TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Netanyahu Persingkat Kunjungannya ke Yunani, Kedubes AS Perintahkan Warganya Segera Hengkang dari Irak Setelah AS Bunuh Soleimani

Netanyahu Persingkat Kunjungannya ke Yunani, Kedubes AS Perintahkan Warganya Segera Hengkang dari Irak Setelah AS Bunuh Soleimani

By William Putra Wijaya
3 Januari 2020
1220
0
PM Israel Benjamin Netanyahu Persingkat Kunjungan ke Yunani Setelah Serangan Udara Amerika Tewaskan Jenderal Iran

TIKTAK.ID – Kantor Perdana Menteri Israel mengatakan Benjamin Netanyahu mempersingkat kunjungannya ke Yunani setelah tewasnya Jenderal Qassem Soleimani oleh serangan udara AS di Baghdad, Jumat (3/1/20). Israel juga meningkatkan keamanan dan siaga satu, seperti yang dilaporkan media Isarel, Times Of Israel.

“Kantor Perdana Menteri mengatakan Netanyahu akan segera pulang, tapi dia belum mengatakan kapan,” tulis Times Of Israel.

Netanyahu mendarat di Athena pada Kamis untuk meneken kesepakatan pembangunan pipa dengan para pemimpin Yunani dan Siprus. Jalur pipa gas itu akan membawa gas alam Palestina dan Siprus ke Eropa melalui Yunani.

“Kami telah membentuk aliansi di Timur Tengah, aliansi yang sangat penting bagi masa depan energi Israel, untuk menjadi kekuatan energi, dan untuk stabilitas di kawasan,” kata Netanyahu saat keberangkatannya dari Tel Aviv.

Baca juga: Serangan Udara AS Tewaskan Jenderal Tinggi Iran

Berita tentang kepulangan Netanyau yang lebih awal dari “pertemuan penting” yang membahas soal energi itu diputuskan setelah serangan udara AS ke Bandara Baghdad yang menewaskan Komandan Pasukan Quds dari Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran di Irak, Jenderal Qassem Soleimani.

Sementara itu, Pentagon mengkonfirmasi bahwa serangan itu diperintahkan oleh Presiden Donald Trump.

Kabar lain mengatakan, militer Israel telah memposisikan pasukannya dalam siaga penuh atas apa yang disebutnya sebagai kemungkinan akan ada ancaman dari Iran. Israel juga telah menutup Gunung Hermon bagi para pengunjung, resor ski di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

“Mempertimbangkan situasinya, diputuskan bahwa situs Hermon tidak akan dibuka untuk pengunjung hari ini. Tidak ada pedoman tambahan untuk penduduk Golan, dan rutinitas seperti biasa,” kata pasukan Israel dalam pesan Twitternya.

Baca juga: Israel Balas Tembakan Roket dengan Serangan Udara ke Gaza

Menurut laporan AS sebelumnya, Israel telah berusaha membunuh komandan Iran itu pada 2008, namun gagal.

Seorang komandan di milisi kelompok Popular Mobilizatio Forces (PMF) Irak menyerukan para pejuangnya untuk bersiaga menyusul serangan AS yang menewaskan Wakil Kepala dan Komandan pasukan Quds Iran Jenderal Qassem Soleimani. Selain Soleimani serangan AS itu juga menewaskan Wakil Komandan PMF Abu Mahdi al-Muhandis.

“Semua pejuang perlawanan harus siap, karena akan datang penaklukan dan kemenangan besar menunggu kita,” kata Qais al-Khazali, Kepala Asaib Ahl al-Haq, dalam catatan tulisan tangan yang dilihat oleh AFP.

Sementara itu Kedutaan Besar AS di Baghdad mendesak warganya untuk “segera meninggalkan Irak” karena khawatir akan dampak dari serangan AS yang menewaskan Jenderal Soleimani.

