sudah mengatur tara cara pemakaiannya dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

    Pada Pasal 62 UU 24/2009 tentang saat “Indonesia Raya” diperdengarkan maka setiap orang wajib berdiri tegak dan memberi hormat.

    “Lantaran pada pelaksanaannya bakal terjadi kontra produktif. Terutama tentang tata cara yang sudah diatur dalam perundangan,” jelas Lestanta.

  • Warga Yogyakarta Tulis Surat ke Jokowi, Minta Menteri ATR Dipecat

    Warga Yogyakarta Tulis Surat ke Jokowi, Minta Menteri ATR Dipecat

    TIKTAK.ID – Seorang warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bernama Zealous Siput Lokasari diketahui menulis surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Melalui surat tertanggal 26 Januari 2021 itu, Zealous meminta Jokowi untuk memecat Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) atau Badan Pertanahan Nasional (BPN), Sofyan Djalil. Sebab, ia mengklaim Sofyan Djalil telah melakukan tindakan rasisme kepada salah satu etnis tertentu.

    “Saya menulis surat kepada Presiden untuk memohon supaya Pak Menteri ATR Sofyan Djalil dipecat. Hal itu karena Pak Menteri menerbitkan surat kepada bawahannya jajaran BPN di DIY untuk melakukan pembedahan atau diskriminasi atas WNI. Ada warga negara tertentu yang tidak diperbolehkan mempunyai tanah supaya tidak dilayani,” ujar Zealous, seperti dilansir CNNIndonesia.com, Selasa (26/1/21).

    Menurut Zealous, kasus tersebut bermula dari surat Menteri ATR Nomor HR.01/1874/XII/2020 tentang Monitoring Pelaksanaan Rekomendasi Ombudsman Republik Indonesia (ORI). Surat itu menyatakan bahwa Sofyan Djalil belum dapat melaksanakan rekomendasi Ombudsman.

    Baca juga : Viral Foto Rizieq Shihab Kritis, Begini Faktanya

    Zealous mengatakan Menteri ATR secara implisit melakukan diskriminasi ras dan etnis dalam surat Menteri ATR Nomor HR.01/1874/XII/2020 itu. Ia menilai Sofyan Djalil menggunakan istilah WNI non pribumi, yang menurutnya tidak dikenal dalam peraturan perundang-undangan RI.

    “Celakanya, Pak Menteri secara implisit menyebut WNI non pribumi ini ditujukan kepada orang-orang Tionghoa,” terang Zealous.

    Zealous memaparkan, rekomendasi Ombudsman yang ditolak pelaksanaanya oleh Sofyan Djalil yakni rekomendasi Ombudsman mengenai Maladministrasi atas Belum Terlaksananya Pendaftaran Peralihan Hak Milik Atas Tanah oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Bantul, Kulon Progo, Yogyakarta, Gunung Kidul, dan Sleman.

    Baca juga : Resmikan Tol Bakauheni-Palembang, Jokowi: Hemat Waktu Tempuh hingga 75 Persen

    Ia menjelaskan, keluarnya rekomendasi Ombudsman itu bermula pada 2016 lalu.

    Ia melanjutkan, ketika itu beberapa warga DIY tidak bisa melakukan proses balik nama tanah hak milik di Kantor BPN wilayah DIY. Hal itu disebabkan petugas BPN DIY masih mengacu kepada Instruksi Wakil Kepala Daerah DIY Nomor K.898/1/A/1975 tentang Penyeragaman Policy Pemberian Hak Atas Tanah kepada WNI Non Pribumi.

    Zealous menerangkan, instruksi tersebut dikeluarkan sejak 1975 silam oleh Wakil Kepala Daerah DIY Sri Paku Alam VIII, yang mengatur apabila WNI non pribumi membeli tanah masyarakat maka hendaknya hak milik dilepas dan diberikan kepada negara. Sedangkan, kata Zealous, yang bersangkutan mendapatkan Hak Guna Bangunan (HGB).

