TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Tips & Tutorial
Home›Tips & Tutorial›Seberapa Efektif Dampak ‘Gambar Seram’ pada Bungkus Rokok?

Seberapa Efektif Dampak ‘Gambar Seram’ pada Bungkus Rokok?

By Hendra Setiawan
21 Mei 2020
1277
0
Seberapa Efektif Dampak 'Gambar Seram' pada Bungkus Rokok?

TIKTAK.ID – Tobacco Control Support Center Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (TCSC-IAKMI) mengatakan masa pandemi virus Corona (Covid-19) bisa menjadi titik tolak untuk semakin menggiatkan pembatasan kebiasaan merokok. Pasalnya, kebiasaan merokok dikaitkan dengan potensi gejala infeksi Covid-19 yang berisiko bakal lebih parah.

TCSC-IAKMI merekomendasikan penguatan kebijakan mengenai ukuran peringatan kesehatan bergambar menjadi 90 persen, serta memperbesar ukuran tulisan. Mereka juga meminta pencantuman larangan penjualan rokok ke anak usia 18 tahun ke bawah, penghapusan informasi soal kadar tar, nikotin juga zat adiktif lainnya, dan meminta agar pita cukai tak boleh menutupi peringatan kesehatan bergambar.

Berdasarkan survei yang dilakukan TBCS-IAKMI, menunjukkan gambar peringatan kesehatan itu dianggap efektif bila ukurannya minimal 75 persen.

Ketua TBCS-IAKMI, Sumarjati Arjoso menyatakan dalam Permenkes tahun 2017 minimal 75 persen, namun kalau 90 persen tentu lebih baik.

Sumarjati menjelaskan, di Indonesia sendiri, Picture Health Warning (PHW) atau peringatan kesehatan bergambar berada di urutan 117 dunia. Ia menyebut peringkat ini paling rendah se-Asia Tenggara di bawah persentase PHW dari Timor Leste, Thailand, Myanmar, Brunei, Laos , Kamboja, Filipina, Singapura dan Vietnam.

Sementara itu, Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia melakukan studi terhadap 333 remaja dan 333 orang dewasa. Mereka terdiri dari kelompok perokok dan bukan perokok.

Tim peneliti melakukan random assignment ke tiga jenis ukuran PHW, yakni 40 persen, 75 persen dan 90 persen. Setiap kelompok pun diperlihatkan lima jenis PHW yang berlaku.

Hasil studi tersebut, PHW dengan ukuran 75 persen lebih efektif memengaruhi reaksi negatif dibanding yang 40 persen. Sedangkan PHW dengan ukuran 40 persen selalu dinilai lebih rendah.

“PHW dengan ukuran 40 persen tidak efektif untuk menghentikan niat merokok. Karena itu tadi, bahwa ini untuk denormalisasi, tapi tidak untuk membuat berhenti merokok,” ujar Ketua Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia, Rita Damayanti, seperti dilansir CNNIndonesia.com.

Selain itu, Rita memaparkan ada pengaruh signifikan lebih rendah terhadap mereka yang jenis kelamin pria. Ia menilai perokok dan yang berpendidikan SMA lebih tidak takut terhadap peringatan bergambar.

Untuk itu, Rita merekomendasikan mengubah ukuran PHW hingga ke 75 persen demi meningkatkan efektivitas peringatan. Meski begitu, kata Rita, PHW dengan ukuran tertentu tak lantas berdampak pada niat atau kebiasaan merokok.

Ia menjelaskan, efektivitas menghentikan niat merokok juga bergantung, karena ada beberapa jenis perokok, yakni perokok adiktif, perokok sosial, ataupun perokok pemula. Menurutnya, perokok adiktif lebih sulit berhenti karena perlu bantuan.

Tagsgambar peringatan kesehatanGambar Seram RokokSurveiTCSC-IAKMITobacco Control Support Center Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia

Related articles More from author

  • Hasi Survei Capres 2024: Prabowo Memimpin, Disusul Ganjar dan Ridwan Kamil
    Nasional

    Hasil Survei Capres 2024: Prabowo Memimpin, Disusul Ganjar dan Ridwan Kamil

    29 Juni 2020
    By Joni Sitohang
  • Survei Buktikan Prabowo Menteri Paling Moncer, PA 212 Jawab Ketus: Gak Urus!
    Nasional

    Survei Buktikan Prabowo Menteri Paling Moncer, PA 212 Jawab Ketus: Gak Urus!

    22 Juni 2020
    By Joni Sitohang
  • Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra-PDIP Turun, PKS Justru Naik
    Nasional

    Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra-PDIP Turun, PKS Justru Naik

    9 Oktober 2021
    By Joni Sitohang
  • Tak Percaya Elektabilitas Anies Baswedan Turun, PKS: Hasil Surveinya Agak Aneh!
    Nasional

    Tak Percaya Elektabilitas Anies Baswedan Turun, PKS: Hasil Surveinya Agak Aneh!

    22 Juni 2020
    By Joni Sitohang
  • Anies Dikalahkan Ganjar dalam Survei, LIPI: Itu Sudah Diatur untuk Membangun Pencitraan
    Nasional

    Anies Dikalahkan Ganjar dalam Survei, LIPI: Itu Sudah Diatur

    7 Mei 2020
    By Joni Sitohang
  • Hasil Survei SMRC: 75,6 Persen Masyarakat Puas dengan Kinerja Jokowi
    Nasional

    Hasil Survei SMRC: 75,6 Persen Masyarakat Puas dengan Kinerja Jokowi

    16 Juni 2021
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Ini Dia Bek Belia Rekrutan Barcelona dari Boca Juniors
    Olahraga

    Ini Dia Bek Belia Rekrutan Barcelona dari Boca Juniors

  • Tiga Layanan Baru Grab Saat Ramadan dan Sambut Lebaran, Salah Satunya Paket Menu Rasa Kampung Halaman
    Teknologi

    Tiga Layanan Baru Grab Saat Ramadan dan Sambut Lebaran, Salah Satunya Paket Menu Rasa Kampung Halaman

  • Waketum Demokrat Sebut Luhut seperti Perdana Menteri, Jubir: Opini Sesat!
    Nasional

    Waketum Demokrat Sebut Luhut seperti Perdana Menteri, Jubir: Opini Sesat!

  • 3 Anggota TNI AL Jadi Tersangka Kasus Penembakan Bos Rental Mobil
    Nasional

    3 Anggota TNI AL Jadi Tersangka Kasus Penembakan Bos Rental Mobil

  • Pengamat Tanggapi 'Isu Berbahaya' Jokowi-Prabowo, Sambil Ungkit Era Soekarno dan Soeharto
    Nasional

    Pengamat Tanggapi ‘Isu Berbahaya’ Jokowi-Prabowo, Sambil Ungkit Era Soekarno dan Soeharto

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.