TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Sejumlah Negara Sekutunya di Eropa Kecam Sanksi AS ke Pengadilan Pidana Internasional

Sejumlah Negara Sekutunya di Eropa Kecam Sanksi AS ke Pengadilan Pidana Internasional

By William Putra Wijaya
16 Juni 2020
718
0
Sejumlah Negara Sekutunya di Eropa Kecam Sanksi AS ke Pengadilan Pidana Internasional

TIKTAK.ID – Dewan Federal Swiss menyesalkan keputusan Donald Trump karena memberikan sanksi kepada Pengadilan Pidana Internasional (ICC) dan menyerukan agar Washington membatalkan sanksi itu.

“Swiss prihatin dengan pembatasan visa tambahan dan sanksi ekonomi baru, yang telah diberlakukan Amerika Serikat terhadap karyawan ICC, keluarga mereka, dan orang-orang lain yang mendukung hukum untuk melakukan penyelidikan terhadap warga Amerika. Swiss meminta Amerika mencabut langkah-langkah represif ini,” bunyi pernyataan yang dikeluarkan pada Jumat (11/6/20), tulis Sputnik.

Kabinet Swiss menegaskan kembali dukungannya untuk ICC sebagai badan independen yang menyelidiki kejahatan paling serius, dan memberikan kontribusi bagi stabilitas dan keamanan internasional.

“ICC hanya dapat memulai investigasi terhadap orang-orang ketika sistem hukum nasional tidak mau atau tidak dapat melakukan proses hukum dengan benar. Swiss, oleh karena itu, menyeru Amerika Serikat untuk melakukan penyelidikan penuh dan penuntutan terhadap personel Amerika yang terlibat dalam kejahatan tersebut, seperti yang mereka nyatakan lagi kemarin di Washington,” tambah pernyataan Pemerintah Swiss.

Selain Swiss, Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab juga menyampaikan kritik yang sama, dalam sebuah pernyataan kerasnya kepada Washington.

“Inggris sangat mendukung Mahkamah Pidana Internasional dalam menangani impunitas untuk kejahatan internasional terburuk,” kata Raab. “Kami akan terus mendukung reformasi positif pengadilan, sehingga ia beroperasi seefektif mungkin. Pejabat ICC harus dapat melakukan pekerjaan mereka secara mandiri dan tidak memihak, dan tanpa takut akan sanksi,” tulis RT News.

Sebelumnya, Kamis kemarin, pemerintahan Donald Trump mengatakan setiap pejabat ICC yang terlibat dalam “segala upaya” untuk menyelidiki dan menuntut anggota militer Amerika atas tuduhan kejahatan akan menghadapi sanksi pembatasan perjalanan dan ekonomi. Ancaman itu juga termasuk kepada anggota keluarga mereka.

Episode ketegangan antara Amerika dan ICC saat ini dipicu oleh penyelidikan pengadilan pudana internasional tersebut terhadap dugaan kejahatan perang yang dilakukan oleh pasukan Amerika di Afghanistan.

Menteri Luar Negeri Amerika, Mike Pompeo menggambarkan keputusan ICC sebagai “menyakitkan” dan “sembrono”, sementara menegaskan kembali niatnya untuk memastikan warga Amerika tetap berada di luar yurisdiksi dari apa yang ia sebut sebagai pengadilan murtad dan melanggar hukum.

Badan yang bermarkas di Den Haag itu mengecam ancaman Amerika dengan mengatakan bahwa ancaman itu jelas bertujuan untuk memengaruhi jalannya keadilan dan merupakan “upaya yang tidak dapat diterima untuk mengganggu aturan hukum”.

Beberapa negara Eropa yang secara tradisional bersahabat dengan Amerika, termasuk Jerman, Prancis, dan Belanda, juga ikut mengkritik Washington karena mengeluarkan ancaman itu.

Namun, sekutu terbesar Amerika, yaitu Israel, malah memuji langkah itu. Seperti halnya Trump, Israel menyebut pengadilan ICC sebagai “korup dan bias.” Pemerintah Israel percaya bahwa ICC terlalu memperhatikan kejahatan yang dituduhkan terhadap tentara Israel sambil mengabaikan kesalahan oleh negara saingannya yaitu Iran. Baik Amerika dan Israel juga menolak Palestina sebagai anggota ICC. Alasannya, Palestina tidak memenuhi syarat sebagai negara berdaulat.

TagsBerita Dunia Hari IniDewan Federal SwissEropaICCInggrisNegara Sekutu ASPengadilan Pidana InternasionalSanksi AS

Related articles More from author

  • Setelah Propaganda Soal 'Invasi' Tak Terbukti, Kini AS Tuduh Rusia Siapkan ‘Daftar Pembunuhan’ di Ukraina
    Internasional

    Setelah Propaganda Soal ‘Invasi’ Tak Terbukti, Kini AS Tuduh Rusia Siapkan ‘Daftar Pembunuhan’ di Ukraina

    22 Februari 2022
    By William Putra Wijaya
  • Venezuela Klaim Temukan Obat yang 100% Ampuh Bunuh Covid-19
    Internasional

    Venezuela Klaim Temukan Obat yang 100% Ampuh Bunuh Covid-19

    27 Oktober 2020
    By William Putra Wijaya
  • Ledakan Bom Mobil Dekat Kantor Intelijen Afghanistan Tewaskan 7 Orang
    Internasional

    Ledakan Bom Mobil Dekat Kantor Intelijen Afghanistan Tewaskan 7 Orang

    20 Mei 2020
    By William Putra Wijaya
  • Serangan Taliban ke Pos-Pos Pemeriksaan Tewaskan 18 Tentara Afghanistan
    Internasional

    Serangan Taliban ke Pos-Pos Pemeriksaan Tewaskan 18 Tentara Afghanistan

    19 Juni 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Tujuh Orang Tewas dalam Serangan Bersenjata ke Bursa Efek Pakistan
    Internasional

    Tujuh Orang Tewas dalam Serangan Bersenjata ke Bursa Efek Pakistan

    2 Juli 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Para Ilmuwan Temukan Varian Covid-19 Lebih Bahaya dari Delta
    Internasional

    Para Ilmuwan Temukan Varian Covid-19 Lebih Bahaya dari Delta

    27 November 2021
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • FX Rudy Soal Banyak Relawan Ingin Gibran Dampingi Prabowo: Belum Tentu Beliau Mau
    Nasional

    FX Rudy Soal Banyak Relawan Ingin Gibran Dampingi Prabowo: Belum Tentu Beliau Mau

  • Selipkan Curhat Soal Mantan, Rossa Rilis Album 'Another Journey: The Beginning'
    Selebriti

    Selipkan Curhat Soal Mantan, Rossa Rilis Album ‘Another Journey: The Beginning’

  • Presiden Ukraina Nyatakan Siap Berunding dengan Rusia di Israel
    Internasional

    Presiden Ukraina Nyatakan Siap Berunding dengan Rusia di Israel

  • Jokowi Teken Perpres Proyek Putar Kunci Turunan UU Cipta Kerja, Apa Manfaatnya?
    Nasional

    Jokowi Ajak Kerja Sama Pemerintah Jerman Wujudkan Industri 4.0

  • Iwan Fals Pamer Foto di Podium Kepresidenan: Kayaknya Oke Juga
    Selebriti

    Iwan Fals Pamer Foto di Podium Kepresidenan: Kayaknya Oke Juga

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.