TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Menguak Tabiat Plinplan PAN Keluar-Masuk Kubu Pemerintah Sejak Era SBY hingga Jokowi

Menguak Tabiat Plinplan PAN Keluar-Masuk Kubu Pemerintah Sejak Era SBY hingga Jokowi

By Joni Sitohang
28 Agustus 2021
744
0
Menguak Tabiat Plinplan PAN Keluar-Masuk Kubu Pemerintah Sejak Era SBY hingga Jokowi

TIKTAK.ID – Partai Amanat Nasional (PAN) diketahui telah bergabung dengan koalisi partai politik pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal itu ditandai dengan PAN yang turut hadir dalam rapat pimpinan partai koalisi bersama Jokowi pada Rabu (25/8/21) silam.

Seperti dilansir Tempo.co, berikut ini rekam jejak partai yang didirikan oleh Amien Rais tersebut sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY):

  1. Pilpres 2009, mendukung SBY-Boediono
    Pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009, PAN sempat mendukung pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono yang kemudian menang Pemilu. Hingga 2011, Ketua Umum PAN saat itu, Hatta Rajasa mengklaim bahwa partainya tidak akan keluar dari kaolisi pendukung Pemerintah SBY hingga 2014.

Baca juga : Indikator: Drama Polemik dengan Elite PDIP Jadi Berkah Elektabilitas Ganjar

Akan tetapi, menjelang Pilpres 2014, sejumlah tokoh PAN mulai mengkritik SBY. Wakil Sekretaris Jenderal PAN menyebut SBY telah kehilangan wibawa sebagai pimpinan koalisi, akibat tidak jelasnya penghargaan dan sanksi untuk anggota koalisi.

  1. Pilpres 2014, mengusung Prabowo-Hatta
    Pada Pilpres 2014, Ketua Umum PAN Hatta Rajasa mencalonkan diri sebagai wakil presiden, mendampingi Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto. Namun Pemilu itu dimenangkan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla.

Kemudian pada 1 Maret 2015, Zulkifli Hasan naik menjadi Ketua Umum PAN. Kemudian 6 bulan setelahnya, partai tersebut telah resmi bergabung dengan Pemerintahan Jokowi.

Baca juga : Anies: Pemprov yang Salah Kalau DKI Sampai Banjir Akibat Curah Hujan di Bawah 100 Milimeter

Akan tetapi dalam perjalanan, PAN acap kali tidak sepaham dengan Jokowi. Contohnya pada Oktober 2017, PAN menolak Peraturan Pengganti Undang-Undang Ormas yang diterbitkan Jokowi. Para petinggi PAN pun kerap berbeda garis politik dengan Pemerintah.

Setelah itu, kader PAN yang menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokasi, Asman Abnur, memilih mengundurkan diri. Ia beralasan, posisinya sebagai Menpan dengan PAN di luar koalisi kerja tidak mengenakkan dan membebani Jokowi.

  1. Pilpres 2019, mendukung Prabowo-Sandi
    Pada Pilpres 2019, PAN mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dan bergabung dalam Koalisi Adil Makmur (Gerindra, PKS, Demokrat, PAN). Pilpres kali ini kembali dimenangkan oleh Jokowi yang berpasangan dengan Ma’ruf Amin.

Baca juga : Resmi Merapat ke Pemerintah, PAN Bakal Dapat Jatah Kabinet?

Lantas pada 25 Agustus 2019, Zulkifli mengaku bahwa PAN mendukung Jokowi tanpa syarat. Namun pada 22 Oktober 2019, Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais menyebut PAN akan berada di luar Pemerintah.

  1. Menjelang Pilpres 2024
    Menjelang Pilpres 2024, PAN kembali bergabung dengan Pemerintahan Jokowi. PAN juga sebut-sebut bakal memperoleh jatah menteri di Kabinet Indonesia Maju.
TagsJokowiPANSBY

Related articles More from author

  • Tak Hanya Kritik Ibu Kota Baru, KAMI Juga Serang Prabowo
    Nasional

    Tak Hanya Kritik Ibu Kota Baru, KAMI Juga Serang Prabowo

    24 Agustus 2020
    By Joni Sitohang
  • Cuit 'Deal' di Twitter, Benarkah Kaesang Anak Jokowi Resmi Jadi Pemilik Baru Bali United?
    Nasional

    Cuit ‘Deal’ di Twitter, Benarkah Kaesang Anak Jokowi Resmi Jadi Pemilik Baru Bali United?

    4 Maret 2021
    By Joni Sitohang
  • RI Dapat Orderan Jutaan Ton Beras dari Arab dan China Namun Ditolak Jokowi, Kenapa?
    Nasional

    RI Dapat Orderan Jutaan Ton Beras dari Arab dan China Namun Ditolak Jokowi, Kenapa?

    24 Agustus 2022
    By Joni Sitohang
  • Jokowi Ingin Presiden Berikutnya Tak Takut Hadapi Negara Lain
    Nasional

    Jokowi Ingin Presiden Berikutnya Tak Takut Hadapi Negara Lain

    11 Januari 2023
    By Joni Sitohang
  • Viral, Cuitan Jokowi Kutip Komentar Bank Dunia Soal Omnibus Law jadi Trending Topic
    Nasional

    Viral, Cuitan Jokowi Kutip Komentar Bank Dunia Soal Omnibus Law jadi Trending Topic

    19 Oktober 2020
    By Joni Sitohang
  • Ferdinand Si 'Duri dalam Daging' Akhirnya Hengkang dari Partai Demokrat, Netizen Bersukacita. Kenapa?
    Nasional

    Ferdinand Si ‘Duri dalam Daging’ Akhirnya Hengkang dari Partai Demokrat, Netizen Bersukacita. Kenapa?

    13 Oktober 2020
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Ternyata Ahok Tak Diundang Komisi VII DPR dalam Gelar Rapat Dengar Pendapat dengan Pertamina
    Nasional

    Ternyata Ahok Tak Diundang Komisi VII DPR dalam Gelar Rapat Dengar Pendapat dengan Pertamina

  • Mulai Rapat Tatap Muka Perdana, Begini Protokol Pertemuan Jokowi dengan para Menteri
    Nasional

    Mulai Rapat Tatap Muka Perdana, Begini Protokol Pertemuan Jokowi dengan para Menteri

  • Ini Alasan Fahri Hamzah Desak Pemilu 2024 Pakai Sistem Terbuka
    Nasional

    Ini Alasan Fahri Hamzah Desak Pemilu 2024 Pakai Sistem Terbuka

  • Ahok Lapor ke Polda Metro Jaya, Ada Kasus Apa?
    Nasional

    Ahok Lapor ke Polda Metro Jaya, Ada Kasus Apa?

  • Lagi-lagi karena Corona, Rilis Fast & Furious 9 Terpaksa Ditunda Setahun
    Selebriti

    Lagi-lagi karena Corona, Rilis Fast & Furious 9 Terpaksa Ditunda Setahun

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.