
TIKTAK.ID – Republik Islam Iran melalui Menteri Luar Negerinya, Javad Zarif, menolak kesepakatan damai yang dibuat oleh AS dengan kelompok Taliban. Teheran menuding kesepakatan tersebut tidak memiliki dasar hukum dan hanya menjadi dalih untuk melegitimasi kehadiran pasukan AS di Afghanistan.
Sebelumnya pada Sabtu (29/2/20), AS menandatangani perjanjian dengan kelompok Taliban, yang dianggap sebagai batu loncatan menuju penarikan penuh tentara asing dari Afghanistan untuk mengakhiri konflik selama 18 tahun terakhir.
Beberapa pengamat menganggap perjanjian ini sebagai pertaruhan kebijakan luar negeri bagi Amerika Serikat, karena secara tidak langsung seperti memberikan legitimasi internasional bagi gerilyawan Taliban.
Baca juga: Virus Corona Makan Korban Pertama di Thailand
“Amerika Serikat tidak memiliki kedudukan hukum untuk menandatangani perjanjian damai atau untuk menentukan masa depan Afghanistan,” kata Zarif seperti dilansir Reuters.
Menurut Zarif, Iran memandang kesepakatan ini hanya kedok AS untuk memperkuat keberadaan pasukannya di Afghanistan.
Zarif juga menjelaskan bahwa Iran sangat mendukung inisiatif apapun yang dapat membantu mengamankan stabilitas dan perdamaian di Afghanistan, namun ia berpendapat bahwa hal itu hanya bisa dilakukan melalui pembicaraan dalam negeri dengan memperhatikan kepentingan para tetangga Afghanistan.
Baca juga: Analis Politik AS Ungkap Kebohongan Media Barat Soal Penyebaran Virus Corona di Timteng
Zarif menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan kepergian pasukan AS dari Afghanistan.










