Tag: Mayjen Untung Budiharto

  • Respons Panglima TNI Andika Soal Eks Tim Mawar Jadi Pangdam Jaya

    Respons Panglima TNI Andika Soal Eks Tim Mawar Jadi Pangdam Jaya

    TIKTAK.ID – Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa mengungkapkan alasannya menunjuk Mayjen TNI Untung Budiharto sebagai Pangdam Jaya. Untuk diketahui, penunjukan Untung tersebut kini menjadi polemik lantaran dia dikenal sebagai eks Tim Mawar yang melakukan penculikan aktivis di ujung masa Orde Baru silam.

    Andika mengatakan bahwa penunjukan itu bukanlah suatu masalah. Sebab, Andika mengklaim Untung telah mendapatkan keputusan pengadilan, dan sudah dijalani.

    “Ya Pangdam Jaya sebenarnya kalau dari segi hukum kan sudah menjalani apa yang waktu itu diputuskan oleh pengadilan,” terang Andika di Mako Rindam Jaya III Siliwangi, Jalan Manado, Kota Bandung, Rabu (12/1/22), seperti dilansir CNN Indonesia.

    Baca juga : Gus Ipul Resmi Ditunjuk Yahya Staquf Jadi Sekjen PBNU

    “Telah diputuskan dan berkekuatan hukum tetap dan juga sudah dijalani,” sambung mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) tersebut.

    Untuk itu, Andika menyatakan pihaknya pun menilai secara hukum sudah tidak ada lagi persoalan terkait Mayjen TNI Untung Budiharto.

    “Jadi memang secara hukum sudah tidak ada lagi yang harus dilakukan oleh mereka yang pada saat itu mendapatkan hukuman ya,” ucap Andika.

    Baca juga : Sesuai Konstitusi, Istana Tegaskan Jokowi Tak Ingin Jadi Presiden Tiga Periode

    Seperti telah diberitakan, Mayjen Untung menjadi Pangdam Jaya menggantikan Mayjen Mulyo Aji, mendapat promosi menduduki job bintang tiga sebagai Seskemenko Polhukam.

    Mutasi Pangdam Jaya tersebut tertuang dalam Keputusan Panglima Tentara Nasional Indonesia Nomor Kep/5/I/2022 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia.

    Akan tetapi penunjukan itu menuai sorotan karena Untung termasuk bagian dari Tim Mawar yang terkait dengan operasi penculikan aktivis.

    Baca juga : Hasto Tepis Isu Dukungan untuk Pilkada DKI Usai Megawati Sapa Ahok ‘Sahabat’

    Sekadar informasi, Untung adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) 1988 dari cabang infentari. Dia memulai karier militer melalui Komando Pasukan Khusus (Kopassus), kemudian dalam perjalanannya, Untung tercatat masuk dalam daftar eks Tim Mawar bentukan Prabowo Subianto, tim kecil yang dibuat oleh kesatuan Kopassus Grup IV TNI AD pada 1998.

    Tim Mawar sendiri merupakan dalang dari operasi penculikan para aktivis politik pro-demokrasi. Ketika itu, Untung beberapa kali menempati jabatan strategis.

    Lantas melalui Putusan Mahkamah Militer Tinggi II Jakarta no. PUT.25-16/K-AD/MMT-II/IV/1999, 11 anggota Tim Mawar divonis pecat dan penjara. Termasuk Untung yang berpangkat Kapten Infanteri dan divonis 20 bulan penjara dan dipecat, mengutip Kompas.com dari salinan kronik dari Kontras.org. Akan tetapi, mereka banding dan Untung hanya dikenakan sanksi penjara 2 tahun 6 bulan tanpa pemecatan.

  • Pesan KSAD Dudung ke Pangdam Jaya: Jakarta Goyang Daerah Lain Goyang

    TIKTAK.ID – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Dudung Abdurachman menyarankan Pangdam Jaya, Mayjen TNI Untung Budiharto agar menyikapi kegiatan-kegiatan dan mewaspadai setiap perkembangan situasi di wilayah yang dipimpinnya.

    Dudung menjelaskan, Kodam Jaya adalah pintu gerbang TNI Angkatan Darat sekaligus TNI di seluruh Indonesia. Untuk itu, Dudung menilai jika Jakarta goyang, maka juga akan berpengaruh kepada seluruh wilayah lain di Indonesia.

    “Saya memercayakan kepada Mayjen TNI Untung agar memimpin Kodam Jaya/Jayakarta, kendalikan seluruh prajurit. Ciptakan rasa aman dan tenteram serta tetap menyikapi setiap situasi. Dengan begitu, hal-hal dan langkah antisipasi bisa dilakukan sedini mungkin,” ujar Dudung saat memimpin serah terima jabatan (Sertijab) Pangdam di Mabesad, Jakarta, Senin (10/1/22), seperti dilansir CNN Indonesia.

    Baca juga : Selain Hukuman Mati, Jaksa Tuntut Herry Wirawan Dikebiri, Aset Disita dan Pesantren Dibubarkan

    Kemudian Dudung menyebut kiprah Kodam Jaya bakal selalu termonitor Pemerintah Pusat. Pasalnya, kata Dudung, hampir 60 persen kegiatan merupakan kegiatan Pemerintah Pusat, dan 40 persen sisanya adalah kegiatan Pemerintah Daerah.

