TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Hatice Cengiz Jadi Saksi di Pengadilan Perdana Pembunuhan Jamal Khashoggi

Hatice Cengiz Jadi Saksi di Pengadilan Perdana Pembunuhan Jamal Khashoggi

By William Putra Wijaya
6 Juli 2020
659
0
Hatice Cengiz Jadi Saksi di Pengadilan Perdana Pembunuhan Jamal Khashoggi

TIKTAK.ID – Tunangan Jamal Khashoggi, Hatice Cengiz menjadi salah satu saksi yang hadir pada sesi pembukaan persidangan pembunuhan wartawan Khashoggi di Ankara, Turki, Jumat (3/7/20).

Dalam pernyataannya usai menjadi saksi, Cengiz mengatakan kepada wartawan bahwa proses mencari kebenaran atas pembunuhan tunangannya itu membuatnya lelah secara spiritual dan psikologis, tulis BBC.

Namun, dia menyatakan keyakinannya pada sistem peradilan Turki dan menyatakan, “Pencarian kami akan keadilan akan terus dilakukan baik di Turki serta di mana pun yang kami bisa.”

Selain Cengiz, saksi lainnya yang hadir di pengadilan adalah Zeki Demir, warga Turki yang bekerja sebagai tukang di Konsulat Saudi di Istanbul.

Di pengadilan, dia mengatakan bahwa dirinya dipanggil ke kediaman Konsul Jenderal pada hari Khashoggi menghilang. Dia diminta untuk menyalakan oven yang akan digunakan untuk barbekyu.

“Ada lima hingga enam orang di sana,” katanya. “Ada suasana panik … Seolah-olah mereka ingin saya pergi sesegera mungkin,” terang Demir.

Dia menambahkan bahwa saat dirinya kembali ke kediaman beberapa hari kemudian, dia menyadari bahwa marmer di sekitar oven telah diputihkan.

Pada peradilan perdana itu pengadilan mengadili 20 warga Saudi secara in absentia atas pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi pada 2018 lalu.

Khashoggi merupakan wartawan dan sekaligus kritikus terkemuka penguasa de facto Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Khashoggi diduga dibunuh oleh tim agen Saudi di dalam Konsulat Kerajaan di Istanbul, Turki.

Dakwaan yang diajukan jaksa penuntut Turki menuduh Saud al-Qahtani, seorang mantan Penasihat Senior untuk Putra Mahkota Mohammed, dan Ahmad Asiri, mantan Wakil Kepala Intelijen Arab Saudi, “menghasut pembunuhan berencana dengan maksud [menyebabkan] siksaan melalui niat jahat”.

Ada 18 terdakwa lainnya yang didakwa melakukan “pembunuhan berencana dengan tujuan [menyebabkan] siksaan melalui niat jahat” tersebut.

Pengacara Turki yang ditunjuk pengadilan mewakili para terdakwa mengatakan klien mereka membantah tuduhan itu.

Sementara, Arab Saudi menolak permintaan ekstradisi Turki, dan menghukum delapan orang atas pembunuhan tahun lalu melalui peradilan yang dilakukan di Saudi. Para terdakwa atas pembunuhan Khashoggi yang diadili di Arab Saudi itu tak pernah diidentifikasi oleh pihak berwenang Saudi.

Lima dari delapan orang itu dijatuhi hukuman mati karena berpartisipasi langsung dalam pembunuhan, sementara tiga lainnya dijatuhi hukuman penjara karena menutupi kejahatan.

Persidangan Saudi ditolak oleh Pelapor Khusus PBB Agnes Callamard, karena disebut sebagai “antitesis keadilan”. Dia menyimpulkan bahwa Khashoggi adalah “korban dari eksekusi yang disengaja dan direncanakan sebelumnya” yang menjadi tanggung jawab negara Saudi.

Callamard, yang juga hadir dalam persidangan itu mengatakan, “Kami belum memindahkan pembunuhan Jamal Khashoggi ke dalam pengaturan formal yang dapat dikenali oleh komunitas internasional, karena persidangan di Arab Saudi tidak dapat diberi kredibilitas dan legitimasi.”

“Di sini untuk pertama kalinya, kami memiliki para pembunuh bayaran yang didakwa dan kami memiliki sejumlah dari mereka yang melakukan kejahatan,” tambahnya.

Sidang berikutnya akan berlangsung pada 24 November.

Khashoggi, yang tinggal di pengasingan di Amerika pada 2017, terlihat terakhir kali ketika memasuki Konsulat Saudi pada 2 Oktober 2018. Dia berkunjung ke Konsulat itu untuk mendapatkan surat-surat yang dibutuhkan untuk menikah dengan tunangannya, Cengiz. Namun, sejak itu, dia tak pernah keluar dari Konsulat.

Callamard yang mendengarkan rekaman audio percakapan di dalam Konsulat yang dibuat intel Turki menyimpulkan bahwa Khashoggi dibunuh secara brutal pada hari itu.

