
TIKTAK.ID – Rencana Menteri Pertahanan Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo memborong 11 unit Sukhoi Su-35 semakin tidak jelas. Prabowo berdalih pembahasan masih terus dilakukan.
“Kita lihat nanti, semua akan dievaluasi,” ujar Prabowo ketika ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (6/2/20).
Wacana penuntasan pembelian pesawat tempur kelas berat dan berjelajah panjang itu kembali mencuat selepas kunjungan kerja Prabowo ke Rusia pekan lalu. Ia menemui Menteri Pertahanan Rusia, Sergey Shoygu di kantor Kementerian Pertahanan Rusia, Moskow, Selasa (28/1/20) waktu setempat.
Baca juga: Luhut Ungkap Pengakuan Prabowo yang Senang Kerja Bantu Jokowi
Duta Besar RI untuk Rusia Wahid Supriyadi menyatakan, banyak hal dibicarakan Prabowo dengan Sergey dalam rangka diplomasi pertahanan. Salah satu poin pentingnya, yakni rencana Prabowo menuntaskan pembelian 11 jet tempur Sukhoi Su-35 senilai US$ 1,14 miliar (Rp15,57 triliun).
“Tadi disinggung juga (soal pembelian Sukhoi), tinggal tunggu proses saja,” kata Wahid, dilansir cnnindonesia.com, Rabu (29/1/20).
Wahid menjelaskan, kontrak pembelian Sukhoi akan disepakati kedua negara, termasuk waktu pengirimannya ke Tanah Air.
Halaman selanjutnya…
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










