TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Gun Romli Sebut Reuni 212 Kini Sepi Peminat dan Hanya Dihadiri Gerombolan FPI Saja

Gun Romli Sebut Reuni 212 Kini Sepi Peminat dan Hanya Dihadiri Gerombolan FPI Saja

By Johan Arif
2 Desember 2019
980
0
Gun Romli Sebut Reuni 212 Kini Sepi Peminat dan Hanya Dihadiri Gerombolan FPI Saja

TIKTAK.ID – Intelektual muda Nadhlatul Ulama (NU) Mohamad Guntur Romli mengatakan acara Reuni Akbar 212 yang digelar di Monas, Jakarta, pada Senin (2/12/19) sepi peminat. Menurutnya hal itu disebabkan publik sudah tidak lagi mendukung dan menganggapnya tidak perlu.

Gun Romli menjelaskan, aksi 212 sebelumnya ramai dihadiri karena dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Di antaranya Pilkada DKI Jakarta 2017 dan Pemilihan Presiden 2019. Sedangkan saat ini, Reuni Akbar 212 sudah tidak memiliki kekuatan dan kehilangan momentum politik. Apalagi kubu Prabowo Subianto sudah bergabung dengan kubu Presiden Joko Widodo dan menjadi Menteri Pertahanan.

Baca juga: Pengamat Politik Heran Neno Warisman Gak Nongol di Reuni 212

“Gerakan 212 kehilangan pendukung, yang tersisa hanyalah gerombolan FPI,” ujar politisi muda dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini, melansir Suara.com.

Gun Romli juga berpendapat acara Reuni Akbar 212 mendapatkan dukungan politik dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk kepentingan Pemilihan Presiden 2024. Namun, menurut Gun Romli, karena momennya masih lama, maka Anies tidak terlalu mendukung, hanya memberikan izin kegiatan di Monas saja.

Pada saat memberikan sambutan Reuni Akbar 212, Anies sempat mengoreksi pernyataan soal jumlah peserta acara. Awalnya ia menyebut jumlah peserta ada ratusan ribu orang. Namun tak lama kemudian, ucapan Anies dikoreksi oleh panitia dan dirinya langsung mengganti kata-kata dalam pidatonya yang menyebut jumlah peserta dengan jutaan orang.

Anies menambahkan, ia bersyukur bisa memfasilitasi acara Reuni 212 untuk kesekian kalinya. Menurutnya, Monas sebagai tempat bersejarah sudah sepatutnya bisa digunakan sebagai tempat pemersatu umat.

Baca juga: PA 212 Bantah Isu Pencekalan dan Kepulangan Rizieq Sengaja Diviralkan sebagai Penarik Massa Reuni 212

Sementara Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif mengatakan cukup banyak peserta yang menghadiri acara Reuni Akbar 212. Acara pun berlangsung kondusif.

“Alhamdulillah hari ini ratusan ribu, mungkin jutaan umat Islam, berkumpul kembali di Monas ini,” kata Slamet, dikutip dari JPNN.com.

Menurut Slamet, kondusifnya acara menandakan kelompok 212 ialah pihak yang toleran dan menjunjung kedamaian. Slamet pun mengingatkan tentang perlunya hukum berlaku adil kepada seluruh pihak, termasuk siapa pun yang diduga menistakan agama perlu diadili aparat hukum.

TagsGun RomliPA 212PSIReuni Akbar 212Slamet Ma'arif

Related articles More from author

  • TIKTAK.ID - Ikuti Aturan KemenpanRB, Anies Ancam Sanksi ASN DKI Ikut Reuni 212
    Nasional

    Ikuti Aturan KemenPAN-RB, Anies Ancam Sanksi ASN DKI Ikut Reuni 212

    1 Desember 2019
    By Rusli Qomar
  • Kaesang Ikut Buka Suara Soal Desakan Copot Gibran dari Wapres
    Nasional

    Kaesang Ikut Buka Suara Soal Desakan Copot Gibran dari Wapres

    28 April 2025
    By Joni Sitohang
  • Giring Pajang Foto Dirinya 'Capres 2024', Netizen: Jangan Terlalu Tinggi, Jadi Lurah Dulu Saja
    Nasional

    Giring Pajang Foto Dirinya ‘Capres 2024’, Netizen: Jangan Terlalu Tinggi, Jadi Lurah Dulu Saja