    Menurut Dudung, hal-hal yang positif maupun negatif, akan secara nyata termonitor. Selain itu, dia mengatakan kegiatan Kodam Jaya lebih banyak ketemu Presiden ketimbang Gubernur.

    Mantan Pangkostrad itu pun mengimbau komunikasi sosial dengan masyarakat harus memberdayakan media yang ada. Sebab, dia menganggap setiap langkah dan kegiatan yang bersinggungan dengan masyarakat akan berdampak positif bagi keterwakilan TNI Angkatan Darat di Jakarta.

    Baca juga : Hasto Sebut Bos Besar PDIP Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

    “Lakukan inovasi, Imajinasi dan kreativitas yang positif, sehingga nantinya akan tercermin bahwa TNI AD betul-betul dicintai dan disayangi oleh masyarakat,” ucap Dudung.

    Dudung lantas mengingatkan Pangdam untuk selalu melakukan pengecekan secara langsung terhadap kondisi prajurit TNI AD di lapangan. Dia mengklaim hal itu perlu dilakukan demi mengatasi kesulitan dan kekurangan prajurit ketika bertugas.

    “Pangdam Jaya tidak akan melakukan kegiatan sendirian, namun akan dibantu oleh Angkatan Darat,” terang Dudung.

    Baca juga : Airlangga Ungguli Megawati di Hasil Survei Elektabilitas Ketum Parpol

    Untuk diketahui, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa telah melakukan mutasi terhadap perwira tinggi TNI AD. Andika menempatkan Mayjen Untung Budiharto menjadi Pangdam Jaya, untuk menggantikan Mayjen Mulyo Aji.

    Mutasi tersebut tertuang dalam Keputusan Panglima Tentara Nasional Indonesia Nomor Kep/5/I/2022 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia. Surat Keputusan (Skep) itu telah diteken oleh Kepala Setum TNI, Brigjen Edy Rochmatullah pada Selasa (4/1/22).

  • KontraS Kecam Keputusan Panglima TNI Angkat Eks Tim Mawar Jadi Pangdam Jaya

    KontraS Kecam Keputusan Panglima TNI Angkat Eks Tim Mawar Jadi Pangdam Jaya

    TIKTAK.ID – Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) diketahui mengecam tindakan Panglima TNI yang memberi promosi jabatan kepada Mayor Jenderal (Mayjen) Untung Budiharto sebagai Panglima Kodam (Pangdam) Jaya menggantikan Mayjen Mulyo Aji.

    Menurut Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Tioria Pretty, Untung termasuk dalam daftar anggota Tim Mawar yang namanya sudah disebut dalam laporan investigasi Komnas HAM terkait kasus penghilangan paksa pada 1997/1998.

    Tioria pun menilai pengangkatan Untung menambah bukti bahwa negara tak melihat rekam jejak seseorang untuk menduduki jabatan tertentu. Dia mengatakan sebelumnya sudah ada dua anggota eks Tim Mawar yang juga masuk ke dalam Kementerian.

    Baca juga : Soal Pengganti Anies, PDIP Singgung Nama Heru Budi Hartono. Siapakah Dia?

    “Kami khawatir ini sebatas balas budi atau bentuk relasi semata, karena mengabaikan rekam jejak. Bagaimanapun juga, TNI, terutama Pangdam Jaya, berperan melindungi hak asasi manusia,” ujar Tioria dalam keterangan tertulis, seperti dilansir CNN Indonesia, Jumat (7/1/22).

    Kemudian KontraS menyebut pengangkatan Untung sebagai Pangdam Jaya merupakan bukti tidak adanya penghormatan TNI terhadap proses pengadilan dan putusan hakim dalam proses hukum terhadap Tim Mawar.

    KontraS memaparkan, di era Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), Untung juga kerap mendapat posisi strategis. Di antaranya Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Terorisme pada 2020-2021, Direktur Operasi dan Latihan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) pada 2020 Kepala Staf (Kasdam) I/Bukit Barisan pada 2019-2020, hingga Wakil Asisten Operasi KSAD pada 2017-2019.

    Baca juga : Mantan Jubir Gus Dur Lewat PNPK Laporkan Sejumlah Dugaan Kasus Korupsi Ahok ke KPK

    “Pengangkatan Untung Budiharto menjadi Pangdam Jaya tidak hanya menunjukkan ketidakadilan kepada keluarga korban yang sudah berjuang selama 24 tahun, namun juga dengan sengaja menyakiti seluruh keluarga korban penghilangan paksa 1997/1998,” tegasnya.

    Untuk diketahui, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa melakukan mutasi terhadap perwira tinggi TNI AD. Andika menempatkan Mayjen Untung Budiharto menjadi Pangdam Jaya, untuk menggantikan Mayjen Mulyo Aji.

    “Betul (pergantian Pangdam),” ucap Andika ketika dikonfirmasi, Kamis (6/1/22).

    Baca juga : Ketum PB HMI: Cuitan Ferdinand Hutahaean Rusak Kebinekaan

    Mutasi itu pun telah tertuang dalam Keputusan Panglima Tentara Nasional Indonesia Nomor Kep/5/I/2022 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia.