TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Tips & Tutorial
Home›Tips & Tutorial›Ilmuwan Temukan ‘Sindrom Patah Hati’, Gejala Baru Covid-19 Terkini

Ilmuwan Temukan ‘Sindrom Patah Hati’, Gejala Baru Covid-19 Terkini

By Hendra Setiawan
24 Juli 2020
562
0
Ilmuwan Temukan 'Sindrom Patah Hati', Gejala Baru Covid-19 Terkini

TIKTAK.ID – Para ilmuwan dari Cleveland Clinic menemukan gejala baru dari infeksi virus Corona yang disebut dengan “sindrom patah hati”. Meski bukan gejala langsung, namun sindrom tersebut cukup banyak terjadi di masa pandemi ini.

Dalam dunia medis, “sindrom patah hati” juga dikenal dengan sebutan “stress cardiomyopathy”. Kondisi tersebut terjadi ketika tekanan fisik atau emosional mengakibatkan disfungsi atau kegagalan pada otot jantung.

Dilansir Kompas.com, sindrom ini memiliki gejala yang mirip dengan serangan jantung, yakni nyeri dada dan sesak napas. Gejala lainnya yakni detak jantung tidak teratur, tekanan darah rendah, dan hilangnya kesadaran.

Para ahli mengatakan sindrom ini terjadi akibat reaksi seseorang terhadap peristiwa stres secara fisik atau emosional. Reaksi itu kemudian membuat tubuh melepaskan hormon stres yang mengurangi kemampuan jantung untuk memompa darah, sehingga memicu kontraksi dan membuat detak jantung kurang efisien atau tidak teratur. Oleh sebab itu, kondisi ini juga diberi istilah “sindrom patah hati”.

Pandemi Covid-19 ini tentu membuat banyak orang mengalami stres. Entah karena khawatir terinfeksi, kehilangan pekerjaan, kesulitan menyeimbangkan kehidupan pribadi dan pekerjan, atau physical distancing yang membuat banyak orang mengalami isolasi sosial. Pendeknya, terdapat banyak faktor yang memicu stres selama pandemi.

Ahli jantung sekaligus pemimpin riset, Ankur Kalra, menyatakan faktor-faktor tersebut bisa memicu stres kardiomiopati pada pasien Covid-19.

“Stres memiliki efek fisik pada tubuh dan hati kita, sebagaimana dibuktikan dengan semakin meningkatnya diagnosis stres kardiomiopati yang kita alami,” terang Kalra.

Dalam riset ini, peneliti pun mengamati 1.656 pasien yang mengalami “sindrom patah hati” akut selama empat periode prapandemi, yakni Maret-April 2018, Januari-Februari 2019, Maret-April 2019 dan Januari-Februari 2020.

Selanjutnya peneliti membandingkan hasil analisis data dengan temuan yang mereka dapat usai menganalisis 258 pasien yang mengalami kondisi serupa di masa pandemi, yakni pada 1 Maret hingga 30 April 2020.

Berdasarkan hasil riset, terbukti adanya peningkatan stres kardiomiopati selama masa pandemi.

Data riset juga melaporkan sekitar 7,8 persen pasien positif Covid-19 mengalami “sindrom patah hati”. Padahal, tingkat stres kardiomiopati selama empat periode prapandemi hanya 1,5 hingga 1,8 persen, yakni antara lima hingga 12 pasien per periode.

Peneliti menjelaskan, cara terbaik untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan berfokus pada perawatan diri, terutama untuk pasien yang rentan terhadap tingkat stres.

TagsCleveland ClinicemosionalGejala Baru Covid-19Ilmuwaninfeksi virus Coronaotot jantungSindrom Patah Hatistres kardiomiopatistress cardiomyopathytekanan fisik

Related articles More from author

  • Ilmuwan Ciptakan Filter Udara yang Diklaim Mampu Bunuh Virus Corona
    InternasionalTeknologi

    Ilmuwan Ciptakan Filter Udara yang Diklaim Mampu Bunuh Virus Corona

    11 Juli 2020
    By Alfan Mahardika
  • Belasan Menteri Kabinet Jokowi Jalani Tes Virus Corona, Gimana Hasilnya?
    Nasional

    Belasan Menteri Kabinet Jokowi Jalani Tes Virus Corona, Gimana Hasilnya?

    18 Maret 2020
    By Johan Arif
  • Positif Corona, Kondisi PM Inggris Boris Johnson Memburuk Usai 24 Jam Dirawat
    Internasional

    Positif Corona, Kondisi PM Inggris Boris Johnson Memburuk Usai 24 Jam Dirawat

    9 April 2020
    By Johan Arif
  • TIKTAK.ID - Xiaomi Hadirkan Fitur Asisten Digital Khusus Pantau Info Terkini Virus Corona
    Teknologi

    Xiaomi Hadirkan Fitur Asisten Digital Khusus Pantau Info Terkini Virus Corona

    29 Januari 2020
    By Rusli Qomar
  • Para Ilmuwan Temukan Varian Covid-19 Lebih Bahaya dari Delta
    Internasional

    Para Ilmuwan Temukan Varian Covid-19 Lebih Bahaya dari Delta

    27 November 2021
    By William Putra Wijaya
  • Simak Penjelasan Medis Delirium yang Diangkat dalam Drama Korea ‘Light Shop’
    Tips & Tutorial

    Simak Penjelasan Medis Delirium yang Diangkat dalam Drama Korea ‘Light Shop’

    26 Desember 2024
    By Hendra Setiawan

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Ngotot Ajak Dialog Jokowi tapi Ditolak, HRS: Beraninya Main Lapor Terus!
    Nasional

    Ngotot Ajak Dialog Jokowi tapi Ditolak, HRS: Beraninya Main Lapor Terus!

  • Samsung Galaxy Watch 5, Lebih Optimal dari Galaxy Watch 4
    Teknologi

    Samsung Galaxy Watch 5, Lebih Optimal dari Galaxy Watch 4

  • Indikator Rilis Survei Bursa Capres 2024, Siapa Saja yang Melesat?
    Nasional

    Indikator Rilis Survei Bursa Capres 2024, Siapa Saja yang Melesat?

  • Soal Gelar 'Imam Besar Umat Islam Indonesia' Rizieq Shihab, FPI: Memang Beliau Sangat Pantas
    Nasional

    Soal Gelar ‘Imam Besar Umat Islam Indonesia’ Rizieq Shihab, FPI: Memang Beliau Sangat Pantas

  • 'Adu Mulut' AS dan China Soal Virus Corona di Sidang Dewan Keamanan PBB
    Internasional

    ‘Adu Mulut’ AS dan China Soal Virus Corona di Sidang Dewan Keamanan PBB

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.