TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Isi Dokumen Tragedi 1965 Terkuak: Inggris Serukan Pembunuhan Massal

Isi Dokumen Tragedi 1965 Terkuak: Inggris Serukan Pembunuhan Massal

By Joni Sitohang
31 Oktober 2021
659
0
Isi Dokumen Tragedi 1965 Terkuak: Inggris Serukan Pembunuhan Massal

TIKTAK.ID – Belum lama ini, temuan fakta baru mengenai tragedi 1965 mencuat. Temuan baru tersebut menyatakan adanya keterlibatan Inggris dalam menyerukan pembunuhan massal pada 1965, dengan sasaran utamanya anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).

Temuan itu pertama kali diungkapkan ke publik lewat artikel yang dirilis oleh media Inggris The Observer dan media satu grupnya The Guardian pada Minggu (17/10/21). Artikel itu menyebut seorang pejabat dari kantor luar negeri Inggris bernama Ed Wynne ditugaskan untuk membuat propaganda di Indonesia.

Akan tetapi, Wynne memang bukan pejabat biasa, melainkan mata-mata ahli propaganda, bagian dari Departemen Riset Informasi (IRD). Dia bertugas memimpin tim kecil dan membuat pamflet yang seakan-akan ditulis oleh seorang patriot Indonesia. Pamflet itu berisi seruan untuk melenyapkan PKI.

Baca juga : JK Tengahi Gaduh PDIP vs Demokrat Akibat Ulah Hasto Rendahkan SBY Saat Sanjung Jokowi

Seperti dilansir CNNIndonesia.com, Wynne mengirimkan sebuah surat dan pamflet untuk disebarkan ke dalam Bahasa Indonesia. Salah satu arsipnya yakni pamflet edisi khusus “Kenjataan2 Pada Kudeta 30 September”.

Untuk menyamarkan, maka buletin asal Inggris itu dikirim ke Indonesia lewat kota-kota Asia, termasuk Hong Kong, Tokyo dan Manila. Berdasarkan laporan The Guardian, selama setahun, sebanyak 28.000 eksemplar buletin, yang ditulis dalam bahasa Indonesia dan disebut “Kenjataan2” (Fakta-fakta), sudah dikirim.

“Untuk John, silakan lihat surat saya SE/01/65 pada 11 Oktober. Sekarang saya lampirkan salinan edisi khusus Kenjataan2 pada Kudeta 30 September, dalam bahasa Inggris dan Indonesia, sebagai informasi Anda”, tulis Wynne disertai tanda tangannya pada 13 Oktober 1965.

Baca juga : Dideklarasikan Jadi Capres 2024, Budiman Sudjatmiko Buka Suara

Dalam pamflet itu, intelijen Inggris tidak hanya menyasar warga Indonesia secara umum, namun juga jenderal Angkatan Darat. AD sendiri memang disebut-sebut terlibat dalam pembunuhan massal 1965, yang oleh CIA disebut sebagai pembantaian paling brutal dan terbesar di abad ke-20.

Kemudian pada malam 30 September, para perwira kiri yang terkait dengan G-30-S, di bawah komando Letkol Untung dari satuan pengawal presiden, didukung oleh beberapa batalyon, mencoba melakukan serangan terhadap komando tinggi Angkatan Darat. Mereka berusaha menangkap tujuh jenderal paling senior di Angkatan Darat Indonesia.

Akan tetapi pada malam 1 Oktober, komandan unit tempur utama AD, Soeharto, mengambil alih komando tentara dan melakukan serangan balik. Dia pun diangkat menjadi Panglima Tertinggi Angkatan Darat pada 14 Oktober.

Baca juga : Nabi Muhammad Disebut ‘Kader PMII’, Polisi Diminta Bertindak

Sejarawan John Roosa mengklaim Soeharto memanfaatkan kesempatan itu untuk menggulingkan Sukarno dan menumpas PKI, sebagai “dalih untuk pembunuhan massal”.

Roosa mengatakan penghapusan PKI itu dilakukan dalam serangkaian pembantaian di seluruh Indonesia yang mengakibatkan kematian ratusan ribu orang.

TagsPembunuhanPKITragedi 1965

Related articles More from author

  • Curhat Megawati Soal Jokowi dan Dirinya yang Kerap Dituduh Anggota PKI
    Nasional

    Curhat Megawati Soal Jokowi dan Dirinya yang Kerap Dituduh Anggota PKI

    30 Oktober 2020
    By Joni Sitohang
  • Disentil Fadli Zon, Mahfud MD Malah Tertawakan Balik, Soal Apa Sih?
    Nasional

    Disentil Fadli Zon, Mahfud MD Malah Tertawakan Balik, Soal Apa Sih?

    1 Juni 2020
    By Joni Sitohang
  • Pakar HAM PBB: Pembunuhan Jenderal Soleimani Langgar Hukum Internasional
    Internasional

    Pakar HAM PBB: Pembunuhan Jenderal Soleimani Langgar Hukum Internasional

    9 Juli 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Tak Hanya Eks HTI dan PKI, DPR Juga Akan Bahas Larangan Ikut Pemilu-Pilkada Eks FPI
    Nasional

    Tak Hanya Eks HTI dan PKI, DPR Juga Akan Bahas Larangan Ikut Pemilu-Pilkada Eks FPI

    28 Januari 2021
    By Joni Sitohang
  • Militer AS Stres dan Ketakutan Dihantui Ancaman Pembalasan Iran atas Pembunuhan Jenderal Soleimani
    Internasional

    Militer AS Stres dan Ketakutan Dihantui Ancaman Pembalasan Iran atas Pembunuhan Jenderal Soleimani

    7 Januari 2021
    By William Putra Wijaya
  • Beri Arahan Calon Kepala Daerah dari PDIP, Megawati: Korupsi Pasti Dilakukan Elite. Lho Kok?
    Nasional

    Megawati Heran Dirinya Masih Dicap PKI

    13 Juni 2021
    By Johan Arif

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Mobil Listrik Lexus UX 300e Mulai Dipasarkan di Indonesia, Berapa Harganya?
    Teknologi

    Mobil Listrik Lexus UX 300e Mulai Dipasarkan di Indonesia, Berapa Harganya?

  • Sambangi NasDem Tower, Said Aqil Ngaku Simpati ke AMIN
    Nasional

    Sambangi NasDem Tower, Said Aqil Ngaku Simpati ke AMIN

  • Salurkan Semangatnya Bantu Sesama, Brisia Jodie Jual Baju Bekas dan Es Teh
    Selebriti

    Salurkan Semangatnya Bantu Sesama, Brisia Jodie Jual Baju Bekas dan Es Teh

  • DPP PKB: Ada 6 Posisi di Kabinet yang Akan Dirombak oleh Presiden Jokowi
    Nasional

    DPP PKB: Ada 6 Posisi di Kabinet yang Akan Dirombak oleh Presiden Jokowi

  • Rekor Cristiano Ronaldo 2020
    Olahraga

    5 Rekor Spektakuler ini Siap Dipecahkan Cristiano Ronaldo di Tahun 2020

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.