TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Kenapa Nama Soeharto ‘Hilang’ di Keppres tentang Serangan Umum 1 Maret yang Diteken Jokowi?

Kenapa Nama Soeharto ‘Hilang’ di Keppres tentang Serangan Umum 1 Maret yang Diteken Jokowi?

By Joni Sitohang
6 Maret 2022
767
0
Disebut Diam Soal Kasus Rizieq Shihab, Begini Penjelasan Mahfud MD

TIKTAK.ID – Nama Presiden ke-2 RI , Soeharto dikabarkan tidak tercantum di dalam Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Hari Penegakan Kedaulatan Negara sebagai pihak yang berperan dalam Serangan Umum 1 Maret 1949.

Menurut Menko Polhukam Mahfud MD, Keppres yang diteken oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut bukan buku sejarah, sehingga harus mencantumkan nama pihak-pihak yang terlibat dalam Serangan Umum 1 Maret 1949. Dia pun menyebut nama Soeharto tetap ada dalam sejarah peristiwa tersebut.

“Ini merupakan keputusan presiden mengenai titik krusial terjadinya peristiwa, yakni hari yang sangat penting. Ini bukan buku sejarah, karena kalau di dalam buku sejarah tentu akan menyebutkan nama orang yang banyak,” ungkap Mahfud melalui keterangan video, seperti dilansir CNNIndonesia.com, Kamis (3/3/22).

Baca juga : Mendadak Sindir Ganjar dan Anies ‘Tak Punya Tiket’ Pilpres, Apa Maksud PKB?

Mahfud mengatakan bahwa Keppres itu hanya menyebutkan tokoh-tokoh yang berperan sebagai penggagas dan penggerak Serangan Umum 1 Maret 1949, yaitu Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, Menteri Pertahanan Sri Sultan Hamengku Buwono IX, dan Panglima Jenderal Besar Soedirman.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menyatakan nama Soeharto dan tokoh-tokoh lain yang terlibat dalam sejarah tersebut memang tidak dicantumkan. Dia mengklaim hal itu serupa dengan teks Prokolamasi Kemerdekaan yang ditandatangani Soekarno-Hatta.

“Sama seperti teks Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, itu yang mendirikan negara kan banyak. Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI), jumlahnya ada 64 orang, 60 anggota, ada ketua, wakil ketua, dan sebagainya. Namun hanya disebut dua orang proklamasi, yaitu Soekarno dan Hatta,” tutur Mahfud.

Baca juga : Tolak Tegas Usulan Tunda Pemilu, Hanura Tantang Cak Imin Buka-Bukaan Big Data

“Kalau disebut semua, maka namanya sejarah. Kalau misalnya dalam Serangan Umum 1 Maret dipaparkan semua tanggal sekian, persiapan dari sini lalu ada pesawat lewat, belok kiri, kanan, itu sejarah,” sambungnya.

Lantas Mahfud menilai jejak sejarah keterlibatan Soeharto dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 tidak akan hilang, walaupun tak dicantumkan dalam Keppres. Sebab, kata Mahfud, nama Soeharto dan tokoh-tokoh lain yang terlihat tetap ada dalam buku naskah akademik.

“Jejak sejarah tidak hilang, karena ditulis dalam buku. Bahkan pernah dalam satu halaman terdapat nama Pak Harto ditulis dua kali, jadi tidak hilang jejak sejarahnya,” ucap Mahfud.

TagsJokowiMenkopolhukamSoeharto

Related articles More from author

  • Komnas HAM: Kasus Tewasnya Laskar FPI Belum Penuhi Unsur Pelanggaran HAM Berat
    Nasional

    Komnas HAM: Kasus Tewasnya Laskar FPI Belum Penuhi Unsur Pelanggaran HAM Berat

    11 Maret 2021
    By Joni Sitohang
  • TIKTAK.ID - Sejak Jadi Menteri Jokowi Prabowo Tak Pernah Lagi Bicara Politik, Ini Alasannya
    Nasional

    Sejak Jadi Menteri Jokowi Prabowo Tak Pernah Lagi Bicara Politik, Ini Alasannya

    23 Februari 2020
    By Rusli Qomar
  • Mahfud MD Beberkan Sejumah Laporan Soal Dugaan Kecurangan Pemilu 2024
    Nasional

    Mahfud MD Beberkan Sejumah Laporan Soal Dugaan Kecurangan Pemilu 2024

    17 November 2023
    By Joni Sitohang
  • Pengamat Prediksi KIB Bakal Jadi Pengusung Capres yang Disiapkan Jokowi
    Nasional

    Pengamat Prediksi KIB Bakal Jadi Pengusung Capres yang Disiapkan Jokowi

    23 Maret 2023
    By Joni Sitohang
  • Jokowi hingga Petinggi PKS Respons Mimpi SBY
    Nasional

    Jokowi hingga Petinggi PKS Respons Mimpi SBY

    23 Juni 2023
    By Joni Sitohang
  • Adian Akhirnya Ngaku: Jokowi Sendiri yang Minta Setor Nama Calon Komisaris BUMN dari Kalangan Aktivis 98
    Nasional

    Adian Akhirnya Ngaku: Jokowi Sendiri yang Minta Setor Nama Calon Komisaris BUMN dari Kalangan Aktivis 98

    24 Juli 2020
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Infrastruktur Belum Siap, Jokowi Gagal Pindah Kantor ke IKN Bulan Ini
    Nasional

    Infrastruktur Belum Siap, Jokowi Gagal Pindah Kantor ke IKN Bulan Ini

  • Kenali ‘Reactive Abuse' dalam Kasus Johnny Depp dan Amber Heard
    Tips & Tutorial

    Kenali ‘Reactive Abuse’ dalam Kasus Johnny Depp dan Amber Heard

  • Lupa Menyapa Wapres di Acara Resmi Istana, Cara Jokowi 'Nabok Halus' Ma'ruf Amin?
    Nasional

    Lupa Menyapa Wapres di Acara Resmi Istana, Cara Jokowi ‘Nabok Halus’ Ma’ruf Amin?

  • Twitter CR7
    Olahraga

    Tak Hanya di Instagram, Cristiano Ronaldo Juga Raup Penghasilan Terbesar di Twitter

  • Muncul Rumor Ronaldo Gabung Fenerbahce, Ini Kata Mourinho
    Olahraga

    Muncul Rumor Ronaldo Gabung Fenerbahce, Ini Kata Mourinho

Artikel Terbaru

  • Profil Veddriq Leonardo: Biodata, Karier, dan Prestasi 30 September 2026
  • Pemerintah Serahkan DIM RUU LLAJ ke Komisi V DPR 30 September 2026
  • Apa Itu Sinyal GPS di HP dan Cara Memperkuat Sinyalnya 30 September 2026
  • Dukcapil Genjot Kepemilikan KIA dan Aktivasi IKD Hingga ke Desa 30 September 2026
  • 9 Cara Mengatasi Kamera HP Buram Tanpa Harus ke Tukang Servis 30 September 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (60)
  • Keuangan (11)
  • Kuliner (1,058)
  • Nasional (7,948)
  • Olahraga (1,136)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,227)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.