    2 Januari 2022
    By Joni Sitohang
  • Disindir Ahok, PSI Malah Doakan Ahok
    Nasional

    Disindir Ahok Soal ‘Partai Kecil Ngomong Gede’, PSI Malah Jawab Begini

    21 Februari 2020
    By Adam Humain
  • PKS Sebut Pemerintah Tak Siap Pindah ke Ibu Kota Baru, Kok Bisa? TIKTAK.ID - Anggota panitia khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ecky Awal Mucharam menyatakan bahwa Pemerintah masih belum siap dengan skema pemindahan IKN. Sebab, Ecky menyebut Pemerintah tidak memberikan gambaran meyakinkan kalau IKN memang layak untuk dipindah ke Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. "Saat membahas rencananya seperti apa, master plan-nya seperti apa, itu tidak terjawab. Bahkan terkesan masih belum siap," ungkap Ecky di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (19/1/22), seperti dilansir Republika.co.id. Kemudian Ecky mengatakan RUU IKN berpotensi melanggar Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Dia menjelaskan, hal itu karena pemerintah daerah khusus IKN bakal setingkat kementerian dan selanjutnya disebut sebagai Otorita IKN. "Naskah awal RUU ini berpotensi bertentangan dengan UUD 1945, konstitusi kita, karena memang sejak awal RUU ini ingin pemerintahan ibu kota otorita," tegas Ecky. Ecky mengklaim Indonesia tidak mengenal konsep otorita dan hal itu juga tak tercantum dalam UUD 1945. Terutama, kata Ecky, dalam Pasal 18 yang menyebut Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan provinsi dibagi atas beberapa kabupaten/kota. "Semua berkutat pada otorita saja, dan Pemerintah tetap tidak mau mundur terkait otorita. Padahal hal itu tidak ada dalam nomenklatur Pasal 18 UUD 1945," jelas Ecky. Selain itu, Ecky mengaku tidak yakin jika pemindahan dan pembangunan IKN tidak akan membebani keuangan negara. Dia menerangkan, dalam RUU IKN tak dijelaskan berapa persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang akan dialolasikan untuk IKN. "Berbahaya dari sisi peruntukan anggaran, yang harusnya untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), malah dialihkan untuk anggaran pembangunan ibu kota," ucap Ecky. Di sisi lain, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa mengapresiasi pengesahan RUU IKN menjadi Undang-Undang. Meski begitu, dia menganggap pengesahan itu tidak serta-merta membuat pemindahan IKN bisa langsung dilakukan. Suharso memaparkan, pemindahan dan pembangunan IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, bakal dilakukan secara bertahap. Dia juga menjamin proses pelaksanaannya akan memperhatikan kesinambungan fiskal dan skema pendanaan.
    Nasional

    Giring Unggah Lirik Oktober Bakal Ada yang Tumbang, Sindir Anies?

    21 Januari 2022
    By Joni Sitohang
  • PA 212 Desak Polri Pecat dan Penjarakan Polisi Pengancam Penggal Habib Rizieq
    Nasional

    PA 212 Desak Polri Pecat dan Penjarakan Polisi Pengancam Penggal Habib Rizieq

    4 Desember 2020
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Dianggap Lakukan Kesalahan Fatal, Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jabar Dicopot Kapolri
    Nasional

    Dianggap Lakukan Kesalahan Fatal, Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jabar Dicopot Kapolri

  • Anies Baswedan Terancam Denda 100 juta plus 1 Tahun Penjara?
    Nasional

    Lawan Berat Anies Bukan Haji Lulung atau Ahmad Sahroni, Lalu Siapa?

  • Waspadai Efek Terlalu Banyak Makan Gorengan
    Tips & Tutorial

    Waspadai Efek Terlalu Banyak Makan Gorengan

  • Google Rogoh 18 Miliar untuk Perangi Hoax dan Misinformasi Jelang Pemilu 2024
    Teknologi

    Google Rogoh 18 Miliar untuk Perangi Hoax dan Misinformasi Jelang Pemilu 2024

  • Persiapan Sea Games Filipina yang dinilai kurang persiapan
    InternasionalOlahraga

    Akankah SEA Games 2019 Jadi yang Terburuk Sepanjang Sejarah?

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.