TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Nasional
Home›Nasional›Ekonom Indef Bhima Yudhistira Prediksi 4 Dampak Mengerikan Lockdown Jakarta

Ekonom Indef Bhima Yudhistira Prediksi 4 Dampak Mengerikan Lockdown Jakarta

By Joni Sitohang
29 Maret 2020
2159
0
Ekonom Indef Bhima Yudhistira Prediksi 4 Dampak Mengerikan Lockdown Jakarta

TIKTAK.ID – Terlepas dari benar atau tidaknya, Kementerian Keuangan mengaku telah menyiapkan anggaran bila lockdown menjadi opsi dalam memutus penyebaran wabah virus Corona di Indonesia. Kendati begitu, publik mulai curiga bahwa kas negara sebenarnya tak cukup memadai ketika Kemenkeu pada saat yang sama juga menyatakan bahwa sangat kecil kemungkinannya Indonesia bakal mengambil opsi lockdown.

Lalu, bagaimana dampaknya bagi perekonomian bila lockdown benar-benar direalisasikan, termasuk bagi Ibu Kota DKI Jakarta?

Ekonom Indef, Bhima Yudhistira, memaparkan, lockdown di Jakarta saja diprediksi bakal membuat pertumbuhan ekonomi RI anjlok drastis alias minus sepanjang 2020.

Baca juga : Kabar Heboh Pasien Corona Ditelantarkan RSUD Tangerang, Dibantah Gubernur Banten

“Diperkirakan pertumbuhan ekonomi menyentuh angka negatif,” ujar Bhima kepada Warta Ekonomi di Jakarta, Jumat (27/3/20).

Menurutnya, banyak sekali rentetan dampak negatif bila lockdown dilakukan di Jakarta.

Pertama, soal ketersediaan pangan tentu tidak siap karena sebagian besar kebutuhan pokok disumbang dari daerah luar Jakarta. Arus distribusi barang akan terganggu jika lockdown dilakukan.

Baca juga : Warisan Ahok ini Bisa Jadi Sarana Pantau Perkembangan Corona

“Kelangkaan bahan pokok khususnya jelang Ramadhan akan menyeret kenaikan harga. Inflasi tembus di atas 6% merugikan daya beli masyarakat se-Indonesia,” jelasnya.

Kedua, panic buying masyarakat Jakarta belum bisa diantisipasi. Jadi ketika lockdown diumumkan, masyarakat yang panik akan menyerbu pusat perbelanjaan. Bukan hanya makanan dan minuman, tapi juga obat-obatan bisa ludes tak tersisa.

“Kemarin waktu panic buying di beberapa daerah, Pemerintah tidak punya pencegahan apapun. Yang saya khawatirkan masyarakat menengah bawah, kemampuan untuk menimbun bahan pangan tidak sekuat kelas atas. Angka kemiskinan bisa naik, bahkan bisa menyebabkan kelaparan massal di Jakarta,” paparnya.

Baca juga : Ranking Wabah Covid-19 Berbagai Negara, Indonesia Urutan ke Berapa?

Ketiga, kalau lockdown dilakukan, aktivitas semua perusahaan yang kantor pusatnya di Jakarta akan terganggu karena peredaran uang sebagian besar di Jakarta. Secara lebih luas, ada 1,2 juta unit kantor di Jabodetabek, kemudian ada 7,3 juta orang karyawan di wilayah tersebut.

“Mereka ini kan tidak hanya menetap di Jabodetabek, tapi juga berasal dari daerah sekitarnya. Pastinya pendapatan terganggu. Padahal, banyak pekerja yang punya cicilan motor, rumah, tagihan listrik, dan utang lainnya. Pemerintah harus pikirkan kelompok rentan ini juga,” ucap Bhima.

Kemudian yang terakhir, pelaku UMKM akan kena imbas paling parah, driver ojol tidak bisa bekerja.

Baca juga : Saat Sri Mulyani Kagum dan Terharu Saksikan Ketegaran Jokowi: Kami Semua Bangga, Pak!

“Gelombang PHK naik, pertumbuhan ekonomi bisa anjlok signifikan. Krisis makin cepat,” tutupnya.

TagsBhima YudhistiraCoronaCOVID-19DampakEkonomIndefJakartaLockdownPrediksiVirus Corona

Related articles More from author

  • Tak Sepakat Konsep New Normal Pemerintah, Muhammadiyah: Ukuran Normal itu Apa?
    Nasional

    Tak Sepakat Konsep New Normal Pemerintah, Muhammadiyah: Ukuran Normal itu Apa?

    9 Juni 2020
    By Joni Sitohang
  • FAO Peringatkan Ancaman Krisis Pangan Dunia, Jokowi Perintahkan BUMN Buka Lahan Sawah Baru
    Nasional

    FAO Peringatkan Ancaman Krisis Pangan Dunia, Jokowi Perintahkan BUMN Buka Lahan Sawah Baru

    30 April 2020
    By Joni Sitohang
  • Pertamina Bakal Kembali Aktif dalam Skema New Normal, Bagaimana dengan Ahok?
    Nasional

    Pertamina Bakal Kembali Aktif dalam Skema New Normal, Bagaimana dengan Ahok?

    27 Mei 2020
    By Joni Sitohang
  • Rocky Gerung Beri Jokowi Gelar 'Man of Contradiction', Apa Maksudnya?
    Nasional

    Rocky Gerung Beri Jokowi Gelar ‘Man of Contradiction’, Apa Maksudnya?

    9 September 2020
    By Joni Sitohang
  • Konfrensi Pers Corona Terkait Melonjaknya Pasien Positif
    Nasional

    Ini Pernyataan Lengkap Pemerintah Soal Melonjaknya Kasus Positif Corona Hingga Meninggalnya 19 Pasien

    19 Maret 2020
    By Adam Humain
  • Prihatin Kondisi Indonesia di Bawah Jokowi, Ibas: Saat Dipimpin Pak SBY Ekonomi Kita Meroket
    Nasional

    Prihatin Kondisi Indonesia di Bawah Jokowi, Ibas: Saat Dipimpin Pak SBY Ekonomi Kita Meroket

    8 Agustus 2020
    By Joni Sitohang

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • KPK Ungkap Alasan Periksa Eks Penyidik dalam Kasus Hasto
    Nasional

    KPK Ungkap Alasan Periksa Eks Penyidik dalam Kasus Hasto

  • Jokowi: Banyak Pihak yang Belum Membaca dan Memahami UU Cipta Kerja
    Nasional

    Jokowi: Banyak Pihak yang Belum Membaca dan Memahami UU Cipta Kerja

  • Soal SBY Klaim Demokrat, Pakar: Aneh, Partai itu Badan Publik
    Nasional

    Soal Isu Endorsement Jokowi di Pilpres, SBY: Tak Masalah Asal Tak Pakai Fasilitas Negara

  • Hanya Bawa Empat Gelandang, Real Madrid Menang Lawan Cadiz
    Olahraga

    Hanya Bawa Empat Gelandang, Real Madrid Menang Lawan Cadiz

  • Mesin Cuci Pintar WashTower Compact, Dilengkapi AI
    Teknologi

    Mesin Cuci Pintar WashTower Compact, Dilengkapi AI

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.