Pemerintah Saudi mengatakan Khashoggi tewas dalam “operasi jahat” tim agen Saudi.

Penuntutan publik Arab Saudi mengatakan pembunuhan itu diperintahkan oleh Kepala “tim negosiasi” yang dikirim ke Istanbul untuk membawa Khashoggi kembali ke Kerajaan “dengan cara persuasi” atau, jika gagal, “dengan kekuatan”.

Penuntutan publik menyimpulkan bahwa Khashoggi ditahan secara paksa setelah disuntik dengan sejumlah obat dalam dosis besar, dan mengakibatkan overdosis hingga kematiannya. Tubuhnya kemudian dipotong-potong dan diserahkan ke “kolaborator” lokal di luar Konsulat.

Hingga kini, sisa-sisa potongan tubuhnya tidak pernah ditemukan.

Sementara penuntutan publik Turki menyimpulkan bahwa Khashoggi segera dicekik setelah ia memasuki Konsulat, dan tubuhnya dihancurkan.

TagsArab SaudiBerita Dunia Hari IniHatice CengizJamal KhashoggiPembunuhanPengadilanSaksiTurki

Related articles More from author

  • Nancy Pelosi: Tuntaskan Proses Pemakzulan Trump Sama Sekali Tak Bahayakan 'Pesan Persatuan' Biden
    Internasional

    Nancy Pelosi: Tuntaskan Proses Pemakzulan Trump Sama Sekali Tak Bahayakan ‘Pesan Persatuan’ Biden

    23 Januari 2021
    By William Putra Wijaya
  • Positif Corona, Kondisi PM Inggris Boris Johnson Memburuk Usai 24 Jam Dirawat
    Internasional

    Positif Corona, Kondisi PM Inggris Boris Johnson Memburuk Usai 24 Jam Dirawat

    9 April 2020
    By Johan Arif
  • Perayaan Tahun Baru di Prancis Rusuh, 30 Mobil Ludes Dibakar
    Internasional

    Perayaan Tahun Baru di Prancis Rusuh, 30 Mobil Ludes Dibakar

    3 Januari 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Tujuh Orang Tewas dalam Serangan Bersenjata ke Bursa Efek Pakistan
    Internasional

    Tujuh Orang Tewas dalam Serangan Bersenjata ke Bursa Efek Pakistan

    2 Juli 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Kongres Resmi Daulat Joe Biden Sebagai Pemenang Pilpres AS
    Internasional

    Kongres Resmi Daulat Joe Biden Sebagai Pemenang Pilpres AS

    8 Januari 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Perdana Menteri Irak, Mustafa Al-Kadhimi
    Internasional

    Baghdad: Pasukan AS Segera Keluar dari Irak

    8 April 2021
    By William Putra Wijaya

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • TIKTAK.ID - Lepas Lajang, Jeon Hye Bin Menikah di Bali
    Selebriti

    Lepas Lajang, Jeon Hye Bin Menikah di Bali

  • Tya Ariestya Jual Barang Pribadi untuk Sumbang Panti Asuhan
    Selebriti

    Tya Ariestya Jual Barang Pribadi untuk Sumbang Panti Asuhan

  • MUI DKI Jakarta Resmikan Mujahid Cyber, Begini Wanti-wanti Ketua PBNU
    Nasional

    MUI DKI Jakarta Resmikan Mujahid Cyber, Begini Wanti-wanti Ketua PBNU

  • Hengkang dari PKPI, Sutiyoso Berlabuh ke Nasdem
    Nasional

    Hengkang dari PKPI, Sutiyoso Berlabuh ke Nasdem

  • ‘D.P. 2 Season 2’ Resmi Tayang 28 Juli
    Selebriti

    ‘D.P. 2 Season 2’ Resmi Tayang 28 Juli

Artikel Terbaru

  • Rano Karno: Guruh Soekarnoputra Mencintai Indonesia dengan Cara Indah 26 September 2026
  • Apa Itu Jaringan 5G di HP dan Apa Bedanya dengan 4G 26 September 2026
  • Mary Jane Menghirup Udara Bebas Usai Dapat Grasi 26 September 2026
  • PSI Soal Wacana Pemisahan Pileg-Pilpres: Inkonsistensi Pembuat UU 26 September 2026
  • 8 Cara Mengatasi HP Vivo Lemot dengan Mudah (Update 2026) 26 September 2026

Kategori

  • Berita Unik (100)
  • Internasional (1,531)
  • Kesehatan (55)
  • Keuangan (9)
  • Kuliner (1,057)
  • Nasional (7,936)
  • Olahraga (1,132)
  • Opini (2)
  • Selebriti (1,175)
  • Teknologi (1,214)
  • tips (15)
  • Tips & Tutorial (1,294)
  • Viral (82)

Cari Artikel

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
© Copyright 2026 TIKTAK.ID. All rights reserved.