  • Resep Tahu Go, Tahu Kremes yang Viral di Yogyakarta

    Resep Tahu Go, Tahu Kremes yang Viral di Yogyakarta

    TIKTAK.ID – Belakangan viral di media sosial street food atau jajanan kaki lima Tahu Go di Yogyakarta, yakni tahu putih goreng yang dilapisi kremesan. Tahu Go sendiri pertama hadir di Jakarta, dan telah sempat viral pada Februari 2020 lalu karena penjual tahu goreng berparas cantik.

    Kini Tahu Go telah hadir di Yogyakarta, dan satu dari outlet-nya berlokasi di kawasan Babarsari, Sleman. Outlet yang resmi dibuka pada 19 Agustus 2020 tersebut pun mendapat respons positif. Bahkan hanya dalam waktu lima jam, sebanyak 1.500 potong tahu krispi sudah habis diburu pelanggan.

    Namun tak perlu khawatir bagi Anda yang bukan domisili Yogyakarta. Anda bisa mencoba membuat tahu kremes ala Tahu Go sendiri di rumah.

    Sebenarnya tahu kremes ini terbilang mudah untuk dibuat. Bahan utamanya pun gampang ditemui, seperti tahu putih, tepung beras, dan tepung tapioka, dan bumbu yang digunakan juga sederhana seperti bawang putih, ketumbar, kemiri, dan garam.

    Dikutip Kompas.com dari buku “30 Sensasi Krispi, Kremes & Kriuk Populer” (2016) karya Kamikoki yang diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama, berikut ini cara membuat tahu kremes.

    Resep tahu kremes ala Tahu Go

    Bahan tahu kremes:
    250 gram tahu putih
    125 gram tepung beras
    25 gram tepung tapioka
    1 butir kuning telur
    200 ml santan
    200 ml air
    Minyak untuk menggoreng

    Bahan bumbu halus:
    3 siung bawang putih
    3 butir kemiri, sangrai
    1 cm kunyit bakar
    1/2 sdt ketumbar
    1 1/2 sdt garam

    Cara membuat tahu kremes ala Tahu Go:
    1. Pertama, campurkan terlebih dahulu tepung beras, tepung tapioka, merica hitam, dan bumbu halus, lalu aduk sampai rata.
    2. Kemudian tuang santan sedikit demi sedikit, sambil terus diaduk hingga rata. Masukkan kuning telur dan aduk rata.
    3. Setelah itu, panaskan minyak goreng di dalam wajan. Celupkan tahu pada adonan, goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan di atas api sedang hingga matang, lalu angkat dan tiriskan.
    4. Selanjutnya goreng sisa adonan dalam minyak panas hingga matang, angkat dan tiriskan.

    Tahu goreng dengan taburan kremes pun siap disajikan.

  • Nasib Pesawat N250 Habibie yang Berakhir di Museum

    Nasib Pesawat N250 Habibie yang Berakhir di Museum

    TIKTAK.ID – PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PT DI menyampaikan bahwa pesawat N250 PA01 Gatotkaca, yang dirancang oleh Presiden ke-3 RI, BJ Habibie, akan diserahkan ke Museum Pusat Dirgantara Mandala (Muspusdirla) di Yogyakarta.

    “Iya betul. N250 PA01 Gatotkaca akan diserahkan ke Museum Pusat Dirgantara Mandala di Yogyakarta,” ujar Sekretaris Perusahaan PT DI, Irlan Budiman, seperti dilansir CNNIndonesia.com, Jumat (21/8/20).

    Menurut Irlan, PT DI memutuskan menempatkan pesawat N250 PA01 Gatotkaca di museum untuk menjaga aset negara. Sebab, ia menilai pesawat tersebut memiliki nilai historis yang tinggi.

    “Pesawat N250 adalah sejarah berdirinya industri dirgantara, sehingga masyarakat bisa melihat langsung pesawat N250 PA01 Gatotkaca di museum,” terang Irlan.

    Irlan menjelaskan, pesawat N250 itu berhasil terbang perdana pada 10 Agustus 1995. Kemudian hari pertama kali pesawat itu terbang ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional.

