TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›HRW: Prancis Harus Hentikan Penjualan Senjata ke UEA dan Arab Saudi

HRW: Prancis Harus Hentikan Penjualan Senjata ke UEA dan Arab Saudi

By Joni Sitohang
8 Desember 2021
366
0
HRW: Prancis Harus Hentikan Penjualan Senjata ke UEA dan Arab Saudi

TIKTAK.ID – Human Rights Watch mengecam penjualan senjata Prancis ke Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi dan Qatar sebab menurut catatan mereka, tiga negara itu memiliki rekam jejak yang buruk tentang pelanggaran Hak Asasi Manusia.

Seperti yang dilaporkan banyak media, Presiden Prancis pada Jumat (3/12/21) beserta dengan delegasi besar Menteri Prancis dan eksekutif bisnis utama bertandang ke UEA, Arab Saudi dan Qatar. Perjalanan itu ditengarai untuk menyelesaikan kesepakatan penjualan senjata dan puluhan jet tempur Rafales yang diproduksi oleh perusahaan Prancis Dassault Aviation, seperti yang dilansir laman HRW.

Seharusnya, menurut HRW, Prancis berbicara tentang pelanggaran hak asasi manusia di tiga negara itu.

Prancis tetap memasok senjata ke UEA, meskipun negara itu memainkan peranan penting dalam operasi militer kejam koalisi agresor pimpinan Saudi dan UEA ke Yaman. UEA juga memiliki peran dalam konflik terbaru di Libya. UEA diduga telah membunuh warga sipil Lybia dalam serangan udara dan pesawat tak berawak yang jelas-jelas melanggar hukum. UEA juga memasok senjata dan amunisi ke milisi lokal di Libya.

Namun, UEA menempati peringkat sebagai pelanggan senjata terbesar ke-5 Prancis antara 2011 dan 2020.

Sementara Saudi, merupakan pembeli senjata terbesar Prancis pada 2020. Prancis tetap “keras kepala” melanjutkan penjualan senjata ke Arab Saudi yang bertentangan dengan para ahli yang ada di PBB yang telah lama meminta Prancis dan negara lain menghentikan penjualan ke koalisi Saudi. Alasannya, senjata itu dapat digunakan koalisi pimpinan Saudi itu untuk melakukan serangan ilegal atau bahkan kejahatan perang, ujar HRW.

HRW menyebut dukungan Prancis untuk UEA dan Arab Saudi sebagai sesuatu yang tak pantas dilakukan, karena kedua pemimpin negara itu gagal memperbaiki catatan hak asasi manusia yang amat buruk di dalam negeri mereka.

Bagi HRW, Macron seharusnya secara terbuka menyerukan kepada UEA untuk membebaskan Ahmed Mansoor dan pembangkang lainnya. Demikian juga, di Arab Saudi, ia harus membahas pembunuhan mengerikan pada 2018 Jamal Khashoggi. Sebab, lanjut HRW, tetap diam dalam masalah ini sama saja dengan menutup mata terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang serius.

Sementara di Qatar, Macron seharusnya mengatasi pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi terhadap pekerja migran menjelang Piala Dunia FIFA 2022, yang akan digelar di negara itu.

HRW menegaskan, bahwa penjualan senjata Prancis dan perlindungan kemitraan militer yang meragukan atas nama kontraterorisme dan dengan mengorbankan hak asasi manusia akan tetap menjadi noda dalam catatan diplomatik Macron.

TagsArab SaudiHRWHuman Rights WatchPenjualan SenjataPrancisUEA

Related articles More from author

  • Saat Arab Saudi Makin Hijau dan Hilang Tandusnya, Benarkah Tanda Kiamat Sudah di Depan Mata?
    Internasional

    Saat Arab Saudi Makin Hijau dan Hilang Tandusnya, Benarkah Tanda Kiamat Sudah di Depan Mata?

    25 Agustus 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Dua Orang Ditikam di Dekat Kantor Majalah Charlie Hebdo
    Internasional

    Dua Orang Ditikam di Dekat Kantor Majalah Charlie Hebdo

    28 September 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Tunjukkan Surat Cekal, Rizieq Shihab: Ada yang Takut Jika Saya Pulang
    NasionalViral

    Tunjukkan Surat Cekal, Rizieq Shihab: Ada yang Takut Jika Saya Pulang

    12 November 2019
    By Johan Arif
  • Bandel Hadiri Pesta Ilegal, 2.500 Orang Langgar Protokol Kesehatan di Prancis
    Internasional

    Bandel Hadiri Pesta Ilegal, 2.500 Orang Langgar Protokol Kesehatan di Prancis

    3 Januari 2021
    By Bagas F Sinaga
  • Pengadilan Turki Tambah 6 Terdakwa Baru Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi
    Internasional

    Pengadilan Turki Tambah 6 Terdakwa Baru Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi

    26 November 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Dubes RI: Rizieq Shihab Tak Pernah Lapor Bahkan Sering Sebut Jokowi Presiden Ilegal
    Nasional

    Dubes RI: Rizieq Shihab Tak Pernah Lapor Bahkan Sering Sebut Jokowi Presiden Ilegal

    7 November 2020
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Tawarkan Anies, Ganjar dan Andika, Nasdem Ajak Parpol Gabung Koalisi
    Nasional

    Tawarkan Anies, Ganjar dan Andika, Nasdem Ajak Parpol Gabung Koalisi

  • Ini Alasan Warga dan Senat AS Anggap RUU Reformasi Kepolisian yang Diteken Trump 'Setengah Hati' dan Tak Memadai
    Internasional

    Ini Alasan Warga dan Senat AS Anggap RUU Reformasi Kepolisian yang Diteken Trump ‘Setengah Hati’ dan Tak Memadai

  • Ahok Jadi Calon Kuat Pimpinan Ibu Kota Baru
    Nasional

    Mencari Penguasa Ibu Kota Baru antara Kecocokan Jokowi-Ahok Vs Penolakan 212

  • Bentuk Pam Swakarsa, Komjen Listyo Sigit Ingin Bangkitkan Kembali FPI Model Baru?
    Nasional

    Disebut Bisa Perkuat Pemberantasan Korupsi, Polri Siap Tampung Pegawai KPK Tak Lolos TWK

  • TIKTAK.ID - Curhat Teranyar Mantan Istri UAS Sedot Perhatian 15 Ribu Lebih Warganet
    Selebriti

    Curhat Teranyar Mantan Istri UAS Sedot Perhatian 15 Ribu Lebih Warganet

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.