TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Jokowi Dilaporkan ke Polisi Soal Kerumunan Langgar Protokol Kesehatan Saat Kunjungan ke NTT

Jokowi Dilaporkan ke Polisi Soal Kerumunan Langgar Protokol Kesehatan Saat Kunjungan ke NTT

By Joni Sitohang
26 Februari 2021
598
0
Jokowi Dilaporkan ke Polisi Soal Kerumunan Langgar Protokol Kesehatan Saat Kunjungan ke NTT

TIKTAK.ID – Koalisi Masyarakat Anti Ketidakadilan diketahui melaporkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Bareskrim Polri pada Kamis (25/2/21). Laporan itu terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) pencegahan penyebaran Covid-19 ketika Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (23/2/21) kemarin.

Menurut Ketua Koalisi Masyarakat Anti Ketidakadilan, Kurnia, pelaporan ini bermula dari dugaan pelanggaran protokol kesehatan oleh Jokowi saat bertandang ke Maumere. Ia mengatakan dalam sebuah video yang beredar, mantan Wali Kota Solo tersebut dikerumuni oleh warga di Maumere.

“Sayangnya, di tengah gencarnya penegakan program protokol kesehatan, dalam kegiatan kunjungan kepresidenan di NTT, Presiden Jokowi sebagai pemimpin rakyat malah membuat kerumunan dan abai terhadap protokol kesehatan dengan melemparkan bingkisan dari atas mobil,” ujar Kurnia, seperti dilansir Merdeka.com dari Liputan6.com, Kamis (25/2/21).

Baca juga : SBY Sebut Demokrat ‘Not For Sale’, Ruhut Ikut-ikut Beri Komentar Sengak

Kurnia sendiri telah tiba di Bareskrim untuk membuat laporan pada Kamis pagi sekitar pukul 10.00 WIB, dan baru keluar pada 15.30 WIB. Kemudian Kurnia menyatakan bahwa polisi tidak memperkenankannya membuat laporan. Kurnia pun mengaku telah berdebat cukup lama lantaran laporannya tak digubris.

“Saat saya bilang artinya ini saya enggak bisa bikin laporan, dia enggak mau terima diksi itu. Jadi mereka menganggap toh laporan saya sudah diterima ke atas di Tata Usaha dan Urusan Dalam, dan dikasih stempel. Tapi saya tidak cukup puas, saya mau bikin laporan,” ucap Kurnia.

Kurnia mengklaim penolakan laporan itu karena polisi berdalih berpegang pada Standar Operasional Prosedur (SOP). Meski begitu, kata Kurnia, polisi tidak menjelaskan mengenai SOP tersebut.

Baca juga : Survei PPI: Elektabilitas Ustadz Abdul Somad Melejit, Kalahkan Mahfud MD, Habib Rizieq dan Puan

“Kalau menurut saya ya argumentasi hukum dengan SOP, seharusnya hukum itu di atas segala-galanya hukumnya dong yang dikedepankan,” tutur Kurnia.

Ia lantas menyebut polisi mengaku akan menghubunginya terkait laporan yang dilayangkannya tersebut. Akan tetapi, Kurnia masih merasa tak puas dengan penjelasan polisi, karena ia menilai kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan Jokowi ini terang benderang. Ia juga menganggap kasus tersebut sudah bisa dilakukan sebuah penindakan kepolisian.

Untuk diketahui, beredar di media sosial video mobil Jokowi yang dikerumuni banyak orang. Melalui video berdurasi 30 detik, tampak Jokowi muncul dari atap mobil untuk menyapa masyarakat. Ia pun melambaikan tangan dan melemparkan kaos kepada masyarakat.

TagsCoronaCOVID-19JokowiPolisiProtokol KesehatanVirus Corona

Related articles More from author

  • Singgung Pelemahan KPK oleh Jokowi, IM57+ Minta Masyarakat Tak Termakan Janji di Debat Capres
    Nasional

    Singgung Pelemahan KPK oleh Jokowi, IM57+ Minta Masyarakat Tak Termakan Janji di Debat Capres

    12 Desember 2023
    By Joni Sitohang
  • Ketua PSSI Laporkan Peningkatan Performa Timnas U-19 ke Jokowi
    Olahraga

    Ketua PSSI Laporkan Peningkatan Performa Timnas U-19 ke Jokowi

    20 Oktober 2020
    By Mahdi Yahya
  • Pengamat Sebut Pemilihan Dua Menteri Anyar ‘Kurang Pas' dan ‘Hanya Kepentingan Politik Sesaat’ Jokowi
    Nasional

    Pengamat Sebut Pemilihan Dua Menteri Anyar ‘Kurang Pas’ dan ‘Hanya Kepentingan Politik Sesaat’ Jokowi

    17 Juni 2022
    By Joni Sitohang
  • Gelombang Virus Corona Sasar Pimpinan Senior Taliban
    Internasional

    Gelombang Virus Corona Sasar Pimpinan Senior Taliban

    1 Juni 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Beberapa Menteri Kena Semprot Jokowi: Ini yang Untung Siapa? Harus Dicari dan Ditindak!
    Nasional

    Jokowi: Kinerja Menteri Mulai Ada Perbaikan, Tapi Belum Sesuai Harapan

    9 Juli 2020
    By Joni Sitohang
  • Menag Sebut Radikalisme Masuk Masjid Lewat Hafiz Quran, Fadli Zon Desak Jokowi Copot Fachrul Razi
    Nasional

    Menag Sebut Radikalisme Masuk Masjid Lewat Hafiz Quran, Fadli Zon Desak Jokowi Copot Fachrul Razi

    4 September 2020
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Antisipasi Kabur ke Luar Negeri, Polri Minta Imigrasi Cekal 4 Bos ACT
    Nasional

    Antisipasi Kabur ke Luar Negeri, Polri Minta Imigrasi Cekal 4 Bos ACT

  • Jokowi: 800 Juta Orang Terancam Kurang Pangan dan Kelaparan Akut
    Nasional

    Jokowi: 800 Juta Orang Terancam Kurang Pangan dan Kelaparan Akut

  • Bolsonaro: Negara yang Menerapkan Karantina itu 'Gila'
    Internasional

    Bolsonaro: Negara yang Menerapkan Karantina itu ‘Gila’

  • Soal Tabloid Anies Baswedan, Bawaslu Belum Akan Memutuskan Anies Bersalah atau Tidak
    Nasional

    Soal Tabloid Anies Baswedan, Bawaslu Belum Akan Memutuskan Anies Bersalah atau Tidak

  • Kenali Penyebab Sering Merasa Lelah
    Tips & Tutorial

    Kenali Penyebab Sering Merasa Lelah

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.