    Ia melanjutkan, program pesawat N250 PA01 Gatotkaca dihentikan oleh Pemerintah akibat krisis 1998 silam. Setelah itu, kata Irfan, proses sertifikasi pesawat tersebut juga ikut disetop.

    “Pupus sudah harapan untuk memproduksi N250, dan sejak saat itu pesawat N250 hanya berada di hanggar PTDI. Pesawat itu menyisakan cerita dan sejarah panjang perjuangan anak bangsa dalam membangun teknologi kedirgantaraan,” ucap Irfan.

    Lebih lanjut, Irlan berharap agar pesawat N250 PA01 Gatotkaca juga bisa menjadi motivasi dan edukasi bagi masyarakat yang mengunjungi Museum Pusat Dirgantara Mandala.

    Ia menyatakan pemindahan pesawat N250 PA01 Gatotkaca sudah berlangsung sejak Rabu (19/8/20) kemarin dari Bandung menuju Yogyakarta. Irfan menyebut N 250 sudah sampai di Museum Pusat Dirgantara Mandala.

    “Insya Allah pada 25 Agustus 2020 akan dilaksanakan acara peresmiannya oleh Panglima TNI,” kata Irfan.

    Sebelumnya, pesawat N250 merupakan karya Habibie yang dibangun oleh PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio (sekarang PT Dirgantara Indonesia). Kode N pada pesawat yang dinamakan Gatotkoco tersebut menandakan desain, produksi, dan perhitungannya dikerjakan di Indonesia.

    Namun N250 tidak berhasil menjadi pesawat komersil, dan harus rela berdiam di dalam hanggar karena tak kunjung memiliki izin terbang. Ketika itu, industri penerbangan yang dirintis oleh Habibie terhalang krisis moneter 1998.

  • Ngaku Terinspirasi Jokowi, Wanita ini Tebar Uang di Jalan Naik Mobil Hummer

    Ngaku Terinspirasi Jokowi, Wanita ini Tebar Uang di Jalan Naik Mobil Hummer

    TIKTAK.ID – Seorang wanita menebarkan uang pecahan Rp100 ribu di beberapa jalan besar di Kota Yogyakarta, di antaranya Jalan Malioboro, Jalan Panembahan Senopati, dan Jalan Brigjen Katamso, Minggu (3/5/20) sore.

    Dalam video yang beredar di sosial media, wanita berambut pendek itu terlihat membagi-bagikan uang sambil menaiki mobil mewah Hummer merah. Melihat uang yang bertebaran tersebut, warga langsung berkerumun.

    Tampak pengemudi ojek online, pengayuh becak, pedagang, tukang parkir, hingga buruh bangunan yang datang saling berebut uang di jalan. Bahkan ada di antara mereka yang terjatuh saat hendak mengambil uang.
    Baca juga : Hari ini Said Didu Mulai Diperiksa Polisi Usai Dilaporkan Luhut

    Belakangan diketahui wanita tersebut bernama Yuni Astuti. Ia merupakan istri Ketua Pemuda Pancasila (PP) Yogyakarta. Yuni mengaku menebarkan uang di jalan karena terinsipirasi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

    “Terus terang awalnya saya melakukan aksi itu karena terinspirasi Pak Jokowi. Jadi setiap kali Pak Jokowi membagikan sembako, warga sangat antusias,” ujar Yuni, seperti dilansir Kompas TV, Rabu (6/5/20).

    Yuni menjelaskan, aksi yang dilakukannya itu hanya spontanitas saja saat dia hendak pergi ke suatu tempat. Ia menyatakan merasa peduli untuk membantu warga yang membutuhkan di masa pandemi virus Corona (Covid-19) ini. Ia ingin meringankan beban masyarakat, terutama pada kondisi lesunya perekonomian seperti saat ini.

    Baca juga : Heran Cara Nagih Pemprov DKI, Stafsus Sri Mulyani ke Anies: Tak Ada yang Mengemplang Utang!

