TIKTAK.ID

Main Menu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Sign in / Join

Login

Welcome! Login in to your account
Lost your password?

Lost Password

Back to login

logo

TIKTAK.ID

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Nasional
  • Olahraga
  • Selebriti
  • Teknologi
  • Tips & Tutorial
Internasional
Home›Internasional›Duta Besar Amerika untuk China Mengundurkan Diri

Duta Besar Amerika untuk China Mengundurkan Diri

By Bagas F Sinaga
17 September 2020
459
0
Duta Besar Amerika untuk China Mengundurkan Diri

TIKTAK.ID – Duta Besar Amerika untuk China, Terry Branstad mengundurkan diri setelah lebih dari tiga tahun menjabat, kata Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, Senin (14/9/20), tulis CNN.

Pompeo mengucapkan terima kasih kepada Branstad melalui akun Twitter-nya, dengan menambahkan bahwa dia telah “berkontribusi untuk menyeimbangkan kembali hubungan Amerika-China sehingga berorientasi pada hasil, timbal-balik, dan adil”.

“Presiden (Donald Trump) memilih Duta Besar Branstad karena pengalamannya selama puluhan tahun berurusan dengan China membuatnya menjadi orang terbaik untuk mewakili Pemerintah dan untuk membela kepentingan dan cita-cita Amerika dalam hubungan penting ini,” kata Pompeo, yang tidak memberikan alasan pengunduran diri Branstad, atau pengumuman tentang calon penggantinya.

Mantan Gubernur dua masa jabatan Iowa, berusia 73 tahun itu, telah menjabat sebagai Dubes untuk China sejak Mei 2017, mewakili Washington di Beijing selama periode hubungan yang sangat menegangkan dengan China, yang ditandai dengan ketegangan perdagangan, klaim wilayah regional, isu pandemi virus Corona, dan kerusuhan di Hong Kong.

Pada Juni lalu, dia dipanggil oleh Beijing setelah Presiden Donald Trump menandatangani undang-undang yang membuka jalan untuk menjatuhkan sanksi terhadap Hong Kong, sebuah tindakan yang dikecam oleh Kementerian Luar Negeri China sebagai “campur tangan besar dalam urusan dalam negeri China”.

Pengumuman itu juga muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika dan China di beberapa bidang.

Pemerintah China mengumumkan pada Jumat kemarin bahwa mereka akan memberlakukan pembatasan yang tidak ditentukan terhadap diplomat dan personel senior Amerika di China setelah Washington memberlakukan tindakan serupa yang menargetkan korps diplomatik Beijing pada 3 September lalu.

Branstad adalah salah satu Dubes pertama Presiden Trump pada Desember 2016, tak lama setelah Trump memenangkan pemilihan Presiden Amerika.

Trump mengatakan pada saat itu bahwa Gubernur Iowa saat itu dipilih karena pengalamannya dalam kebijakan publik, perdagangan dan pertanian, serta “hubungan lama dengan Presiden (China) Xi Jinping”, yang dikenal Branstad sejak 1985 melalui pertukaran hubungan Pemerintah Amerika-China.

Selama periode itu, keduanya diyakini telah menjalin persahabatan, dan Xi bertemu lagi dengan Branstad saat berkunjung ke Amerika pada 2012 saat masih menjabat sebagai Wakil Presiden.

Awalnya pengangkatan Branstad disambut baik oleh Beijing, dengan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang memujinya sebagai “teman lama rakyat China”.

Namun Branstad telah melewati salah satu periode paling terjal dalam hubungan Amerika-China dalam sejarah baru-baru ini.

Sejak pengangkatannya, pemerintahan Trump telah memberlakukan tarif pada ratusan miliar dolar barang-barang China sebagai bagian dari perang dagang yang telah berlangsung lama. Trump juga melarang perusahaan teknologi China seperti Huawei dari infrastruktur komunikasi negara dan menerima komponen Amerika, dan memperketat pembatasan visa bagi jurnalis media Pemerintah China yang bekerja di Amerika.

Pada tanggal 9 September, lewat sebuah opini yang ditulis oleh Branstad, dia menuduh Pemerintah China “mengeksploitasi” keterbukaan hubungan dengan Amerika dalam beberapa dekade terakhir, yang ditolak untuk diterbitkan oleh Juru Bicara Partai Komunis, People’s Daily karena “sangat tidak konsisten dengan fakta”.

