TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Mahfud MD: Survei BIN, Hanya 8% Warga Papua Tolak Kelanjutan Otonomi Khusus

Mahfud MD: Survei BIN, Hanya 8% Warga Papua Tolak Kelanjutan Otonomi Khusus

By Johan Arif
29 Mei 2021
385
0
Mahfud MD: Survei BIN, Hanya 8% Warga Papua Tolak Kelanjutan Otonomi Khusus

TIKTAK.ID – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengungkapkan bahwa hanya ada delapan persen masyarakat Papua yang menolak otonomi khusus (Otsus) di wilayah paling timur Indonesia itu berlanjut.

Mahfud mengklaim angka tersebut berdasarkan survei Badan Intelijen Negara (BIN) dengan sejumlah universitas di Indonesia. Ia menyampaikan hal itu melalui keterangan tertulis dalam dialog dengan Papua yang digelar bersama sejumlah kementerian, lembaga, dan sejumlah tokoh, pada Kamis (27/5/21).

Sekadar informasi, dialog tersebut mengangkat tema “Membangun Papua yang Damai dengan Berbagai Program”.

Selain Mahfud MD, acara itu turut dihadiri oleh KSP Moeldoko, Wakil Ketua Komnas HAM Amiruddin Al Rahab, tokoh LSM seperti Haris Azhar (Lokataru), Tokoh senior Papua seperti Freddy Numberi, Yorrys Raweyai, serta Michael Manufandu, peneliti LIPI Adriana Elisabeth, akademisi seperti Hikmahanto Juwana dan Rhenald Kasali.

Lebih lanjut, Mahfud menerangkan bahwa menurut survei itu, terdapat sebanyak 92 persen warga Papua yang mendukung pembangunan Papua dan setia terhadap NKRI. Dari 92 persen, 82 persen di antaranya mengaku setuju Otsus berlanjut, sedangkan 10 persen lainnya menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah.

“(Yang 10 persen) berarti setuju juga, dan sisanya delapan persen yang menyatakan menolak” terang Mahfud melalui tayangan video di akun YouTube Polhukam RI, Jumat (28/5/21), seperti dilansir CNN Indonesia.

Kemudian Mahfud menjelaskan, delapan persen warga yang menolak Otsus terdiri dari tiga kelompok. Mereka adalah kelompok politik, klandestein, dan kriminal bersenjata.

“Yang paling kecil yakni kelompok kriminal bersenjata (KKB) ini,” kata Mahfud.

Lantas mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut menyampaikan bahwa kelompok itu yang kini tengah dilawan pasukan TNI-Polri.

“Jadi yang dihadapi saat ini yakni KKB Egianus Kagoya, KKB Lekagak Talenggen, KKB Militer Murib, dan kelompok lain lagi. Jadi bukan KKB Papua,” tutur Mahfud.

Perlu diketahui, Polri sempat menduga perpanjangan kebijakan Otsus Papua menjadi salah satu pemantik KKB atau OPM melakukan berbagai penyerangan dalam beberapa waktu belakangan ini.

Asisten Kapolri bidang Operasi (Asops), Inspektur Jenderal Imam Sugianto menilai kelompok separatis pejuang kemerdekaan Papua tersebut mulai terusik dengan kebijakan Otsus Pemerintah.

“Kemarin memang terdapat peningkatan eskalasi kejadian, karena ini kan memang mendekati kepada diberlakukannya Otsus,” ucap Imam, Selasa (27/4/21) malam.

Tagsmahfud mdMenkopolhukamOtonomi KhususPapuaSurvei BIN

Related articles More from author

  • Anggap Food Estate Gagal, Ganjar-Mahfud Tak Akan Lanjutkan Program Itu?
    Nasional

    Anggap Food Estate Gagal, Ganjar-Mahfud Tak Akan Lanjutkan Program Itu?

    22 Desember 2023
    By Joni Sitohang
  • Mahfud MD Soal Kepulangan Habib Rizieq: Masalah dengan Pemerintah Saudi Sudah Kelar
    Nasional

    Mahfud MD Soal Kepulangan Habib Rizieq: Masalah dengan Pemerintah Saudi Sudah Kelar

    6 November 2020
    By Joni Sitohang
  • Jokowi Perintahkan BNPT-Polri-BIN Selidiki Lagi Kasus Penyerangan Ulama sebelum Syekh Ali Jaber
    Nasional

    Jokowi Perintahkan BNPT-Polri-BIN Selidiki Lagi Kasus Penyerangan Ulama sebelum Syekh Ali Jaber

    18 September 2020
    By Joni Sitohang
  • 6 Menterinya Dapat Rapor Merah, BEM UI Desak Jokowi Segera Evaluasi
    Nasional

    6 Menterinya Dapat Rapor Merah, BEM UI Desak Jokowi Segera Evaluasi

    24 Oktober 2021
    By Joni Sitohang
  • Jokowi ke Mahfud MD: Bagaimana itu Kasus Novel Baswedan? Saya Loh yang Dibully!
    Nasional

    Jokowi ke Mahfud MD: Bagaimana itu Kasus Novel Baswedan? Saya Loh yang Dibully!

    20 Juli 2020
    By Joni Sitohang
  • Nilai Mundurnya Mahfud MD Terlambat, ICW Juga Desak Jokowi Mengundurkan Diri
    Nasional

    Nilai Mundurnya Mahfud MD Terlambat, ICW Juga Desak Jokowi Mengundurkan Diri

    5 Februari 2024
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Dukung Ganjar-Puan untuk 2024, LGP: Kader Ideologis dan Biologis Bung Karno
    Nasional

    Dukung Ganjar-Puan untuk 2024, LGP: Kader Ideologis dan Biologis Bung Karno

  • Pegiat Antikorupsi: Dipimpin Firli, KPK Hilang Nyali
    Nasional

    Pegiat Antikorupsi: Dipimpin Firli, KPK Hilang Nyali

  • Jokowi Tolak Saran Jusuf Kalla Tangani Corona dengan Lockdown, Ini Plus Minusnya
    Nasional

    Jokowi Tolak Saran Jusuf Kalla Tangani Corona dengan Lockdown, Ini Plus Minusnya

  • Kasus Corona RI Lampaui China, Demokrat Sebut Masyarakat Tak Percaya Lagi pada Pemerintah
    Nasional

    Kasus Corona RI Lampaui China, Demokrat Sebut Masyarakat Tak Percaya Lagi pada Pemerintah

  • Tips Cegah Karang Gigi Menumpuk
    Tips & Tutorial

    Tips Cegah Karang Gigi Menumpuk

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.