    Ketika menebar uang di jalan, Yuni juga membagikan nomor teleponnya pada beberapa warga. Ia menyebut hal itu dilakukan agar warga bisa menyampaikan permasalahan mereka dan Yuni bisa membantunya. Setelah sampai di rumah, ia mengatakan mendapatkan banyak pesan ucapan terima kasih dari warga yang mendapatkan uang yang dibagikannya.

    “Malamnya, nomor saya penuh sekali dengan orang-orang yang mengucapkan terima kasih karena baru pertama kali ada dan real terima langsung (uang),” kata Yuni.

    Yuni memaparkan aksi bagi-bagi uang ini sebenarnya rutin ia lakukan setiap bulan Ramadan. Namun jika biasanya dilakukan dengan jalan kaki dan memberikan uang kepada kelompok marginal di jalanan, maka karena ada Corona pembagian uang dilakukan dari Hummer miliknya.

    Baca juga : Jokowi Beri Kabar Gembira Soal Penanganan Covid-19 di Tanah Air

    Selain membagikan uang, Yuni juga memberi 2.400 lembar masker yang diproduksi UMKM binaannya. Tak sampai di situ, ia sudah memiliki beberapa rencana serupa dengan tujuan meringankan beban masyarakat, hanya saja bentuk sumbangan dan lokasinya akan berbeda-beda.

  • Nikmati Gudeg di Sore Hari, Rasanya Seperti di Yogtakarta, Berikut Resepnya

    Nikmati Gudeg di Sore Hari, Rasanya Seperti di Yogtakarta, Berikut Resepnya

    TIKTAK.ID – Gudeg merupakan salah satu makanan khas dari Yogyakarta dan Jawa Tengah. Makanan ini juga masuk dalam salah satu makanan tradisional.

    Seperti diketahui, gudeg terbuat dari nangka muda yang dimasak selama berjam-jam dengan santan. Sedangkan warna cokelat dari makanan ini berasal dari daun jati atau daun jambu yang dimasak bersamaan.

    Makanan gudeg ini biasanya dimakan dengan nasi yang masih hangat dan disajikan dengan kuah santan kental atau areh, ditambah lauk yang bervariasi. Seperti ayam kampung, tahu, tempe, telur, pindang, dan sambel goreng krecek.

    Memang cara membuat gudeg ini sangat lama, namun yakinlah bahwa makanan ini sangat lezat. Sehingga, tidak ada salahnya apabila dicoba untuk dibuat di rumah. Setelah itu dimakan bersama keluarga, teman, atau rekan kerja akan semakin menambah kehangatan kebersamaan.

    Bahan-bahan Gudeg Khas Yogyakarta:
    1 kg nangka muda
    5 lembar daun jati/daun jambu
    2 lembar daun salam
    2 cm lengkuas, geprek
    1 batang sereh, geprek
    1 lt santan encer
    500 ml air
    1 sdt garam
    5 butir telur rebus
    ¼ ekor ayam kampung

    Bumbu halus:
    15 siung bawang merah
    6 siung bawang putih
    8 butir kemiri, sangrai
    3 sdm ketumbar
    135 gram gula merah
    ½ sdm garam

    Cara membuat:
    Sangrai kemiri dan ketumbar sebelum dihaluskan,
    Lalu haluskan seluruh bumbu halus,
    Tumis bumbu halus hingga matang, jangan sampai gosong,
    Setelah dicuci, tata nangka muda dalam panci, urutannya tata 2 daun jati, salam lalu lengkuas, masukkan setengah bagian nangka muda, ulangi lagi urutan di atas,
    Setelah nangka masuk semua, letakkan tumisan bumbu halus dan gula di atasnya,
    Baru masukkan santan ke panci,
    Kemudian rebus hingga kurang lebih selama 5 jam, aduk sesekali atau seperlunya,
    Jangan lupa dicek, kalau kuah hampir habis bisa ditambah santan atau air,
    Hasil akhir kuahnya memang menyusut,
    Selamat mencoba.