“Jika Anda memang ingin menerbitkan opini ini di People’s Daily, Anda harus melakukan revisi substantif berdasarkan fakta dalam prinsip kesetaraan dan saling menghormati,” kata media Pemerintah dalam surat penolakannya.

Sebagai tanggapan, Menteri Luar Negeri Pompeo menuduh People’s Daily “munafik”, dengan mengatakan bahwa jika Pemerintah China adalah kekuatan yang matang, ia akan “menghormati hak diplomat Barat untuk berbicara langsung kepada rakyat China”.

TagsBerita Dunia Hari IniChinaDuta Besar AmerikaKonflik AS-ChinaPengunduran diriTerry Branstad

Related articles More from author

  • Ratusan Tentara Bayaran di Suriah Menuju Azerbaijan
    Internasional

    Ratusan Tentara Bayaran di Suriah Menuju Azerbaijan

    4 Oktober 2020
    By William Putra Wijaya
  • Muak pada Kekerasan dan Maraknya Pelecehan, Aktivis Sebut 'Kuwait Tak Aman Bagi Kaum Wanita'
    Internasional

    Muak pada Kekerasan dan Maraknya Pelecehan, Aktivis Sebut ‘Kuwait Tak Aman Bagi Kaum Wanita’

    23 April 2021
    By William Putra Wijaya
  • Buktikan Tak Mempan Disanksi AS, Iran Sukses Jual Minyak ke China Secara Fantastis
    Internasional

    Buktikan Tak Mempan Disanksi AS, Iran Sukses Jual Minyak ke China Secara Fantastis

    11 Maret 2021
    By William Putra Wijaya
  • Merkel: Uni Eropa Mesti Siap Hadapi Kemungkinan AS Tak Punya Pengaruh Lagi dalam Skala Global
    Internasional

    Merkel: Uni Eropa Mesti Siap Hadapi Kemungkinan AS Tak Punya Pengaruh Lagi dalam Skala Global

    29 Juni 2020
    By William Putra Wijaya
  • Penasihat Trump Ungkap ‘Keniscayaan’ Saudi Ikut Khianati Palestina dan Mesra dengan Israel seperti UEA
    Internasional

    Penasihat Trump Ungkap ‘Keniscayaan’ Saudi Ikut Khianati Palestina dan Mesra dengan Israel seperti UEA

    16 Agustus 2020
    By Bagas F Sinaga
  • Ramalan Bank Dunia: 60 Juta Orang Akan Jatuh Miskin Akibat Pandemi
    Internasional

    Ramalan Bank Dunia: 60 Juta Orang Akan Jatuh Miskin Akibat Pandemi

    25 Mei 2020
    By Bagas F Sinaga

Leave a reply Batalkan balasan

Berita Menarik Lainnya

  • Anies-Ganjar Diusulkan Jadi Duet Pemersatu Bangsa, Pengamat: Fakta Politiknya Sulit Terwujud
    Nasional

    Survei SMRC: Ganjar-Anies Bakal Bersaing Ketat Jika Pilpres Berlangsung Dua Putaran

  • Golkar, PPP dan PAN Resmi Koalisi, Siap Usung Anies Jadi Capres?
    Nasional

    Golkar, PPP dan PAN Resmi Koalisi, Siap Usung Anies Jadi Capres?

  • Jurgen Klopp Senang Liverpool Kalah
    Olahraga

    Jurgen Klopp Justru Gembira Liverpool Kalah Perdana di Premier League, Kok Bisa?

  • Diduga Terkait Pendanaan Terorisme, Densus 88 Sita Ribuan Kotak Amal Syam Organizer
    Nasional

    Diduga Terkait Pendanaan Terorisme, Densus 88 Sita Ribuan Kotak Amal Syam Organizer

  • Curigai Gelagat Politik, Amien Rais: Bakal Terjadi Hal Mengagetkan!
    Nasional

    Curigai Gelagat Politik, Amien Rais: Bakal Terjadi Hal Mengagetkan!

Redaksi

  • Jalan Kebagusan III, Perum Nuansa Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 0812 4664 9215
  • Hubungi Kami
© Copyright 2019 TIKTAK.ID. All rights reserved.