Baca juga: Pasukan Suriah Temukan Bekas Gudang Senjata ISIS Penuh Peralatan Militer Buatan Israel

“Warga AS harus segera berangkat menggunakan maskapai jika memungkinkan, dan bila gagal, pergi ke negara-negara lain melalui jalur darat,” kata Kedutaan dalam sebuah pernyataannya, seperti yang dilaporkan AFP.

Serangan udara AS pada Jumat pagi menewaskan Jenderal Tinggi Iran. Peristiwa itu membuat khawatir banyak pihak akan meningkatnya eskalasi antara AS dan Iran, juga di kawasan Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan Jenderal Soleimani telah menjadi “kekuatan paling efektif” melawan teroris ISIS di Irak dan Suriah, dan kelompok Takfiri lainnya seperti al-Nusrah dan al-Qaeda juga. Zarif mengecam pembunuhan Soleimani sebagai “kejahatan dan kebodohan pasukan teroris Amerika.”

TagsAbu Mahdi al-MuhandisAmerikaASBaghdadBenjamin NetanyahuDonald TrumpIsraelQassem SoleimanTrump

Related articles More from author

  • Hitung Ulang Surat Suara di Georgia, Joe Biden Tetap Unggul
    Internasional

    Hitung Ulang Surat Suara di Georgia, Joe Biden Tetap Unggul

    24 November 2020
    By William Putra Wijaya
  • Pilih Keuntungan atau Palestina? Kesepakatan UEA-Israel Kemungkinan Berlanjut Diam-diam
    Internasional

    Pilih Keuntungan atau Palestina? Kesepakatan UEA-Israel Kemungkinan Berlanjut Diam-diam

    31 Mei 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Beijing Janji Balas Campur Tangan AS di Taiwan
    Internasional

    Beijing Janji Balas Campur Tangan AS di Taiwan

    24 November 2020
    By Bagas F Sinaga
  • JK Bela Palestina Soal Serangan ke Israel: Tindakan Luar Biasa Untuk Kemerdekaan
    Nasional

    JK Bela Palestina Soal Serangan ke Israel: Tindakan Luar Biasa Untuk Kemerdekaan

    13 Oktober 2023
    By Joni Sitohang
  • Biden Bakal Salahkan Trump Soal Aksi Kerusuhan di Parlemen AS Tahun Lalu
    Internasional

    Biden Bakal Salahkan Trump Soal Aksi Kerusuhan di Parlemen AS Tahun Lalu

    12 Januari 2022
    By Bagas F Sinaga
  • Demi Keselamatan Amerika, Mahathir Desak Trump Segera Mundur dari Jabatannya
    Internasional

    Demi Keselamatan Amerika, Mahathir Desak Trump Segera Mundur dari Jabatannya

    10 Februari 2020
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Server FBI Diretas, Kirim Ratusan Ribu Email Spam
    Internasional

    Server FBI Diretas, Kirim Ratusan Ribu Email Spam

  • Mahfud MD: Gelar Tarawih Bersama Tak Langgar Hukum tapi Bisa Dijatuhi Pidana, Kok Bisa?
    Nasional

    Mahfud MD: Gelar Tarawih Bersama Tak Langgar Hukum tapi Bisa Dijatuhi Pidana, Kok Bisa?

  • Jawab Isu Duet Prabowo-Ganjar, TPN Tegaskan Ganjar Capres 2024
    Nasional

    Jawab Isu Duet Prabowo-Ganjar, TPN Tegaskan Ganjar Capres 2024

  • Jokowi Dianggap Takut FPI, Ini Respons Istana dan Mahfud MD
    Nasional

    Jokowi Dianggap Takut FPI, Ini Respons Istana dan Mahfud MD

  • Demonstrasi Terus Berkobar Meski Presiden Sri Lanka sudah Kabur
    Internasional

    Demonstrasi Terus Berkobar Meski Presiden Sri Lanka sudah Kabur

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.