
TIKTAK.ID – Setelah meninjau acara vaksinasi di Masjid Agung dalam kunjungannya di Kota Semarang Rabu (24/3/21) kemarin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan meninjau kegiatan “Vaksinasi Massal para Ulama, Tokoh Lintas Agama, Santri, Dosen dan Guru” di Pendapi Gedhe Balikota Surakarta, Kamis (25/3/21) hari ini.
Didampingi Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming, Kapolri terlihat bersemangat saat berdialog langsung dengan peserta vaksinasi.
“Masyarakat semua terlihat antusias saat divaksin ini,” katanya.
Sama halnya saat kunjungan sebelumnya di Kota Semarang, pada vaksinasi di Pendapi Gedhe Balikota Surakarta, Listyo mengatakan semua masyarakat mau mengikuti program vaksinasi dan atas keinginan sendiri. Bahkan, ada juga masyarakat yang menunggu lama agar dapat jatah vaksinasi.
Ke depan, lanjutnya diharapkan vaksinasi yang akan dilakukan berjalan lancar sehingga kebijakan Pemerintah Pusat dalam rangka membentuk herd imunity atau komunitas yang kebal terhadap Covid-19 bisa diwujudkan.
“Setelah melaksanakan kegiatan Vaksin, tentu masyarakat harus tetap melaksanakan 5M, jadi kita bisa saling jaga satu sama lain,” terangnya.
Kapolri berharap kegiatan vaksinasi di Kota Surakarta akan segera selesai mengingat bulan April mendatang kegiatan pembelajaran tatap muka akan mulai dilaksanakan.
“Hari ini para tenaga pendidik diberikan vaksin, sehingga semuanya agar dipersiapkan dengan baik supaya kegiatan ekonomi juga akan berjalan dengan lebih baik,” tutupnya.
Diketahui, jumlah peserta yang mengikuti vaksinasi di Pendapi Gedhe Balikota Surakarta berjumlah 400 peserta, berasal dari kelompok lintas agama yang ada di Jawa Tengah dan dilaksanakan dengan tetap mematuhi prosedur yang ada sesuai dengan protokol kesehatan.
Johan Arif adalah seorang penulis dan pemerhati dinamika sosial-politik yang berfokus mengamati perkembangan isu-isu nasional terkini. Lewat karya-karyanya, Johan menyajikan ulasan kritis dan tajam mengenai panggung politik, kebijakan publik, pergerakan tokoh figur publik, hingga fenomena-fenomena viral yang menyita perhatian publik.
Dengan pendekatan jurnalistik yang lugas dan objektif, Johan berusaha membedah latar belakang di balik setiap peristiwa hangat agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang utuh dan berimbang. Fokus penulisan Johan adalah menghadirkan literasi politik dan sosial yang mudah dicerna, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih responsif dan kritis terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.










